The Untold Story: Kopassus untuk Indonesia
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

The Untold Story: Kopassus untuk Indonesia

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:48 WIB
Oleh : Willy Masaharu / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Karena merasa dipecundangi, di Merauke, Irian Barat, Belanda mengumumkan, hadiah 500 gulden bagi yang berhasil menangkap Kapten Benny Moerdani yang tengah melaksanakan Operasi Naga. Tidak hanya itu saja! Saking kesalnya, Belanda menjadikan jaket Benny Moerdani yang berhasil disita dijadikan sasaran lempar pisau.

Kisah tahun 1960-an ini termuat dalam buku “KOPASSUS UNTUK INDONESIA” – Profesionalisme Prajurit Kopassus.” Buku terbitan tahun 2021 ini digagas oleh Danjen Kopassus Mayjen TNI Mohamad Hasan dan dituliskan oleh Iwan Santosa dan EA Natanegara. Tidak ada kata-kata “The Untold Story” dalam cover buku tersebut. Hanya saja kata The Untold Story keluar dari Mohamad Hasan ketika bertemu di Cijantung, Jakarta Timur, pada akhir pekan lalu (27/11/2021).

Narasumber buku ini, Taprof Bidang Ideologi dan Sosbud Lemhannas dan Alumnus PPSA XXI AM Putut Prabantoro menceritakan, Mohamad Hasan yang segera menjadi Pangdam Kodam Iskandar Muda (IM), Aceh ini menuturkan bahwa buku tersebut memuat kisah tak terceritakan para komandan, komandan jenderal (Danjen) dan juga para pahlawan Kopassus yang gugur di medan pertempuran. Kompilasi berbagai kisah-kisah heroik ini dikatakan akan menjadi jejak jelas yang kelak berguna bagi para penerus dan pasukannya.

“Kalian adik-adik dan anak-anaku adalah penerus kami para senior yang hidup bersamamu di masa kini yang sudah lewat. Kalian semua hidup di masa kini dan masa yang akan datang,” ungkap Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono di salah satu halaman. Dengan pesan ini, dapat dipahami ketika cerita “Kopassus Masa Depan” diletakkan di bagian awal buku ini.

Dua prajurit dari generasi milenial yakni Mayor Inf Alzaki dan Mayor Inf Fictor J Situmorang adalah generasi penerus Kopassus masa depan. Mayor Inf Alzaki meraih prestasi luar biasa dengan memperoleh penghargaan The Simon Interagency Writing Award saat menempuh pendidikan khusus di Command and General Staff College (CGSC) atau setara dengan Sekoad di Fort Leavenworth, Amerika Serikat. Selain Alzaki ada Mayor Inf Fictor J Situmorang yang menjalani pendidikan khusus yang amat berat sebagai prajurit ranger di Fort Benning, Amerika Serikat.

Penempatan kisah pasukan komando dari generasi milenial di awal buku ini seakan ingin menegaskan bahwa “Kopassus Akan Selalu Menjadi Bagian dari Solusi untuk Indonesia” masa kini dan masa depan. Oleh karenanya, regenerasi dan kaderisasi pasukan komando ini merupakan tradisi dari generasi ke generasi. Penghormatan, sebagai contoh, tidak hanya berlaku bagi junior kepada senior, tetapi juga dari senior kepada junior.

Saling menjaga kehormatan antara junior dan senior sudah diawali sejak lahirnya pasukan khusus. Ada kisah menarik digelar dalam buku ini tentang Kapten (Purn) Wardi. Atas penunjukan Kapten Sandihardjo pada tahun 1950-an, Wardi yang bintara (onder officier) diangkat sebagai salah satu dari 40 pelatih pasukan RPKAD. Pada waktu itu pasukan RPKAD memiliki peran penting meredam gerakan radikal dan separatis yang merongrong keutuhan NKRI. Setelah empat tahun menjadi pelatih, Wardi ingin juga menyandang brevet seperti anak didiknya. Oleh karena itu, ia pun mengikuti pendidikan dasar komando dan digembleng oleh pelatih muda dari angkatan kedua komando generasi LB Moerdani yakni Dading Kalbuadi dkk yang tidak lain adalah anak didiknya sendiri.


<em>The Untold Story</em>: Kopassus untuk Indonesia


Tidak Hebat tetapi Terlatih
Kopassus akan selalu menjadil solusi Indonesia juga ditegaskan oleh Jenderal TNI (Pur) Agum Gumelar. Komandan Kopassus ke-13 (1993-1994) ini menegaskan, “Satuan Baret Merah harus menjadi satuan yang dibanggakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Jadilah prajurit Komando yang mencintai dan dicintai seluruh rakyat Indonesia.”

Komandan Kopassus ke-12, Letjen TNI (Purn) Tarub berujar, “Kami tidak hebat tetapi terlatih, Semangat ini harus dipertanggungjawabkan demi keberhasilan tugas.” Oleh karena itu, selain menang tanpa harus ada pertumpahan darah, menjadi pasukan Komando siap untuk diturunkan dalam operasi darat, laut dan udara. Mereka dilatih secara khusus dan ditempa latihan tempur di hutan dan gunung bersuhu ekstrem.

Menurut Letjen TNI (Pur) Sintong Panjaitan, Komandan Kopassus ke-10 (1985-1987), prajurit Kopassus harus jadi prajurit berdisiplin tinggi yang setia kepada negara. Tunduk dan taat kepada atasan dan pimpinan, pemimpin yang diakui negara. Jadi kita bisa bersatu, membuat negara ini lebih damai dan baik.”

Sejarah panjang nama besar Kopassus diawali dari usulan Letkol Ignatius Slamet Riyadi pada 1950 yang merasa perlu dibentuk pasukan khusus. Ide itu sejalan dengan cita-cita atasannya yakni Kolonel Alex Evert Kawilarang saat menjabat Panglima Tentara & Teritorium I/Sumatera. Hubungan erat keduanya mewujudkan gagasan pembentukan pasukan komando dengan ditandatangani surat keputusan pembentukan pasukan komando oleh Kolonel Kawilarang pada 16 April 1952 dan Mayor. Inf Mochammad Idjon Dhambi, eks perwira komando didikan Inggris dan sekaligus veteran Perang Dunia II sebagai komandan pertama.

Dengan berspiritkan “Lebih Baik Pulang Nama, daripada Gagal di Medan Laga”, berbagai medan pertempuran ditundukkan oleh pasukan khusus. Sebut saja, DI/TII, Aceh, PRRI, Permesta, Operasi Woyla, Operasi Tinombala, Operasi Simpang Angin dll. Danjen Kopassus Ke-15 (1995-1998), Letjen TNI (Pur) Prabowo Subianto mengatakan, “Keberhasilan yang telah dicapai selama ini harus dipupuk, dipelihara dan ditingkatkan dalam rangka menghadapi dinamika perkembangan situasi global, regional dan nasional yang bergulir dengan kompleksitas yang tinggi. Semua itu perlu diantisipasi dengan cepat, tepat, dan akurat dari setiap anggota Kopassus baik dalam hubungan perorangan maupun satuan. Komando!”

Memang tidak semua berjalan mulus, ada beberapa anggota Kopassus yang meninggal di medan yuda. Sebut saja, Mayjen TNI (Anumerta) IGP Danny karya Nugraha yang tewas di Papua, RA Fadillah, Mayor Inf. Tatang Sutresna, Kopda (anumerta) Suparlan, Lettu (anumerta) Ahmad Kirang dll, Sebagai tanda penghormatan, nama-nama mereka diabadikan di Kopassus dalam berbagai bentuk.

Nama harum Kopassus yang melegenda tidak hanya memberikan kebanggaan kepada para anggotanya, tetapi juga menjadi kesakralan bagi seluruh anggota termasuk purnawiranya. Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, sebagaimana dikutip dalam buku ini, mengatakan, “Saya tidak akan pernah abuse my power, karena saya percaya Tuhan telah mengatur hidup ini. Selama masih sehat dan bisa mengabdi pada pemerintah mengabdilan. Sekarang ini saya tidak mau bikin cacat, karena saya tidak mau mencederai Korps Baret Merah ini. Saya tidak akan mengkhianati Korps Baret Merat. I promise you. Sesuaikan kata dan perbuatan.”

Buku setebal 333 halaman in diterbitkan oleh Red&White Publishing. Diawali dengan “Janji Prajurit Komando”, buku ini ditutup dengan pernyataan Mohamad Hasan sebagai penggagas buku dengan mengguratkan keyakinannya bahwa Bertempur Dengan Senjata Itu Hal Biasa Bagi Prajurit. Tetapi Bagaimana Memenangi Pertempuran Tanpa Menumpahkan Darah Dan Berhasil Mencapai Tujuan Operasi Adalah Ilmu Tertinggi.

Ada pesan yang sangat bijak yang diguratkan dalam buku ini, yakni hubungan harmonis antara alam dan pasukan komando. “Jangan Mencari Keuntungan Dari Alam, Kita Harus Bisa Mencari Manfaatnya. Alam Bisa Kita Pelihara Dan Salah Satunya Bisa Menjadi Sarana Edukasi,” tulis Hasan di halaman akhir buku ini. Penegasan ini untuk menyatakan bahwa Kopassus tidak hanya berperang melawan musuh tetapi juga menghidupkan alam dan lingkungan hidup sebagaimana dicontohkannya dalam salah satu cerita tentang “2018, Revitalisasi Telaga Saat.”

Buku ini dilengkapi dengan barcode agar pembaca dapat terlink langsung dengan sumber-sumber dari youtube. “Kopassus Untuk Indonesia” bukanlah buku strategi perang tetapi lebih bercerita tentang pengalaman para tokohnya. Satu pesan inti dari buku ini dan hal itu mengingatkan pada satu ungkapan heroik - If you don't fight for what you want, then don't cry for what you lose (Jika dirimu tidak mau bertempur untuk sesuatu yang kamu inginkan, maka jangan menangis jika kamu kehilangan).



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Fokus Asset Recovery, Kejagung Tetap Buru Mitra Terdakwa Asabri

Kejagung bakal terus membongkar dugaan korupsi PT Asabri untuk mengejar pemulihan kerugian negara atau asset recovery dari mitra terdakwa korupsi Asabri. 

NASIONAL | 17 Januari 2022

Mantan Kepala LBM Eijkman: Ada Wacana Pendirian Perusahaan Vaksin Asing

Mantan Kepala LBM Eijkman menyebutkan peleburan antara Lembaga Eijkman BRIN memunculkan permasalahan baru yang berimbas ada wacana pendirian perusahaan asing

NASIONAL | 17 Januari 2022

BNN: Perubahan Jalur ke Indonesia Jadi Pola Baru Sindikat Narkotika

Kepala BNN Petrus Reinhard Golose mengatakan, perubahan jalur masuk sindikat narkotika ke Indonesia menjadi pola baru yang menjadi perhatian BNN.

NASIONAL | 17 Januari 2022


Peleburan Lembaga Eijkman dan BRIN Hambat Pengembangan Vaksin Merah Putih

Peleburan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berdampak pada proses pengembangan vaksin Merah Putih

NASIONAL | 17 Januari 2022

Geledah Kantor Pemkab PPU, KPK Angkut Dua Koper Berkas

Dua koper berisi berkas diangkut penyidik KPK usai menggeledah sejumlah ruangan kantor Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.

NASIONAL | 17 Januari 2022

Kasus Korupsi Proyek Bengkalis, Rp 36 Miliar Berhasil Disita KPK

KPK telah berhasil menyita uang senilai Rp 36 miliar dalam perkara korupsi proyek jalan di daerah Bengkalis, Riau.

NASIONAL | 17 Januari 2022

Kasus Pelecehan Seksual, Dekan FISIP Universitas Riau Ditahan

Dekan FISIP Universitas Riau Syafri Harto resmi ditahan oleh kejaksaan setempat, Senin (17/1/2022), terkait kasus pelecehan seksual

NASIONAL | 17 Januari 2022

Ferdinand Hutahaean Ajukan Penangguhan Penahanan

Mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, tersangka kasus dugaan ujaran kebencian mengajukan penangguhan penahanan kepada penyidik Polri.

NASIONAL | 17 Januari 2022

Sosok Bendahara DPC Demokrat yang Tampung Suap Bupati Penajam Paser Utara

Ini Sosok Bendahara DPC Partai Demokrat Balikpapan Nur Afifah Balqis yang diduga menampung uang suap Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud. 

NASIONAL | 17 Januari 2022


TAG POPULER

# Tsunami


# PPnBM Mobil


# Pelabuhan Kedindi Reo


# Varian Covid-19


# NFT



TERKINI
Dukung Literasi Zakat, Uhamka Raih Penghargaan Baznas Award 2022

Dukung Literasi Zakat, Uhamka Raih Penghargaan Baznas Award 2022

NASIONAL | 1 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings