Logo BeritaSatu

KPK Temukan Ada Harta Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang Irasional

Rabu, 12 Januari 2022 | 09:53 WIB
Oleh : Fana F Suparman / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan adanya harta Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi atau Bang Pepen yang irasional. Untuk itu, KPK memastikan akan terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan suap terkait proyek dan jual beli jabatan yang menjerat Pepen sebagai tersangka.

"Masih akan berkembang karena harta-harta yang irasional juga masih kami lanjutkan pengembangannya," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (11/1/2022).

Berdasarkan elhkpn.kpk.go.id, Rahmat Effendi yang menjabat sebagai Wali Kota Bekasi sejak Mei 2012 terakhir melaporkan hartanya pada 18 Februari 2021. Dalam LHKPN itu, Rahmat mengaku memiliki harta Rp 6,3 miliar atau tepatnya Rp 6.383.717.647. Harta milik Bang Pepen didominasi tanah, yakni sebanyak 39 bidang tanah.

Rahmat mengaku memiliki lima bidang tanah di Kabupaten Subang dan 34 bidang tanah di Kota/ Kabupaten Bekasi. Puluhan bidang tanah milik Rahmat itu memiliki luasan dan nilai yang bervariasi. Namun, uniknya dari 39 bidang tanah itu, Rahmat tak mencantumkan adanya bangunan di atas tanah-tanah tesebut.

Rahmat Effendi mengeklaim seluruh bidang tanah miliknya memiliki nilai sekitar Rp 6.346.002.000.

Selain puluhan bidang tanah, Rahmat juga mengaku memiliki harta berupa berupa alat transportasi dan mesin senilai Rp 810 juta. Perinciannya, sedan Toyota Crown 2003 senilai Rp 165 juta, mobil Chrysler Cher Ltd Contr 1997 senilai Rp 240 juta, mobil Jeep Cherokee 1995 senilai Rp 165 juta, dan Jeep Cherokee senilai Rp 240 juta.

Harta bergerak lainnya yang dilaporkan Pepen sebesar Rp 170 juta. Kas dan setara kas lainnya senilai Rp 610.915.238. Namun Bang Pepen tercatat memiliki utang sebesar Rp 1.553.199.591. Dengan demikian total harta Bang Pepen sebesar Rp 6.383.717.647.

Ghufron belum dapat menyampaikan secara perinci harta Rahmat Effendi yang tidak masuk akal tersebut. Hal ini lantaran proses penyidikannya masih berjalan.

Tak tertutup kemungkinan KPK bakal menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap Rahmat Effendi jika ditemukan adanya harta dari tindak pidana yang disembunyikan atau disamarkan.

"Karena suap dan gratifikasinya saja masih memungkinkan untuk tidak saja yang kami dapat pada saat OTT (operasi tangkap tangan)," ujar Ghufron.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto mengatakan, pihaknya bakal meminta bantuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mendalami harta Pepen. Dugaan pencucian uang bakal terbongkar dengan mudah jika dibantu PPATK.

"Nanti juga tentunya PPATK juga akan dijadikan bahan pertimbangan juga, apakah nanti kita temukan TPPU-nya atau tidak," tutur Karyoto.

KPK memastikan bakal menindaklanjuti semua dugaan rasuah yang dilakukan Pepen. Penangkapan dan penetapan tersangka terhadap Pepen menjadi pintu masuk untuk membongkar tindak pidana lain yang diduga dilakukan Pepen selama memimpin Kota Bekasi.

"Ini sudah ada pintu, sudah terbuka, tinggal kita mencari apakah ada tindak pidana korupsi lainnya yang signifikan," tegas Karyoto.

Diketahui KPK menetapkan Rahmat Effendi dan delapan orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek dan jual beli jabatan di lingkungan Pemkot Bekasi. Penetapan tersangka terhadap sembilan orang ini dilakukan KPK setelah memeriksa intensif 14 orang yang diciduk dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (5/1/2022) lalu.

Selain Rahmat Effendi, delapan orang lainnya yang dijerat KPK dalam kasus suap ini, yaitu Direktur PT MAM Energindo, Ali Amril; Lai Bui Min alias Anen selaku pihak swasta serta Direktur PT Kota Bintang Rayatri dan PT HS Hanaveri Sentosa, Suryadi. Selain itu, KPK juga menjerat Camat Rawalumbu, Makhfud Saifudin; Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP, M Bunyamin; Lurah Kati Sari, Mulyadi alias Bayong; Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan Kota Bekasi, Jumhana Lutfi; dan Camat Jatisampurna, Wahyudin.

KPK menduga, Rahmat Effendi menerima suap terkait fee ganti rugi serta pengerjaan proyek dan juga terkait jual beli jabatan di Pemkot Bekasi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Banjir di Australia, Perintah Evakuasi untuk Ribuan Penduduk

Perintah evakuasi dikeluarkan untuk ribuan penduduk setelah hujan tanpa henti menimbulkan banjir beberapa pinggiran kota di Australia.

NEWS | 4 Juli 2022

RSDC Wisma Atlet Kemayoran Rawat 202 Pasien Covid-19

Pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, hingga hari ini Senin (4/7/2022) berjumlah 202.

NEWS | 4 Juli 2022

Penembakan di Mal Kopenhagen, Tersangka Pemuda Usia 22 Tahun

Seorang pemuda berusia 22 tahun menjadi tersangka pelaku penembakan di sebuah mal di Kopenhagen, Denmark.

NEWS | 4 Juli 2022

Cuti 14 Hari, Bima Arya dan Ridwan Kamil Tunaikan Haji

Bima Arya mengajukan cuti dalam jabatannya Wali Kota Bogor selama 14 hari untuk menunaikan ibadah haji bersama Ridwan Kamil.

NEWS | 4 Juli 2022

Longsoran Es di Pegunungan Alpen Italia Tewaskan 6 Orang

Foto ini diambil pada 3 Juli 2022 dari Canazei, menunjukkan lapisan es yang runtuh di Marmolada, dekat Punta Rocca, menewaskan enam orang.

NEWS | 4 Juli 2022

Pelatihan Hidroponik Warnai Deklarasi Sandiaga Uno di Binjai

Rangkaian kegiatan dilakukan Relawan Sandi dalam deklarasi Menparekraf Sandiaga Uno untuk maju di Pilpres 2024.

NEWS | 4 Juli 2022

Hari Ini Hujan Berpotensi Terjadi di Seluruh Wilayah Jakarta

BMKG memperkirakan hujan akan terjadi secara merata di seluruh wilayah DKI Jakarta pada Senin (4/7/2022) siang.

NEWS | 4 Juli 2022

Penembakan di Mal Kopenhagen, 3 Orang Dilaporkan Tewas

Tiga orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam penembakan di sebuah pusat perbelanjaan (mal) di Kopenhagen pada Minggu (3/7/2022), kata polisi Denmark.

NEWS | 4 Juli 2022

Santri dan Ulama di Karawang Doakan Ganjar Pranowo

Santri dan ulama hadir di Masjid Jami Baitul Anwar, Karawang, Jawa Barat, Minggu (3/7/2022), untuk mendoakan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.

NEWS | 4 Juli 2022

Ketua Ormas di Lampung Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Seorang pria yang ternyata ketua ormas ditemukan tewas bersimbah darah di Jalan Ir Sutami, Way Laga, Sukabumi, Bandar Lampung.

NEWS | 4 Juli 2022


TAG POPULER

# Apriyani/Fadia Juara


# Elon Musk


# Yusuf Mansur


# Ahmad Dhani


# KM Setia Makmur


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Menkes: 81% Covid-19 di Indonesia adalah BA.4 dan BA.5

Menkes: 81% Covid-19 di Indonesia adalah BA.4 dan BA.5

NEWS | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings