Logo BeritaSatu

Kasus Mahasiwi Bunuh Diri Mendapat Perhatian Kapolri

Minggu, 5 Desember 2021 | 13:01 WIB
Oleh : Dwi Argo Santosa / DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Kasus bunuh diri mahasiswi, Novia Widyasari Rahayu, menjadi trending topic di dunia maya setelah muncul #SAVENOVIAWIDYASARI. Kematian mahasiswi Universitas Brawijaya ini juga mendapat perhatian Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Akun resmi Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Sabtu (4/12/2021) malam, mengunggah foto persiapan jumpa pers kasus ini di Mapolres Mojokerto.

Hingga Minggu (5/12/2021) pagi, ungahan tersebut sudah mendapatkan 1.900-an komentar dan di-retweet 3.800 akun serta disukai 16.500-an netizen.

Seperti diberitakan Novia Widyasari Rahayu atau NWR, mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Unibraw, meninggal pada Kamis (2/12/2021).

Ia ditemukan tergeletak di dekat makam ayahnya, di Dusun Sugihan, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Polisi menemukan barang bukti cairan yang diduga mengandung sejenis potasium. Korban diduga kuat mengalami depresi dan nekat meminum cairan tersebut hingga meninggal.

Kabar meninggalnya Novia menjadi viral setelah rekan yang mengetahui latar belakang kehidupan Novi mengunggahnya di media sosial. Novi disebut mengakhiri hidupnya bukan depresi karena ditinggal mati ayahnya melainkan karena latar belakang asmara yang berkaitan dengan oknum anggota Polri.

Dunia maya kemudian ramai oleh muncul #SAVENOVIAWIDYASARI.

Berbagai spekulasi dari warganet bermunculan. Antara lain menyebut bahwa mahasiswi berusia 23 tahun tersebut telah diperkosa hingga hamil. Bahkan sudah muncul sosok oknum Polri bernama Randy yang disebut menghamili korban.

Unggahan warganet tidak hanya menampilkan foto korban dan pacarnya melainkan juga tampilan layar percakapan Whatapps korban yang berisi keluh kesahnya.

Selain soal perhatian Kapolri, penanganan kasus ini cukup istimewa. Polda Jatim turut serta menangani kasus ini selain Polres Mojokerto. Dalam watku relatif singkat jajaran Polri memeriksa dan menahan Bripda Randy Bagus atau yang disebut berinisial BGS.

Bripda BGS dijerat pasal pidana umum dan aturan kode etik karena telah bersama korban melakukan aborsi dua kali.

“Kita mengamankan seseorang inisial BGS yang mana yang bersangkutan profesinya adalah seorang polisi yang bertugas di Polres Pasuruan Kabupaten,” kata Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo dalam konferensi pers di Mapolres Mojokerto, Sabtu (4/12/2021) malam.

Pengungkapan kasus ini atas kerja sama gabungan Reserse Polda dengan Polres Mojokerto kabupetan dan Pasuruan kabupaten.

Menurut Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo korban diduga bunuh diri meminum cairan yang mengandung potasium.

Hasil visum et repertum luar yang dilakukan Puskesmas Kecamatan Sooko, tidak ditemukan tanda-tanda adanya penganiayaan.

Disebutkan, Novia sudah berkenalan dengan BGS sejak Oktober 2019. Mereka bertemu dalam sebuah acara Distro Baju di Malang. Kemudian keduanya bertukar nomor handphone dan resmi pacaran.

Penyidik mendapatkan keterangan dari BGS bahwa pada masa pacaran itu mereka sudah melakukan hubungan suami istri. Hal itu berlangsung sejak 2020 hingga 2021. “Dilakukan di Malang. Di tempat kost mereka dan di hotel yang ada di Malang,” kata Wakapolda.

Penyidik juga mendapatkan bukti bahwa korban dan BGS selama pacaran, yakni Oktober 2019 sampai Desember 2021, sudah melakukan dua kali tindakan aborsi secara bersama. Pertama pada Maret 2020, kedua pada Agustus 2021.

Atas tindakan melanggar hukum itu maka BHS dijerat dengan Perkap Nomor 14/2011 tentang Kode Etik. “Kami menjerat dengan Pasal 7 dan Pasal 11. Itu secara internal (kepolisian),” kata Wakapolda.

Sanksi terberat adalah diberhentikan tidak dengan hormat dari kepolsian. Sedangkan secara pidana umum BGS akan dikenai Pasal 348 Juncto 55 KUHP.

Ditanya mengenai apakah tindakan bunuh diri korban disebabkan faktor asmara atau BHS, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo menyatakan pihaknya masih akan mendalaminya.

“Namun sementara ini kami sudah dapat keterangan dari hasil interogasi, pasal-pasal tadi sudah memenuhi unsurnya. Kami tidak hanya sampai di situ kita akan kembangkan sehingga kami akan dapat membuat lebih terang. Namun sementara kita sudah bisa menjerat (BHS) dari pasal-pasal tadi,” katanya.

Barang bukti berupa cairan jenis potasium saat ini masih diteliti oleh Tim Labfor. Sedangkan barang bukti terkait dengan aborsi, menurut Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, berupa obat Cytotec.

Ditambahkan, korban dan BHS melakukan aborsi bersama-sama, misalnya membeli obat bersama.

Wakapolda menegaskan bahwa jajaran Polri tidak pandang bulu dalam penanganan perkara atau dalam mennindak pelanggar hukum.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Cak Imin Doa Bersama Habaib dan Ribuan Warga Jakarta

Cak Imin doa bersama habaib dan ribuan warga DKI Jakarta untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

NEWS | 8 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Indonesia Tidak Kena Sanksi FIFA

Kabar gembira, Indonesia dipastikan tidak mendapatkan sanksi dari FIFA terkait tragedi Kanjuruhan Malang.

NEWS | 8 Oktober 2022

Relawan Perkuat Poros Kemenangan Ganjar di Jatim, Jateng, dan Jambi

Relawan Sahabat Ganjar memperkuat poros kemenangan untuk Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 di sejumlah kota di Jatim, Jatim, dan Jambi.

NEWS | 8 Oktober 2022

BNPT Kukuhkan 50 Anak Muda Papua Jadi Duta Damai Dunia Maya

BNPT mengukuhkan 50 anak muda Papua sebagai Duta Damai Dunia Maya di salah satu hotel di Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (7/10/2022).

NEWS | 8 Oktober 2022

Wagub Jawa Barat Ingatkan BUMD untuk Penuhi Target

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengingatkan BUMD untuk segera memenuhi target setoran laba sebagai kontribusi terhadap PAD.

NEWS | 8 Oktober 2022

Jumat Malam, Perumahan Dosen IKIP Bekasi Banjir 1,5 Meter

Banjir kembali merendam Perumahan Dosen IKIP, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jumat (7/10/2022) malam.

NEWS | 8 Oktober 2022

Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 7 Oktober 2022

Berikut ini Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 7 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 7 Oktober 2022

Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 7 Oktober 2022

Berikut ini Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 7 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian kesehatan.

NEWS | 7 Oktober 2022

Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 7 Oktober 2022

Berikut ini Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 7 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 7 Oktober 2022

Data Prevalensi Covid-19 di 10 Provinsi, 7 Oktober 2022

Berikut ini Data Prevalensi Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi, 7 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 7 Oktober 2022


TAG POPULER

# Jokowi Tak Salami Kapolri


# Banjir Jakarta


# MTsN 19 Jakarta


# Tersangka Tragedi Kanjuruhan


# Mamat Alkatiri


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Gandeng <em>Influencer</em>, Hermesien Closet Perluas Jangkauan <em>Market Digital</em>

Gandeng Influencer, Hermesien Closet Perluas Jangkauan Market Digital

EKONOMI | 22 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings