Logo BeritaSatu

Bikin Koruptor Gentar, Indonesia-Singapura Siap Teken Perjanjian Ekstradisi

Selasa, 25 Januari 2022 | 08:36 WIB
Oleh : Fana F Suparman / LES

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna H Laoly akan menandatangani perjanjian ekstradisi Indonesia-Singapura, di Bintan, Kepulauan Riau, Selasa (25/1/2022). Perjanjian ini diyakini akan membuat gentar para koruptor dan teroris yang bersembunyi di Singapura.

Yasonna mengatakan, perjanjian ekstradisi ini telah diupayakan pemerintah Indonesia sejak 1998.

“Setelah melalui proses yang sangat panjang akhirnya perjanjian ekstradisi Indonesia-Singapura ini dapat dilaksanakan,” kata Yasonna dalam keterangannya, Selasa (25/1/2022).

Yasonna menjelaskan, perjanjian ekstradisi Indonesia-Singapura mencakup kesepakatan kedua negara untuk melakukan ekstradisi bagi setiap orang yang ditemukan berada di wilayah negara diminta dan dicari oleh negara peminta untuk penuntutan atau persidangan atau pelaksanaan hukuman untuk tindak pidana yang dapat diekstradisi.

“Perjanjian Ekstradisi ini akan menciptakan efek gentar (deterrence) bagi pelaku tindak pidana di Indonesia dan Singapura,” ungkap Yasonna.

Guru besar ilmu kriminologi di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian ini mengatakan,

Selain itu, perjanjian ekstradisi Indonesia-Singapura ini akan mempersempit ruang gerak pelaku tindak pidana di Indonesia dalam melarikan diri. Hal ini mengingat, Indonesia telah memiliki perjanjian dengan negara mitra sekawasan di antaranya Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Australia, Republik Korea, Republik Rakyat Tiongkok, dan Hong Kong SAR.

Adapun antara Indonesia dan Singapura telah terikat dalam perjanjian bantuan timbal balik masalah pidana atau mutual legal assistance in criminal matters (MLA) antara negara anggota ASEAN tahun 2008.

“Apabila kedua negara dapat dengan segera meratifikasi perjanjian ekstradisi yang ditandatangani maka lembaga penegak hukum kedua negara dapat memanfaatkan perjanjian ekstradisi ini dalam upaya mencegah dan memberantas tindak pidana yang bersifat lintas batas negara seperti korupsi dan terorisme,” kata Yasonna.


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Rwanda Segera Terima Kedatangan Pencari Suaka Inggris

Rwanda akan menerima gelombang pertama pencari suaka dari Inggris pada Mei ini. Kelompok pertama terdiri dari 50 pencari suaka.

NEWS | 21 Mei 2022

Bogor Berpotensi Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang

Bogor berpotensi hujan disertai petir dan angin kencang dari siang hingga malam pada hari Sabtu. 

NEWS | 21 Mei 2022

Pasien Covid-19 Dirawat di RSDC Wisma Atlet Bertambah

Pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, bertambah tiga orang.

NEWS | 21 Mei 2022

Sanksi Barat pada Rusia Dapat Berlangsung Beberapa Dekade

Sanksi Barat pada Rusia tampaknya akan tetap berlaku untuk waktu yang sangat lama, bahkan mungkin beberapa dekade.

NEWS | 21 Mei 2022

BMKG: Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Disertai Petir

BMKG menginformasikan, Jakarta berpotensi diguyur hujan dengan disertai petir dan angin kencang pada siang dan sore hari ini, Sabtu (21/5/2022).

NEWS | 21 Mei 2022

Wabah Cacar Monyet, AS Beli Jutaan Dosis Vaksin

Amerika Serikat (AS) membeli jutaan dosis vaksin untuk virus berbahaya saat wabah cacar monyet melanda.

NEWS | 21 Mei 2022

Kabar Duka! Mantan Anggota KPU Viryan Aziz Meninggal Dunia

Anggota KPU periode 2017-2022, Viryan Aziz meninggal dunia karena sakit yang dideritanya di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta.

NEWS | 21 Mei 2022

Adikoesoemo Hadirkan Beasiswa Pascasarjana Pertama di SMU

Adikoesoemo menghadirkan program beasiswa pascasarjana pertama di Singapore Management University (SMU) untuk mahasiswa Indonesia.

NEWS | 21 Mei 2022

Presenter TV Perempuan Afghanistan Wajib Tutupi Wajah

Presenter TV Perempuan Afghanistan perempuan harus menutupi wajah saat sedang siaran. Perintah Taliban harus diterapkan dan tidak untuk didiskusikan.

NEWS | 21 Mei 2022

Rusia Tuding Sanksi Barat Merusak Ketahanan Pangan

Rusia menuding sanksi Barat terkait perang Ukraina telah merusak ketahanan pangan.  Sanksi terkait Ukraina telah memperburuk masalah yang ada.

NEWS | 21 Mei 2022


TAG POPULER

# DNA Pro


# CPO


# PDSI


# SEA Games


# Hari Kebangkitan Nasional


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Rwanda Segera Terima Kedatangan Pencari Suaka Inggris

Rwanda Segera Terima Kedatangan Pencari Suaka Inggris

NEWS | 17 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings