Logo BeritaSatu

Polri Pastikan Tindak Tegas Bripda Randy Bagus

Rabu, 8 Desember 2021 | 15:36 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati - / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Polri memastikan tidak ada pembiaran dan akan menindak tegas setiap anggota yang melakukan pelanggaran hukum. Termasuk tindakan tegas kepada Bripda Randy Bagus, anggota Polres Pasuruan, Jawa Timur, yang telah menjadi tersangka kasus dugaan aborsi dan dugaan pelanggaran kode etik kepolisian.

Hal itu ditegaskan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, terkait beredarnya kabar di media sosial kalau penahanan Bripda Randy Bagus hanya formalitas.

"Prinsipnya di institusi ini tidak ada pembiaran. Jika ada anggota yang melakukan hal positif pasti akan mendapat ganjaran yang positif juga. Ketika ada yang melakukan pelanggaran pasti akan diberikan sanksi. Itu prinsipnya," ujar Rusdi, Rabu (8/12/2021).

Dikatakan Rusdi, Polri akan menindak tegas setiap anggota yang melakukan pelanggaran baik disiplin, etika maupun pidana.

"Tidak ada pembiaran di institusi ini. Kasus di Polres Mojokerto itu sudah jelas. Polri akan menindak tegas bagi anggota yang melanggar peraturan baik disiplin, etika bahkan pidana sekalipun akan dilakukan tindakan secara tegas. Prinsipnya sekali lagi, tidak ada pembiaran di institusi ini," ungkapnya.

Diketahui, Polda Jawa Timur telah menahan dan memproses hukum Bripda Randy Bagus yang diduga sengaja menyuruh korban Novia Widyasari untuk melakukan aborsi sebanyak dua kali.

Novia sendiri ditemukan tak bernyawa diduga bunuh diri meminum cairan mengandung potasium, di area pemakaman umum Dusun Sugihan, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (2/12/2021) lalu.

Berdasarkan dari hasil penyidikan, Bripda Randy Bagus dan Novia Widyasari sudah berkenalan sejak Oktober 2019. Keduanya berpacaran, lalu melakukan hubungan layaknya suami istri yang berlangsung sejak 2020 sampai 2021.

Polri menemukan bukti bahwa korban selama berpacaran dengan Bripda Randy Bagus sejak Oktober 2019 sampai Desember 2021 sudah melakukan tindakan aborsi sebanyak dua kali, yakni pada Maret 2020 dan Agustus 2021.

Atas perbuatannya, Bripda Randy Bagus secara internal melanggar hukum Perkap Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik serta dijerat Pasal 7 dan Pasal 11. Secara pidana umum dijerat dengan Pasal 348 juncto Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# BRI Majalengka


# Perumahan Pantai Mutiara


# UU PPP


# UAS


# Harga CPO


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Pernikahan Ketua MK dengan Adik Jokowi Berjalan Lancar

Pernikahan Ketua MK dengan Adik Jokowi Berjalan Lancar

NEWS | 20 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings