Dampak Erupsi Semeru, 200 Ha Lahan Pertanian Gagal Panen
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Dampak Erupsi Semeru, 200 Ha Lahan Pertanian Gagal Panen

Senin, 6 Desember 2021 | 18:20 WIB
Oleh : Amrozi Amenan / FER

Surabaya, Beritasatu.com - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Lumajang Agus Setiawan memastikan lebih dari 200 hektare (Ha) lahan pertanian yang ada di dua kecamatan, yakni Pronojiwo dan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur mengalami gagal panen akibat terdampak erupsi Gunung Semeru.

"Ada tanaman kebun, di lereng gunung dan di aliran sungai, semuanya terdampak. Beberapa komoditas diantaranya padi dan palawija, serta tanaman kebun, juga ada tanaman sengon. Karena kena banjir lahar dingin dan abu vulkanik, tanaman itu mati semua," kata Agus Setiawan ketika dikonfirmasi Beritasatu.com melalui sambungan seleluer, Senin (6/12/2021).

Adapun lahan tanaman kopi yang juga menjadi salah satu komoditas andalan sekitar Gunung Semeru yang terdampak masih belum bisa dipastikan. Karena para petani yang memiliki lahan tanaman kopi belum bisa naik lereng gunung untuk memastikan apakah tanaman kopi mereka sudah mati atau masih bisa diselamatkan.

"Kalau kopi ada di lereng, tetapi karena belum bisa naik ke atas, teman-teman petani di desa Oro-Oro Ombo belum bisa memberikan kabar ke kita apa tanam masih utuh atau tidak," ujarnya.

Selain lahan pertanian dan kopi, Agus mengungkapkan, ada banyak hewan ternak yang mati dan tidak bisa diselamatkan. Di kabupaten Lumajang, ujarnya, umumnya setiap rumah ada peliharaan hewan ternak, seperti sapi, kambing atau lainnya. Tetapi saat evakuasi, hewan-hewan ternak tersebut banyak yang tidak sempat dibawa pemiliknya karena erupsi dan lahar dingin gunung Semeru datang secara mendadak.

Adapun hewan ternak yang ada di desa Sumber Urip, Sumber Mujur, Oro-Oro Ombo dan Supit Urang yang otomatis terdampak dan banyak hewan seperti sapi dan kambing yang mati karena diterjang aliran lahar.

"Sempat ada yang berhasil dievakuasi tetapi lebih banyak yang tidak bisa dievakuasi karena kejadian mendadak. Seperti tadi subuh, sekitar setengah jam 04.00 subuh aliran lahar dingin membesar sehingga evakuasi tanpa bisa mengevakuasi ternak tersebut. Kemungkinan besar sudah mati karena tertimbun," tutur Agus yang juga menjabat sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Lumajang.

Untuk saat ini, lanjut Agus, Kadin Lumajang sedang melakukan riset terkait dampak ekonomi dan dampak sosial akibat erupsi gunung Semeru dan bagaimana penanganan pascabencana.

"Kami sudah melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan Ketum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto dan Kadin Indonesia. Kadin Indonesia, Kadin Jatim dan Kadin Lumajang bersinergi mengumpulkan bantuan, utamanya penanganan dampak ekonomi utamanya pascabencana," tegasnya.

Mengenai kerugian akibat erupsi tersebut, Agus masih belum bisa memastikan karena kondisi terus berkembang. Daerah yang terdampak juga semakin meluas sehingga evaluasi kerugian masih belum bisa dilakukan.

"Seperti sekarang air naik terus, mungkin rumah yang kemarin belum kena dampak, sekarang terkena. Seperti dua hari yang lalu lahar masih di aliran sungai saja, tetapi tadi subuh sudah menjangkau hampir ke jalan nasional. Tapi yang pasti di kecamatan Pronojiwo dan Candipuro ini kerugian sangat besar sekali, mulai dari lahan pertanian, peternakan dan harta benda. korban juga sangat banyak," ujarnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

KPK Sita Catatan Transaksi Keuangan Bupati Penajam Paser Utara

KPK menyita catatan keuangan milik Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud saat menggeledah sejumlah lokasi terkait dugaan suap proyek dan perizinan. 

NASIONAL | 18 Januari 2022

Napi di Lapas Leluasa Gunakan Ponsel Saat Melakukan Tindak Kriminal

Dalam aksinya, para pelaku menggunakan telepon seluler (ponsel) untuk melakukan tindak pidana dari dalam lapas.

NASIONAL | 18 Januari 2022

Besok hingga Jumat Ini, Waspada Peningkatan Curah Hujan di Jabodetabek

Wilayah Jabodetabek perlu mewaspadai terjadinya peningkatan curah hujan 3 hari ke depan yakni Rabu (19/1/2022) hingga Jumat (21/1/2022).

NASIONAL | 18 Januari 2022

Majelis Hakim Beberkan Alasan Tidak Vonis Mati Heru Hidayat di Perkara Asabri

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta membeberkan alasan tidak memvonis mati Heru Hidayat dalam perkara dugaan korupsi Asabri.

NASIONAL | 18 Januari 2022

Korupsi di Jasindo, Kiagus Emil Dihukum 4 Tahun Penjara

Pengadilan Tipikor menghukum pemilik PT Ayodya Multi Sarana (AMS) Kiagus Emil Fahmy Cornain empat tahun penjara dalam kasus korupsi PT Jasindo.

NASIONAL | 18 Januari 2022

Coba Tabrak Petugas, Pencuri Kabel Telkom Ditembak Mati

Seorang anggota komplotan pencuri kabel bawah tanah milik PT Telkom ditembak mati setelah berusaha menabrak petugas.

NASIONAL | 18 Januari 2022

Polri Belum Terima Permohonan Penangguhan Penahanan Ferdinand Hutahaean

Kepolisian belum menerima surat permohonan penangguhan penahanan dari Ferdinand Hutahaean (FH).

NASIONAL | 18 Januari 2022

Korupsi Asabri, Heru Hidayat Diwajibkan Bayar Rp 12,6 Triliun

Pengadilan Tipikor Jakarta mewajibkan Heru Hidayat membayar uang pengganti senilai Rp 12,6 triliun terkait perkara dugaan korupsi PT Asabri. 

NASIONAL | 18 Januari 2022

Kepala Bappenas: IKN Nusantara Tak Dibangun Seperti Lampu Aladin

Menurut Suharso, membangun kota tidak seperti lampu Aladin yang tiba-tiba jadi, tetapi harus memiliki perencanaan yang matang dan terukur.

NASIONAL | 18 Januari 2022

Lolos dari Hukuman Mati, Heru Hidayat Divonis Nihil di Perkara Korupsi Asabri

Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat lolos dari hukuman mati karena divonis pidana nihil dalam perkara dugaan korupsi Asabri. 

NASIONAL | 18 Januari 2022


TAG POPULER

# IKN


# Nia Ramadhani


# Omicron


# Rahmat Effendi


# Sanksi Antidoping



TERKINI
IBL: Tangerang Hawks Curi Kemenangan dari Bali United

IBL: Tangerang Hawks Curi Kemenangan dari Bali United

OLAHRAGA | 4 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings