Logo BeritaSatu

Polres Bantul Dipraperadilankan

Senin, 13 Desember 2021 | 23:17 WIB
Oleh : Willy Masaharu / WM


Yogyakarta, Beritasatu.com - Polres Bantul memasuki babak baru karena dipraperadilankan oleh tersangkanya. Keputusan Praperadilan terhadap Polres Bantul harus dilakukan karena, banyak prosedur yang ditabrak oleh penyidik dalam proses penyelidikan hingga penetapan tersangka terhadap Leohardy Fanani. Salah satu yang menjadi sorotan adalah hasil audit Kantor Akuntan Publik (KAP) Henry dan Sugeng yang diakui oleh Polres Bantul merupakan audit independen dan kemudian menjadi alat bukti penetapan status tersangka bagi Leohardy Fanani.

Penegasan ini diungkapkan Dadang Danie P, SH pengacara dari tersangka Leohardy Fanani dalam jumpa pers, di warung angkringan Klangenan, jalan Patang Puluhan, Yogyakarta, Senin (13/12/2021). Dalam jumpa pers tersebut, Dadang Danie didampingi oleh AM Putut Prabantoro, yang sejak awal menjadi konsultan hukum bagi Leohardy Fanani. Pendaftaran praperadilan dilakukan di Pengadilan Negeri Bantul Yogyakarta pada Senin (13/12/2021) pagi.

Sementara itu, AM Putut Prabantoro menegaskan, masyarakat Indonesia harus yakin bahwa keadilan ada di Indonesia. Sila Kelima ada di Indonesia dan Pancasila menjaminnya. Yang paling penting pada saat ini adalah masyarakat korban berani menyuarakan ketidakadilan melalui berbagai cara termasuk media mainstream atau media sosial tetapi masih dalam koridor hukum.

“Kita harus mendukung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mewujudkan visi Presisi-nya. Dan pilar keberhasilan Presisi adalah semua anggota Polri yang tanpa kecuali harus mewujudkan Presisi. Saya yakin apa yang ditegaskan oleh Kapolri beberapa waktu lalu tentang jajarannya, akan dibuktikan. Yang diperlukan Kapolri, ini menurut saya, adalah masyarakat harus bersuara dan jangan takut dengan ancaman. Sekarang zaman teknologi komunikasi yang canggih. Namun semuanya harus dilakukan dalam koridor hukum,” tegas AM Putut Prabantoro, yang juga Taprof Bidang Ideologi dan Sosbud, Lemhannas.

Menurut Dadang, pihaknya harus mengajukan praperadilan. Dari sini dan dikawal oleh rekan-rekan media, keadilan itu akan terlihat jelas. Sejak awal pemeriksaan hingga penetapan kasus tersangka terhadap Leohardy Fanani, banyak kejanggalan dan kesalahan prosedur yang dilakukan Polres Bantul.

Diurai oleh Dadang bahwa kesalahan prosedur, antara lain,
· Hingga konferensi pers hari ini, tidak ada SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) yang diterima oleh Leohardy Fanany. SPDP ini sangat penting karena merupakan pintu gerbang dimulainya penyidikan. Jika tidak ada SPDP yang dikirim ke Leohardy Fanani dapat dikatakan prosedur penyidikan dan seterusnya tidak benar.

· Dalam proses penyidikan, ada dua Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) yang diacu dalam kasus ini (terlampir) yang mengundang banyak pertanyaan mengapa ada dua sprindik.

·Acuan untuk pemanggilan Leohardy Fanany untuk diambil keterangan sebagai tersangka merujuk pada surat yang salah yakni Pemanggilan sebagai saksi dan bukan tersangka. Meskipun demikian, proses pengambilan keterangan sebagai tersangka tetap dilaksanakan.

·Sebelum dilaporkan pada 26 Oktober 2020 di Polres Bantul, PT PPJ melalui pengacaranya Pitoyo SH, MH dari Law Office Alianto Wijaya SH, MH & Rekan pada 24 Agustus 2020 telah mengambil paksa sertifikat tanah dan bangunan milik Lusi Harianto yakni isteri dari Leohardy Fanani pada 24 Agustus 2020. Fakta pengambilan paksa sertifikat itu diabaikan oleh penyidik.

·Nilai kerugian yang diderita PT PPJ atas perbuatan Leohardy Fanani periode Tahun 2016 – 2019 juga berubah-ubah. Dalam Berita Acara Serah Terima Penyerahan Sertifikat 24 Agustus 2020 dikatakan kerugian PT PPJ sebesar Rp 5,5 miliar dan kerugian ini ditegaskan lagi oleh Pitoyo SH pada 29 Oktober 2020 bahwa kerugian Rp 5,5 miliar berdasarkan audit internal. Ketika dilaporkan ke Polres Bantul pada 26 Oktober 2020 kerugian yang dilaporkan sebesar Rp 3 miliar. Namun ketika Leohardy diperiksa pertama kali pada 15 Maret 2021, kerugian perusahaan sebesar Rp 2,2 miliar berdasarkan audit internal. Dan terakhir ketika penetapan tersangka kerugian perusahaan sebesar Rp 2,2 miliar yang hasil audit independen yang dilakukan dari Kantor Akuntan Publik Henry dan Sugeng.

Berdasarkan hasil audit ini, Polres menetapkan Leohardy Fanani sebagai tersangka.
·Hasil audit ini tidak valid karena dalam proses penentuan auditor independen Polres Bantul tidak meminta persetujuan dari Leohardy. Auditor yang diaku independen oleh penyidik Polres Bantul ternyata dipilih dan dibayar oleh PT PPJ sendiri. Yang paling penting adalah Leohardy Fanani yang katanya merugikan perusahaan tidak diwawancarai oleh Kantor Akuntan Publik Henry & Sugeng. Sementara Leohardy Fanani uang yang digunakan sebesar Rp 678 juta dan itu seharusnya sudah impas dengan diambilnya sertifikat yang nilainya Rp 1,3 miliar.

“Kasus ini aneh semua. Ibaratnya, mengaku kehilangan mobil mewah tetapi kemudian mengaku kehilangan motor bebek. Dan menurut info yang saya terima dan ini bisa dicek kebenarannya bahwa berdasarkan kesaksian Tian Herlambang dari KAP Henri dan Sugeng di Polres Bantul, ada permintaan dari PT PPJ untuk menunjuk auditor independe dan ahli. Untung Riski Nugroho dari KAP Henri dan Sugeng yang melakukan audit untuk mengetahu kerugian dari tanggal 27 April sd 07 Juni 2021. Bagaimana menentukan kerugian jika Leohardy tidak diwawancarai karena dia adalah pemegang kunci. Selain Leohardy, harusnya diwawancarai adalah Florentina Silalahi, Novi Lestari, Sri Hartati dan Yohanes Trihandoko, yang adalah karyawan PT Pixel Perdana Jaya cabang Yogyakarta,” ujar Dadang.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Lin Che Wei


# UAS


# Cabul


# Atribut Keagamaan


# Tes Covid-19


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Senin, Anggaran dan Tahapan Pemilu 2024 Bakal Diputuskan

Senin, Anggaran dan Tahapan Pemilu 2024 Bakal Diputuskan

NEWS | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings