Logo BeritaSatu

Santriwati di Ratusan Pesantren Doakan Pengesahan RUU TPKS Lancar

Rabu, 12 Januari 2022 | 23:33 WIB
Oleh : Yustinus Paat / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Salah satu aktivis yang menyampaikan aspirasi terkait RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) kepada Ketua DPR, Puan Maharani adalah perwakilan ulama yang berperspektif terhadap perempuan, yakni Ustazah dari Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), Nur Rofiah.

KUPI, kata Rofiah, pada 14 Desember 2021 lalu menggelar doa secara online yang diikuti oleh para santri/santriwati dari ratusan pesantren di Indonesia untuk kelancaran pengesahan RUU TPKS.

"Dan Mba Puan, kami juga sudah melakukan istighosah kubro tanggal 14 melalui zoom yang diikuti 1 akun zoom itu biasanya kan satu orang ya, ini 1 akun zoom 1 pesantren. Jadi beratus-ratus pesantren ikut mendoakan anggota DPR untuk bisa keteguhan hati mengesahkan RUU TPKS,” ujar Rofiah saat menyampaikan aspirasinya kepada Puan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/1/2021).

Rofiah merupakan salah satu dari belasan aktivis perempuan dari berbagai elemen dan latar belakang yang ikut menyalurkan aspirasinya kepada Puan.

Bahkan, kata Rofiah, hasil musyawarah yang dilakukan KUPI menegaskan bahwa kekerasan seksual hukumnya haram baik di dalam maupun di luar perkawinan. Salah satu rekomendasi dari Musyawarah KUPI itu adalah perlindungan hukum terhadap korban kekerasan seksual.

“Karena itu tentu saja kami sangat mendukung pengesahan RUU ini. Apabila disahkan, itu tidak hanya melindungi bangsa dari menjadi korban kekerasan seksual yang itu jelas kezaliman tetapi juga melindungi bangsa dari menjadi pelaku kezaliman atau pelaku kekerasan seksual itu sendiri,” tutur Rofiah.

Menurut Rofiah, pemahaman Islam harus memperhatikan kemaslahatan bagi kaum perempuan. Pasalnya, kaya dia, secara biologis, sistem reproduksi perempuan bisa berdampak panjang untuk kehidupannya jika menjadi korban kekerasan.

“Mohon maaf, laki-laki itu sistem reproduksinya hanya mengeluarkan sperma, durasinya menit bahkan detik dan rasanya nikmat. Sementara sistem reproduksi perempuan itu menstruasi sakit, hamil melahirkan menyusui melelahkan bahkan sakit berlipat-lipat,” ucapnya.

“Maka apa yang disebut dengan kemaslahatan, apa yang disebut oleh keadilan dan kebijakan negara, tidak boleh menyebabkan pengalaman biologis khas perempuan yang sudah sakit ini makin sakit,” imbuh Rofiah menambahkan.

Karena itu, KUPI mengajak kaum laki-laki ikut memperjuangkan perlindungan terhadap perempuan termasuk dalam hal kekerasan seksual. Rofiah juga menekankan unsur sosial di mana perempuan rentan mengalami ketidakadilan.

“Kami senang sekali Ketua DPR nya perempuan sehingga berharap sekali, seluruh UU termasuk RUU TPKS ini yang sangat dibutuhkan oleh perempuan itu bisa dapat perhatian memadai dan menjadi prioritas. Karena kalau dalam Islam itu tujuan Islam kami meyakini adalah mewujudkan sistem kehidupan yang menjadi anugerah bagi semesta termasuk bagi perempuan,” paparnya.

Rofiah menegaskan banyak masyarakat dari kelompok agama yang memberikan dukungan terhadap RUU TPKS. Dia menyemangati Puan agar terus memperjuangkan RUU TPKS sehingga prosesnya dapat berjalan dengan lancar.

“Itu yang rasional sudah, yang spiritual sudah. Jadi kalau sampai ada yang menolak pengesahan RUU TPKS menjadi UU atas nama Islam, jangan khawatir karena yang mendukung itu jauh lebih banyak. Insyaallah. Kami terus mendukung Mba Puan dan teman-teman di DPR untuk bisa melanjutkan proses ini dengan baik. Mudah-mudahan yang kita harapkan Indonesia ini menjadi Negara yang aman bagi setiap bangsanya dan selamat baik dari menjadi korban maupun jadi pelakunya,” terang dia.

Dukungan juga datang dari Peneliti pada Pusat Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Luky Sandra Amalia. Dia menegaskan kekerasan seksual merupakan persoalan yang berdampak pada perempuan dan anak, apapun status dan latar belakangnya.

“Penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan menjadi salah satu tujuan dari pembangunan berkelanjutan atau SDGs. Tetapi Perempuan bukan hanya penerima manfaat dari SDGs secara pasif. Perempuan telah dan akan menjadi key driver untuk SDGs,” tandas Luky.

Luky pun berbicara mengenai pemimpin perempuan dalam gerakan perempuan dalam rangka mewujudkan kesetaraan gender. Menurutnya, pemimpin perempuan memiliki peranan penting untuk menghentikan kekerasan seksual dan mencapai target-target SDGs.

“Banyak sekali pemimpin perempuan yang di era pandemi lebih berhasil meminimalisir kasus penyebaran Covid-19 dan menekan angka kematian dibandingkan dengan negara yang dipimpin laki-laki. Contohnya Jerman, Selandia Baru, Taiwan, Denmark, Finlandia, Islandia,” jelasnya.

“Karena pemimpin perempuan memiliki gaya komunikasi yang lebih bersahabat dan lebih empati. Itu seperti yang dilakukan Mba Puan sore hari ini. Hanya pemimpin perempuan yang bisa memahami dan menyelesaikan persoalan perempuan,” imbuhnya.

Kehadiran pemimpin perempuan disebut dapat memberikan inspirasi kepada perempuan-perempuan lain untuk mengikuti jejaknya. Termasuk dalam hal politik yang menjadi salah satu aspek penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Saya mengambil contoh kehadiran Presiden perempuan Ibu Megawati. Dengan kehadiran beliau memberikan harapan, angin segar bahwa politik bukan hanya dunianya laki-laki. Bahwa perempuan juga bisa menjadi pemimpin. Hari ini Mba Puan Maharani menjadi Ketua DPR RI perempuan, itu menjadi inspirasi bagi banyak perempuan dan melahirkan harapan bagi perempuan untuk bisa jadi pemimpin, terlibat aktif di politik dan menyuarakan aspirasinya di ruang publik,” ungkap dia.

Sementara itu Founder Institute Perempuan, Valentina Sagala berharap DPR-lah yang akan menjadi leading dalam pembahasan RUU TPKS manakala RUU ini sudah resmi disahkan sebagai RUU Inisiatif DPR. Apalagi menurutnya, Puan sejak masih menjabat sebagai Menko PMK sudah memberikan komitmen dukungannya terhadap RUU TPKS.

“Jadi kehadiran Mbak puan di sini sangat kami perlukan sekali untuk mengatur. Menurut saya, prioritas yang tadi disampaikan adalah kepentingan korban. Saya pikir kehadiran negara untuk pemenuhan hak korban itu yang dinanti-nantikan. Ini jadi legacy buat DPR dan Mbak Puan untuk memimpin DPR agar mengesahkan RUU ini menjadi UU,” sebutnya.

Puan pun berterima kasih atas dukungan berbagai kelompok perempuan terhadap RUU TPKS. Puan juga memastikan DPR RI siap menampung aspirasi dari seluruh masyarakat mengenai RUU ini.

“Kami semua berharap setelah UU ini disahkan memang akan bermanfaat bagi bangsa dan negara dalam melindungi dan melakukan pencegahan kekerasan seksual bagi siapa saja yang saat ini terkena kekerasan seksual,” pungkas Puan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Antrean KRL Masuk Stasiun Manggarai Kini Hanya 1-2 Menit

Sebulan penerapan switch over kelima (SO5), antrean KRL atau kereta rel listrik saat memasuki Stasiun Manggarai saat ini hanya 1-2 menit.

NEWS | 29 Juni 2022

Presiden Jokowi Bersedia Bawa Pesan Zelensky kepada Putin

Presiden Jokowi menawarkan diri untuk membawa pesan dari Presiden Zelensky kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

NEWS | 29 Juni 2022

Kemenparekraf Lanjutkan Sosialisasi Sadar Wisata di BTS

Kemenparekraf kembali melakukan Sosialisasi Sadar Wisata, kali ini dilakukan di destinasi pariwisata prioritas Bromo-Tengger-Semeru (BTS).

NEWS | 29 Juni 2022

Begini Cara Media Bisa Mendapatkan Akses Meliput PRJ 2022

Begini cara media dapat meliput Jakarta Fair Kemayoran (JFK) atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang dihelat dari 9 Juni hingga 17 Juli 2022 di JIExpo Jakarta.

NEWS | 29 Juni 2022

1.300 Santri dan Ulama Dukung Ganjar Selawat di Condet

Santri dan ulama dukung Ganjar menggelar gema sholawat dan doa bersama di Condet, Jakarta Timur, Rabu (29/6/2022).

NEWS | 29 Juni 2022

Hari Keluarga Nasional, Puan: Momentum Perbaikan Gizi

Ketua DPR Puan Maharani mengajak masyarakat menjadikan Hari Keluarga Nasional yang diperingati setiap 29 Juni sebagai momentum perbaikan gizi.

NEWS | 29 Juni 2022

Data Kasus dan Kematian Covid-19 Jakarta sampai 29 Juni 2022

Infografik tentang data jumlah kasus dan kematian Covid-19 di Jakarta sampai dengan tanggal 29 Juni 2022.

NEWS | 29 Juni 2022

Penerima Vaksin Covid-19 di Indonesia sampai 29 Juni 2022

Infografik tentang jumlah penerima vaksin Covid-19 di Indonesia sampai dengan tanggal 29 Juni 2022.

NEWS | 29 Juni 2022

Data Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia sampai 29 Juni 2022

Infografik tentang data jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia sampai dengan tanggal 29 Juni 2022.

NEWS | 29 Juni 2022

Orang Tua Diminta Pastikan Kondisi Anak Sehat Sebelum Liburan

Sebelum mengajak anak liburan, orang tua sebaiknya memastikan bahwa kondisi anak sehat dan siap untuk berlibur.

NEWS | 29 Juni 2022


TAG POPULER

# MotoGP 2022


# Ukraina


# Persik


# Sirkuit Formula E


# Holywings


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Catat Ya! Indonesia Punya Startup Gaming Hub Berkelas Dunia

Catat Ya! Indonesia Punya Startup Gaming Hub Berkelas Dunia

LIFESTYLE | 5 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings