Logo BeritaSatu

DPR: Paket Karantina Sampai Rp 24 Juta Memberatkan Warga

Senin, 13 Desember 2021 | 14:59 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / DAS

Jakarta, Beritasatu.com- Kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Komisi VIII DPR mempertanyakan paket karantina pelaku perjalanan luar negeri yang mencapai Rp 24 juta. Biaya itu dinilai memberatkan masyarakat.

Hal itu terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VIII DPR dengan BNPB, Senin (13/12/2021).

Komisi VIII DPR, Yandri Susanto bertanya kepada Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto terkait masa karantina perjalanan internasional yang selalu berubah.

Yandri melihat fenomena di media sosial suara masyarakat yang mempertanyakan apa tujuan pemerintah yang kerap mengubah masa karantina pelaku perjalanan internasional.

"Karantina ini menjadi perbincangan di media sosial. Mulai dari tujuh hari, lalu lima hari ke tiga hari. Sekarang menjadi 10 hari. Jadi, ini kata masyarakat, apa bedanya begitu, Pak? tiga dengan lima, lima dengan 10, itu apa bedanya?," kata Yandri.

Dirinya mengaku paham dengan apa yang dirasakan oleh masyarakat sehingga mempertanyakan masa karantina perjalanan internasional.

Dikatakan masyarakat merasa bahwa berubahnya masa karantina tersebut berdampak bagi keuangan yang mereka keluarkan menjadi berlebihan.

"Yang mereka rasakan pertama adalah pasti perbedaan biayanya. Paketnya ada yang Rp 24 juta, ada yang Rp 10 juta, Rp 12 juta, tergantung hotelnya. Hal ini pastinya cukup memberatkan bagi peserta karantina yang memang datang dari luar negeri," katanya.

Suharyanto menyatakan, Warga Negara Indonesia (WNI) yang baru saja melakukan perjalanan internasional akan dikarantina selama 10 hari di tempat yang telah disediakan Satgas Penanganan Covid-19, dan bukan di hotel. Karantina hotel bagi warga negara asing (WNA).

"Masa karantina 10 hari ini untuk WNI yang PMI (pekerja migran Indonesia) ini disiapkan oleh kami. Jadi memang yang di hotel-hotel itu bagi WNA. Tetapi yang WNI itu disiapkan di beberapa tempat penampungan di Wisma Atlet, di Pademangan, dan di Kemayoran," katanya.

Suharyanto yang juga sebagai Ketua Satgas Penanganan Covid-19 itu menjelaskan, aturan karantina 10 hari sudah ditetapkan pemerintah melalui Addendum Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 23 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Covid-19.

Berdasarkan penjelasannya, aturan karantina 10 hari wajib dilakukan oleh WNI maupun WNA yang baru saja tiba dari luar negeri.

Meskipun demikian, mereka harus berada dalam kategori seorang pelaku perjalanan internasional di luar 11 negara yang telah ditetapkan pemerintah untuk karantina 14 hari.

"Jadi ada 11 negara itu memang harus 14 hari karantina," jelas Suharyanto.

Masa karantina 14 hari berlaku untuk pelaku perjalanan internasional yang datang dari 11 negara di antaranya Afrika Selatan, Botswana, Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambik, Namibia, Eswatini, Lesotho dan Hong Kong.

Hal ini dikarenakan telah terdeteksinya virus Covid-19 varian Omicron di negara itu. Namun untuk yang di luar 11 negara tersebut, masa karantinanya adalah 10 hari.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Kepala RS Tewas Ditikam


# Inflasi


# Bob Tutupoly Meninggal


# Polisi Gadungan


# Update Covid-19


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Pakar: Kasus Covid-19 Naik Berpotensi Muncul Varian Baru

Pakar: Kasus Covid-19 Naik Berpotensi Muncul Varian Baru

NEWS | 31 detik yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings