Logo BeritaSatu

Universitas Brawijaya Jelaskan Kasus Pelecehan Seksual NWR

Minggu, 5 Desember 2021 | 19:57 WIB
Oleh : FFS

Malang, Beritasatu.com - Universitas Brawijaya memberikan penjelasan terkait kasus pelecehan seksual yang dialami salah seorang mahasiswi berinisial NWR (23), yang meninggal dunia di dekat makam ayahnya di Mojokerto, Jawa Timur pada Kamis (2/12/2021).

Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya Malang, Agus Suman dalam jumpa pers di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (5/12//2021) mengatakan kasus pelecehan seksual yang terjadi pada 2017 itu dilaporkan NWR pada Januari 2020.

"Pada awal Januari 2020, NWR melaporkan kasus pelecehan seksual yang pernah dialaminya kepada Fungsionaris FIB UB," katanya.

Dijelaskan, pelaku pelecehan seksual yang dilaporkan NWR merupakan kakak tingkatnya yang juga mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris FIB UB dengan inisial RAW. Saat itu, usai menerima laporan, FIB UB melakukan tindak lanjut dengan membentuk komisi etik.

Menurut Agus setelah dilakukan pemeriksaan terhadap RAW, kakak tingkat NWR itu terbukti bersalah dan telah diberikan sanksi oleh pihak Universitas Brawijaya. Sementara untuk NWR, diberikan pendampingan berupa pemberian konseling sesuai peraturan yang berlaku.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, RAW terbukti bersalah dan pihak UB memberikan sanksi serta pembinaan. Kemudian, pendampingan juga diberikan kepada NWR," katanya.

Ia menambahkan berdasarkan informasi yang diterima, NWR dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dan cukup baik. Namun, memang dari informasi lain, NWR juga dikabarkan memiliki permasalahan di keluarga.

"Mahasiswa yang baik, aktif. Namun kami mendapat kabar seperti memiliki permasalahan di keluarga," katanya.

NWR, lanjutnya, juga telah mendapatkan pelayanan konseling dari pihak Universitas Brawijaya. Pihak universitas berduka akibat meninggalnya salah satu mahasiswa yang menimba ilmu di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FIB itu.

"Jika ada isu itu didiamkan, atau dibiarkan, kami pastikan itu tidak benar. Karena itu anak kami," katanya.

Ia menambahkan, kasus pelecehan seksual yang dialami oleh NWR pada 2017 tersebut, tidak memiliki hubungan dengan kasus baru yang melibatkan oknum anggota kepolisian itu. Kasus pelecehan seksual itu, sudah diselesaikan.

"NWR meninggal dunia karena kasus yang berbeda. Kasus yang dialami NWR pada 2017, tidak ada hubungannya, untuk di Universitas Brawijaya itu sudah selesai," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, perwakilan dari Kantor Lembaga Hukum (KLH) Universitas Brawijaya, Lucky Endrawati menambahkan, NWR mengalami pelecehan seksual secara fisik dan verbal, pada 2017 yang kemudian dilaporkan pada awal 2020.

"NWR mengalami kekerasan seksual berupa pelecehan seksual secara fisik dan verbal," katanya.

Universitas Brawijaya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya salah seorang mahasiswi berinisial NWR tersebut. Selain itu, pihak universitas juga mengapresiasi dan mendukung langkah cepat yang dilakukan oleh kepolisian dalam menangani kasus tersebut.

Pihak universitas tetap konsisten dan berkomitmen melakukan segala upaya untuk mencegah dan menangani setiap tindakan yang dikualifikasikan sebagai kekerasan seksual dan perundungan di lingkungan kampus berdasar peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sebelumnya diberitakan NWR mengakhiri hidupnya di area makam di Dusun Sugian, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto pada 2 Desember 2021. NWR diduga meminum racun jenis potasium.

NWR diketahui mengalami depresi usai menjalin hubungan dengan oknum anggota polisi berinisial RB. NWR diketahui menjalin hubungan dengan oknum polisi yang bertugas di Polres Pasuruan itu sejak 2019.

Pihak kepolisian menindak tegas Bripda RB, oknum anggota Polri yang terlibat kasus bunuh diri NWR melalui pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Selain itu, oknum tersebut juga akan diproses pidana sesuai dengan pelanggaran yang dilakukannya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Anggota Dewan Pengawas BPKH Raih Gelar Doktor di Usakti

Anggota Dewan Pengawas BPKH Suhaji Lestiadi dikukuhkan sebagai doktor oleh Fakultas Ekonomi di Universitas Trisakti (Usakti), Jakarta, Selasa, (27/9/2022).

NEWS | 27 September 2022

Ini Tips Membeli Kamera Bekas Berkualitas

Bagi mereka yang ingin atau sudah hobi memotret dengan kamera, maka bisa memilih kamera bekas, tidak perlu mengeluarkan uang untuk kamera baru.

NEWS | 27 September 2022

Shandy Mandela Pastikan GM FKPPI Siap Wujudkan Indonesia Emas 2045

Ketua Umum GM FKPPI Shandy Mandela Simanjuntak komitmennya membawa organisasi tersebut mewujudkan Indonesia Emas 2045.

NEWS | 27 September 2022

Cegah Korupsi di MA, Firli Bahuri Sarankan Rotasi Pegawai

Ketua KPK, Firli Bahuri menyarankan sejumlah hal untuk memperbaiki sistem di MA agar kasus korupsi yang menjerat Hakim Agung Sudrajad Dimyati tidak terulang.

NEWS | 27 September 2022

Seluruh Logistik Penunjang KTT G-20 Selesai Akhir Oktober

Pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah KTT G-20 memastikan segala kebutuhan sarana pendukung dan logistik keperluan konferensi akan terpenuhi.

NEWS | 27 September 2022

Demokrat Harap Koalisi dengan Nasdem dan PKS Segera Terwujud

Politikus Partai Demokrat Didik Mukrianto berharap koalisi dengan Nasdem dan PKS segera terwujud untuk menghadapi Pilpres 2024.

NEWS | 27 September 2022

BPET MUI: Ciptakan Kesantunan Bermedsos dengan Penguatan Akhlak

BPET MUI Muhammad Syauqillah memandang perlunya menciptakan kesantunan bermedsos dengan penguatan akhlak dan nilai-nilai Pancasila.

NEWS | 27 September 2022

Otsuka Blue Planet Bantu Pemerintah Kurangi Sampah Plastik

PT Amerta Indah Otsuka meluncurkan program Otsuka Blue Planet sebagai komitmen perseroan dalam mendukung upaya pemerintah mengurangi sampah plastik.

NEWS | 27 September 2022

PLN Batalkan Program Kompor Listrik

PLN membatalkan program pengalihan kompor LPG 3 kg ke kompor listrik. Langkah ini untuk menjaga kenyamanan masyarakat dalam pemulihan ekonomi.

NEWS | 27 September 2022

Isu Jokowi Jadi Cawapres Subianto Prabowo, Ini Respons PDIP

Ketua DPP PDIP Said Abdullah menilai Presiden Jokowi bakal tidak mau maju lagi di Pilpres 2024 dengan menjadi cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

NEWS | 27 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Surplus APBN


# Kompor Listrik


# AKBP Arif Rachman


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
PDIP Jelaskan Wajah Kesal Puan Saat Bagikan Kaus ke Warga

PDIP Jelaskan Wajah Kesal Puan Saat Bagikan Kaus ke Warga

NEWS | 3 jam yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings