Logo BeritaSatu

Longsor dan Banjir di Jayapura, 7 Orang Tewas

Jumat, 7 Januari 2022 | 10:57 WIB
Oleh : Antara/Jeis Montesori / JEM

Jayapura, Beritasatu.com - Bencana tanah longsor dan banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kota Jayapura, Papua. Laporan sementara menyebutkan akibat tujuh orang meninggal dunia akibat bencana tanah longsor yang melanda sejumlah lokasi di Jayapura hingga Jumat (6/1/2022) pagi.

Wakil Kepala Polresta Jayapura Kota AKBP Suprapto mengatakan bencana tanah longsor menyebabkan tiga orang meninggal di daerah Nirwana, dua orang meninggal di daerah Bhayangkara, dan masing-masing satu orang di daerah APO Bengkel dan Klofkam.

"Para korban yang meninggal karena tertimbun longsoran tanah sudah dievakuasi ke beberapa rumah sakit di Kota Jayapura, termasuk Rumah Sakit Bhayangkara," kata Suprapto.

Selain merenggut korban jiwa, ia mengatakan, tanah longsor juga menyebabkan enam orang terluka sehingga harus menjalani perawatan medis.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Jayapura sejak Kamis (6/1/2022) malam menyebabkan banjir dan tanah longsor di ibu kota Provinsi Papua tersebut.

Sementara Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru mengatakan bencana banjir menyebabkan sekitar 200 warga di kawasan Pasar Youtefa mengungsi.

"Sebagian warga mengungsi di Gereja Maranatha," katanya.

Rustan Saru mengatakan, selain melanda kawasan Pasar Youtefa, banjir juga menerjang daerah Perumnas IV, Perumahan Organda, kompleks SMAN 4 Entrop, kompleks CV Thomas, dan Perumahan Grand Abe.

Korban Banjir Jayapura

Sementara itu, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan pihaknya menerima laporan satu warga meninggal dunia akibat banjir yang melanda beberapa distrik di Kota Jayapura.

"Tim Reaksi Cepat dari Kepolisian Daerah Papua sudah mengevakuasi korban jiwa tersebut," kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang diterima Beritasatu.com, Jumat pagi.

Laporan yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura menyebutkan hujan deras berlangsung hingga pukul 01.45 WIT, Kamis malam, sedangkan pada Jumat pagi sekitar pukul 05.30 WIT terpantau hujan ringan di Kecamatan Abepura.

"Tim gabungan dari BPBD kota dan provinsi, TNI, Polri, Basarnas, RAPI, Orari dan TSBK masih berada di lokasi terdampak untuk melakukan penanganan darurat, seperti evakuasi warga. Wilayah terdampak banjir dilaporkan di Kecamatan Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Abepura, Heram dan Muara Tami," kata Abdul Muhari.

Dijelaskan, BPBD Kota Jayapura mengerahkan 3 perahu karet dan 1 truk serba guna untuk mengevakuasi warga. "Pantauan di lapangan, tinggi muka air saat banjir berlangsung sekitar 150-200 sentimeter, bahkan petugas BPBD setempat melaporkan genangan di wilayah Pasar Yotefa Abepura mencapai 300 sentimeter," katanya.

Data sementara per hari ini, Jumat (7/1), pukul 03.30 WIB, dilaporkan warga meninggal dunia 1 orang dan sejumlah warga mengungsi ke tempat aman. BPBD masih melakukan pendataan warga terdampak maupun mereka yang mengungsi hingga saat ini.

Akibat bencana tersebut, juga terjadi kerusakan pada sejumlah fasilitas umum karena terendam banjir seperti Rumah Sakit Aryoko, Kantor Gubernur Papua, serta sejumlah fasilitas umum lainnya dan rumah-rumah masyarakat.

"Laporan hingga pagi ini, listrik di wilayah terdampak masih padam," kata Abdul Muhari.

Abdul Muhari mengatakan, BPBD Kota Jayapura juga melaporkan adanya tanah longsor di Kecamatan Jayapura Utara. Pihaknya masih belum mendapatkan data lengkap karena semua personel masih melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir di wilayah Kecamatan Abepura.

Melihat peringatan dini cuaca BMKG, pada hari ini wilayah Papua berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Sedangkan di Kota Jayapura terpantau cerah-berawan pada pagi hingga malam hari.

Kota Jayapura termasuk wilayah dengan potensi bahaya banjir pada kategori sedang hingga tinggi. Tiga kecamatan berada pada potensi tersebut, termasuk wilayah-wilayah yang saat ini terdampak banjir.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan ancaman bahaya hidrometeorologi lain, seperti banjir bandang, tanah longsor atau pun angin kencang. Sementara itu, pemenuhan kebutuhan logistik dasar masyarakat terdampak harus paralel dilaksanakan dan terpenuhi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tragedi Kanjuruhan, 28 Polisi Diduga Langgar Kode Etik

Polri saat ini sedang memeriksa 28 anggota Polri yang diduga melanggar kode etik. Hal itu imbas dari tragedi Kanjuruhan

NEWS | 3 Oktober 2022

Buntut Tragedi Kanjuruhan, Kapolres Malang Dicopot

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat terkait tersebut dilakukan imbas dari tragedi Kanjuruhan

NEWS | 3 Oktober 2022

Mendes PDTT: Dana Desa Berhasil Dongkrak Pembangunan Desa

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan dana desa  telah digunakan membangun jalan desa sepanjang 316.590 kilometer.

NEWS | 3 Oktober 2022

Hari Ini Ada 25 Pasien Covid-19 Dirawat di RSDC Wisma Atlet

Pasien Covid-19 yang dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, hingga hari ini Senin (3/10/2022) tersisa 25 orang.

NEWS | 3 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Mendes PDTT Sampaikan Duka Cita

Mendes PDTT menyampaikan bela sungkawa dan duka cita mendalam atas tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Ahli Waris Tragedi Kanjuruhan Dapat Santunan Rp 15 Juta

Pemerintah memberi perhatian kepada korban tragedi Kanjuruhan, Kabupaten Malang dengan memberikan santunan kepada ahli waris.

NEWS | 3 Oktober 2022

Jokowi Santuni Keluarga Para Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan santunan sebesar Rp 50 juta kepada masing-masing keluarga korban tewas tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Pemerintah Santuni 125 Ahli Waris Tragedi Kanjuruhan

Pemerintah memberikan santunan ahli waris kepada korban Tragedi Kanjuruhan, di Kantor Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur (3/10/2022).

NEWS | 3 Oktober 2022

Tak Ingin Tragedi Kanjuruhan Terulang, Presiden PKS Dorong Evaluasi Menyeluruh

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu tak menginginkan tragedi Kanjuruhan, usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.

NEWS | 3 Oktober 2022

KPK Duga Rektor Unila secara Sepihak Batasi Kuota Penerimaan Maba

KPK mendalami dugaan Rektor Universitas Lampung (Unila) Karomani secara sepihak membatasi kuota penerimaan mahasiswa baru (maba)

NEWS | 3 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Tragedi Kanjuruhan, 28 Polisi Diduga Langgar Kode Etik

Tragedi Kanjuruhan, 28 Polisi Diduga Langgar Kode Etik

NEWS | 4 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings