Saksi Sebut Angin Prayitno Sosok Sederhana 
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Saksi Sebut Angin Prayitno Sosok Sederhana 

Selasa, 7 Desember 2021 | 22:42 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Polri Taufan Arif Nugroho menyebut mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu, Angin Prayitno Aji merupakan sosok yang mengajarkannya untuk hidup sederhana dan tidak boros. Klaim itu disampaikan Taufan Arif saat dihadrikan jaksa penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan pajak dengan terdakwa Angin Prayitno di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (7/12/2021).

"Saya selalu dididik dengan sederhana," kata Taufan.

Taufan merupakan anak dari Angin Prayitno. Taufan mengeklaim ayahnya tidak pernah mengajarkannya untuk hidup boros. Hal ini, kata Taufan, setidaknya tercermin dari uang jajan yang diberikan Angin kepadanya selalu terbatas. Menurutnya, ajaran itu membuatnya dan seluruh anggota keluarga bisa hidup dengan sederhana.

"Iya, sama juga (perlakuan ke keluarga lain)," tutur Taufan.

Dalam persidangan ini, selain Taufan, jaksa KPK juga menghadirkan saksi lainnya, yakni M Fatoni. Jaksa sempat mempertanyakan tudingan saksi M Fatoni. Fatoni mengeklaim mendapatkan pesan yang diduga dari pihak Angin Prayitno Aji.

"Ada satu SMS (WhatsApp) untuk bekerja sama," kata Fatoni.

Fatoni menyebut kerja sama itu untuk menyelamatkan aset milik Angin saat kasus tengah dalam proses penyidikan di KPK. Namun, Fatoni mengeklaim tidak menggubris pesan itu.

Jaksa kemudian mempertanyakan pengirim pesan itu. Fatoni mengetahui pengirimnya merupakan seorang perempuan. Namun, Fatoni mengaku tak mengenalnya.

Jaksa kemudian mempertanyakan kebenaran pernyataan Fatoni.

"Tahu darimana ibu-ibu?" ujar jaksa.

Jaksa kemudian meminta Fatoni untuk memperlihatkan bukti tudingannya. Namun, dia mengeklaim pesan itu sudah hilang karena terhapus.

"Terhapus (pesannya)," tutur Fatoni.

Diberitakan, jaksa mendakwa Angin Prayitno Aji dan mantan Kepala Sub Direktorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan DJP, Dadan Ramdani menerima suap sebesar Rp15 miliar dan SGD 4 juta atau setara sekitar Rp 42 miliar. Jika dikalkulasikan, total suap yang diduga diterima para pejabat pajak tersebut sekira Rp 57 miliar.

Mereka didakwa menerima suap tersebut dari tiga konsultan dan seorang kuasa pajak, yakni, Veronika Lindawati selaku kuasa dari PT Bank Panin; Agus Susetyo selaku konsultan pajak PT Jhonlin Baratama; serta Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Magribi selaku konsultan pajak dari PT Gunung Madu Plantations.

Suap itu diterima Angin dan Dadan bersama-sama dengan pejabat pajak lainnya yakni, Wawan Ridwan; Alfred Simanjuntak; Yulmanizar; dan Febrian.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Korps Paskhas TNI AU Kini Jadi Kopasgat

Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa mengubah nama pasukan elite TNI AU Paskhas menjadi Kopasgat.

NASIONAL | 26 Januari 2022

Audiensi dengan BNPT, Dirjen Bina Pemdes Bahas Pencegahan Ekstremisme

Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Yusharto Huntoyungo beraudiensi dengan Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar.

NASIONAL | 26 Januari 2022

Indonesia Butuh Pemimpin yang Mampu Beradaptasi terhadap Perubahan

Indonesia membutuhkan pemimpin-pemimpin yang mampu beradaptasi serta mampu mengatasi masalah-masalah baru yang timbul akibat perubahan itu sendiri.

NASIONAL | 26 Januari 2022

Gandeng Baznas, SiCepat Ekspres Bantu Korban Gempa Banten

SiCepat Ekspres memberikan bantuan dana Rp 50 juta kepada Baznas untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa Banten.

NASIONAL | 31 Januari 2022

Misbakhun Minta DJKN Cermati Patgulipat Pengalihan Aset dari BLBI

Misbakhun meminta DJKN Kemenkeu mencermati praktik patgulipat obligor maupun debitur BLBI dalam menguasai aset yang telah disita pemerintah.

NASIONAL | 26 Januari 2022

Selain Stunting, Indonesia Masih Hadapi Beban Ganda Masalah Gizi

Selain permasalahan stunting, Indonesia juga masih memikul beban ganda masalah gizi

NASIONAL | 26 Januari 2022

2 Eks Pejabat Ditjen Pajak Didakwa Terima Suap Sin$ 1,2 Juta

Dua mantan pejabat Direktorat Jenderal (Ditjen Pajak), Wawan Ridwan dan Alfred Simanjuntak didakwa menerima suap sebesar Rp 15 miliar dan Sin$ 4 juta.

NASIONAL | 26 Januari 2022

Mediasi Gagal, Penggugat Tetap Minta Yusuf Mansur Bayar Uang Kerohiman

Ustaz Yusuf Mansur tetap diminta membayar uang kerohiman kepada dua mantan TKI di Hong Kong dalam bisnis tabung tanah karena upaya mediasi menemui kegagalan.

NASIONAL | 26 Januari 2022

Hina Prabowo Subianto, Gerindra Jateng Polisikan Edy Mulyadi

DPD Partai Gerindra Jawa Tengah secara resmi melaporkan Edy Mulyadi ke Polda Jateng karena menghina Ketua Umum Prabowo Subianto

NASIONAL | 26 Januari 2022

Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura, Persempit Ruang Gerak Pelaku Pidana

Perjanjian ekstradisi antara Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Singapura akan mempersempit ruang gerak pelaku tindak pidana

NASIONAL | 26 Januari 2022


TAG POPULER

# Nurul Arifin


# Wiyanto Halim


# Sorong


# Rupiah


# Jokowi



TERKINI
Kasus Harian Covid-19 Tembus 7.000, Prof Zubairi Sarankan Level PPKM Dinaikkan

Kasus Harian Covid-19 Tembus 7.000, Prof Zubairi Sarankan Level PPKM Dinaikkan

KESEHATAN | 12 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings