Logo BeritaSatu

Jokowi Sentil Polisi Sowan ke Ormas, Ini Kata Sekjen PDIP

Jumat, 3 Desember 2021 | 21:49 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyentil kapolda dan kapolres yang kerap sowan ke ormas mendapat tanggapan dari Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. Menurut orang kedua di PDIP setelah Ketua Umum Megawati Soekarnoputri itu, pernyataan Presiden Jokowi merupakan bentuk penegasan bahwa Indonesia merupakan negara hukum. Dengan demikian, polisi sebagai aparat penegak hukum, harus berdiri tegak membangun budaya tertib hukum tanpa pandang bulu.

Hal itu disampaikan Hasto menanggapi pertanyaan wartawan usai acara peringatan HUT ke-17 Repdem di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (3/12/2021).

“Menurut saya, Presiden Jokowi terus mengingatkan bagaimana budaya hukum tersebut, sebagai penegak hukum tugasnya melakukan tertib hukum tanpa pandang bulu. Itu adalah cambuk yang disampaikan seorang presiden agar seluruh aparat penegak hukum tak perlu takut,” jelas Hasto.

Hasto menegaskan, aparat penegak hukum, dalam hal ini polisi, haruslah berdiri tegak dalam menjalankan tertib hukum tanpa pandang bulu. Hasto mengingatkan asas persamaan di hadapan hukum.

“Siapa pun, dari mana pun, latar belakang apa pun, dari ormas mana pun, selama itu mengganggu ketertiban umum dan kemudian menciptakan hal-hal yang meresahkan kehidupan bersama, maka aparat penegak hukum wajib bertindak tegas,” tegas Hasto.

Untuk itu, insinyur lulusan UGM ini menilai tidak boleh aparat penegak hukum tunduk terhadap berbagai organisasi yang mengatasnamakan representasi masyarakat, tetapi bertindak di luar hukum.

“Sehingga apa yang disampaikan presiden itu menjadi otokritik bagi seluruh aparat penegak hukum, dan kita juga sebagai warga negara, untuk betul betul mengedepankan kehidupan bersama yang menjamin ketentraman bersama,” kata Hasto.

Sebelumnya, Jokowi mewanti-wanti agar jajaran Polri tidak menggadaikan kewibawaan, misalnya dengan melakukan sowan kepada ormas yang sering berbuat keributan.

“Kewibawaan juga jangan hilang dari Polri. Saya sudah lama sekali ingin menyampaikan. Setiap ada kapolda baru, kapolres baru, malah datang kepada sesepuh ormas yang sering membuat keributan. Benar ini,” kata Jokowi saat memberikan pengarahan dalam Apel Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) di Candi Ballroom, Hotel The Apurva Kempinski, Kabupaten Badung, Bali Jumat (3/12/2021).

Jokowi pernah menanyakan kepada pejabat Polri alasan melakukan tindakan tersebut. Jawaban yang diberikan adalah ingin menjaga suasana kondusif kotanya. Namun, Jokowi menilai tindakan itu tidak tepat.

“Saya tanya kepada kapolres, kenapa, bapak melakukan ini, supaya kotanya kondusif. Tapi apakah cara itu betul? Hati-hati jangan menggadaikan kewibawaan dengan sowan kepada pelanggar hukum. Hanya ini saya lihat. Saudara-saudara harus memiliki kewibawaan, Polri harus memiliki kewibawaan,” tegas Jokowi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Diperiksa soal Prank KDRT, Baim Wong Dicecar 25 Pertanyaan

Baim Wong dicecar dengan 25 pertanyaan oleh penyidik Polres Jakarta Selatan saat diperiksa terkait prank KDRT yang dilakukannya bersama Paula Verhoeven.

NEWS | 7 Oktober 2022

Disdik Jabar Bantah Ada Diskriminasi di SMAN 2 Depok

Disdik Jabar membantah adanya diskriminasi terhadap pelajar beragama Kristen di SMAN 2 Depok.

NEWS | 7 Oktober 2022

Musim Hujan, Masyarakat Diminta Waspadai 7 Penyakit Menular

Masyarakat diminta mewaspadai dampak yang timbul dari musim hujan seperti munculnya beberapa penyakit menular.

NEWS | 7 Oktober 2022

Penerbangan Langsung Rute Toraja-Balikpapan Dibuka

Penerbangan langsung atau direct flight Toraja menuju Balikpapan, maupun dari Balikpapan ke Toraja mulai beroperasi, Jumat (7/10/2022).

NEWS | 7 Oktober 2022

Kapolri Dukung Penuh Gerakan Bangga Buatan Indonesia

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendukung sepenuhnya "Gerakan Bangga Buatan Indonesia". 

NEWS | 7 Oktober 2022

Jokowi Kaget Masyarakat Habiskan Rp 100 T Berobat ke Luar Negeri

Presiden Jokowi mengaku kaget masyarakat Indonesia menghabiskan dana US$ 6 miliar atau hampir Rp 100 triliun setiap tahunnya untuk berobat ke luar negeri.

NEWS | 7 Oktober 2022

KPK: Kerugian dari Sektor Kesehatan Capai Rp 821 Miliar

KPK mengungkapkan angka kerugian yang ditimbulkan akibat korupsi di sektor kesehatan menyentuh angka sekitar Rp 821 miliar.

NEWS | 7 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, 20 Personel Polri Diduga Langgar Etik

20 orang personel polisi diduga terlibat pelanggaran etik terkait dengan Tragedi Kanjuruhan yang terjadi di Malang, Jawa Timur.

NEWS | 7 Oktober 2022

Jokowi Pilih Heru Budi Hartono Gantikan Anies Baswedan

Heru Budi Hartono menjadi penjabat gubernur DKI Jakarta menggantikan Anies Baswedan yang masa jabatannya berakhir 16 Oktober 2022.

NEWS | 7 Oktober 2022

Jet Ski Rampasan Kasus Nurdin Abdullah, Dilelang KPK

KPK melelang jet ski senilai Rp 276,72 juta hasil rampasan pada kasus korupsi eks Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah.

NEWS | 7 Oktober 2022


TAG POPULER

# Jokowi Tak Salami Kapolri


# Banjir Jakarta


# MTsN 19 Jakarta


# Tersangka Tragedi Kanjuruhan


# Mamat Alkatiri


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Diperiksa soal <em>Prank</em> KDRT, Baim Wong Dicecar 25 Pertanyaan

Diperiksa soal Prank KDRT, Baim Wong Dicecar 25 Pertanyaan

NEWS | 10 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings