Logo BeritaSatu

KPK Dalami Dugaan Uang Suap Rahmat Effendi Mengalir ke Keluarga

Selasa, 25 Januari 2022 | 09:26 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan terus mendalami aliran uang suap Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi, termasuk dugaan uang suap itu mengalir ke pihak keluarga.

"Semua informasi pasti akan kami konfirmasi pada saksi-saksi yang kami panggil," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (25/1/2022).

Berdasar informasi, uang suap proyek dan lelang jabatan yang diduga diterima Rahmat Effendi mengalir kepada pihak keluarga. KPK memastikan bakal mencari bukti terkait informasi tersebut.

Pepen melalui orang kepercayaannya, diduga menerima suap dari sejumlah pihak yang lahannya diganti rugi oleh Pemkot Bekasi.

Melalui, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kota Bekasi Jumhana Lutfi, Rahmat Effendi menerima uang senilai Rp 4 miliar dari Lai Bui Min. Selain itu, Rahmat Effendi melalui Camat Jatisampurna Wahyudin menerima uang Rp 3 miliar dari Camat Rawalumbu Makhfud Saifudin. Ada juga uang Rp 100 juta dari Direktur PT Kota Bintang Rayatri Suryadi alias yang mengatasnamakan sumbangan ke salah satu masjid yang berada di bawah yayasan milik keluarga Pepen.

Pepen disebut juga menerima sejumlah uang dari beberapa pegawai di Pemkot Bekasi sebagai pemotongan terkait posisi jabatan yang diemban di Pemkot Bekasi. Uang tersebut diduga digunakan untuk keperluan operasional Pepen yang dikelola oleh Lurah Karti Sari Mulyadi alias MY. Saat OTT, uang operasional tersebut tersisa tinggal Rp 600 juta.

Selanjutnya, korupsi yang dilakukan oleh Pepen diduga juga terkait dengan pengurusan proyek dan tenaga kerja kontrak di Pemkot Bekasi. Pepen diduga menerima uang Rp 30 juta dari Direktur PT MAM Energindo Ali Amril alias AA melalui Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP M Bunyamin alias MB.

Diketahui KPK menetapkan Rahmat Effendi dan delapan orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek dan jual beli jabatan di lingkungan Pemkot Bekasi. Penetapan tersangka terhadap sembilan orang ini dilakukan KPK setelah memeriksa intensif 14 orang yang diciduk dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (5/1/2022) lalu.

Selain Rahmat Effendi, delapan orang lainnya yang dijerat KPK dalam kasus suap ini, yaitu Direktur PT MAM Energindo, Ali Amril; Lai Bui Min alias Anen selaku pihak swasta serta Direktur PT Kota Bintang Rayatri dan PT HS Hanaveri Sentosa, Suryadi. Selain itu, KPK juga menjerat Camat Rawalumbu, Makhfud Saifudin; Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP, M. Bunyamin; Lurah Kati Sari, Mulyadi alias Bayong; Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan Kota Bekasi, Jumhana Lutfi; dan Camat Jatisampurna, Wahyudin.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Hasto Bantah Hubungan PDIP dan Ganjar Pranowo Renggang

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto membantah isu soal renggangnya hubungan antara PDIP dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

NEWS | 27 Mei 2022

Panggung Perayaan Kenaikan Isa Almasih di JIS Tak Gunakan Area Rumput

Panggung perayaan Kebangkitan dan Kenaikan Isa Almasih di JIS yang dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Jumat, tidak menggunakan area rumput

NEWS | 27 Mei 2022

Banjir Rob, 185 Peti Kemas di Tanjung Emas Terdampak

Sebanyak 185 peti kemas terdampak banjir rob yang melanda kawasan pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

NEWS | 27 Mei 2022

Polisi Berupaya Kembalikan Dana Korban DNA Pro

Polisi secepatnya menuntaskan perkara penipuan robot trading aplikasi DNA Pro dan menelusuri seluruh aset para tersangka untuk dikembalikan kepada korban

NEWS | 27 Mei 2022

Khofifah Ajak Warga Jatim Salat Ghaib untuk Syafii Maarif

Khofifah mengatakan kepergiaan Syafii Maarif dirasakan seluruh rakyat Indonesia karena almarhum merupakan salah satu putra terbaik bangsa.

NEWS | 27 Mei 2022

Besok, KBRI Swiss Akan Sampaikan Update Pencarian Anak Ridwan Kamil

KBRI Swiss rencananya akan menyampaikan update pencarian anak sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yakni Emmeril Khan Mumtadz besok siang waktu Indonesia.

NEWS | 27 Mei 2022

Megawati Berharap PBB Kuatkan Fungsi BMKG Internasional

Megawati mengajak seluruh negara dunia yang tergabung dalam PBB bahu-membahu memperkuat mitigasi bencana melalui penguatan fungsi BMKG Internasional.

NEWS | 27 Mei 2022

Menlu: Putra Gubernur Ridwan Kamil Belum Ditemukan

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan bahwa anak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Emmeril Kahn Mumtadz belum ditemukan.

NEWS | 27 Mei 2022

Kenangan Din Syamsuddin Mengenai Sosok Buya Syafii Maarif

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, M Din Syamsuddin menceritakan berbagai kenangannya bersama Buya Ahmad Syafii Maarif yang meninggal dunia hari ini.

NEWS | 27 Mei 2022

Polisi Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan Urine Sopir Pajero

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan urine terhadap pengemudi mobil Pajero berinisial JRS (23) yang terlibat kecelakaan maut di Jalan MT Haryono, Jaksel

NEWS | 27 Mei 2022


TAG POPULER

# Adik Jokowi Menikah


# Yeremia Rambitan


# Joe Biden


# Alex Noerdin


# KRL


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Panggung Perayaan Kenaikan Isa Almasih di JIS Tak Gunakan Area Rumput

Panggung Perayaan Kenaikan Isa Almasih di JIS Tak Gunakan Area Rumput

NEWS | 13 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings