Logo BeritaSatu

KPK Tahan Tersangka Suap Pajak

Senin, 27 Desember 2021 | 18:32 WIB
Oleh : Fana F Suparman / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Ketua Tim Pemeriksa pada Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak, Alfred Simanjuntak, Senin (27/12/2021). Alfred yang saat ini menjabat sebagai fungsional pemeriksa pajak pada Kanwil DJP Jawa Barat II merupakan tersangka kasus dugaan suap pengurusan pajak di Ditjen Pajak Kemkeu.

Kasus ini sebelumnya telah menjerat dua mantan pejabat Ditjen Pajak Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdhani. Keduanya saat ini sedang menjalani proses persidangan

"Hari ini kami akan menyampaikan informasi terkait penahanan tersangka AS (Alfred Simanjuntak), Ketua Tim Pemeriksa pada Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak/ saat ini menjabat Fungsional Pemeriksa Pajak pada Kanwil DJP Jawa Barat II dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji terkait pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan tahun 2017 pada Dirjen Pajak," kata Direktur Penyidikan KPK, Setyo Budiyanto dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (27/12/2021).

Setyo mengatakan, Alfred ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur untuk 20 hari pertama. Dengan demikian, Alfred setidaknya bakal mendekam di sel tahanan setidaknya hingga 15 Januari 2022.

"Agar proses penyidikan bisa segera diselesaikan, tim penyidik melakukan upaya paksa penahanan pada tersangka AS (Alfred Simanjuntak) untuk 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 27 Desember 2021 sampai dengan 15 Januari 2022 di Rutan Tahanan Polres Metro Jakarta Timur," kata Setyo

Setyo membeberkan konstruksi perkara kasus yang menjerat Alfred. Sebagai ketua tim pemeriksa pajak, Alfred melakukan pemeriksaan perhitungan perpajakan sejumlah wajib pajak atas perintah dari Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani selaku atasannya. Sejumlah wajib pajak itu yakni, PT Gunung Madu Plantations tahun pajak 2016, PT Bank PAN Indonesia atau Bank Panin untuk tahun pajak 2016, dan PT Jhonlin Baratama untuk tahun pajak 2016 dan 2017.

Selama proses pemeriksaan, Alfred dan tim pemeriksa pajak diduga mendapat banyak arahan dan atensi khusus dari Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani agar ketiga wajib pajak dimaksud dilakukan perhitungan pajak sesuai dengan keinginan dari para wajib pajak ini.

"Sebagai bentuk kesepakatan untuk memenuhi keinginan para wajib pajak, maka setiap wajib pajak diminta menyiapkan sejumlah uang untuk memperlancar proses perhitungan pajaknya dan juga nilai pajaknya pun dimodifikasi lebih rendah dari total keharusan kewajiban nilai pembayaran pajaknya," papar Setyo.

KPK menduga, atas perhitungan pajak yang telah dimodifikasi itu, Alfred Simanjuntak bersama tim pemeriksa pajak, menerima sekitar SGD 625 ribu.

Atas perbuatannya, Alfred disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Anggota TNI Tewas


# Medina Zein


# Vaksinasi Covid-19


# Piala Thomas


# Timnas Indonesia


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
DPR Minta KPU-Bawaslu Lakukan Simulasi Masa Kampanye 75 Hari

DPR Minta KPU-Bawaslu Lakukan Simulasi Masa Kampanye 75 Hari

NEWS | 26 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings