Logo BeritaSatu

Mediasi Gagal, Penggugat Tetap Minta Yusuf Mansur Bayar Uang Kerohiman

Rabu, 26 Januari 2022 | 20:07 WIB
Oleh : Chairul Fikri / JAS

Tangerang, Beritasatu.com - Ustaz Yusuf Mansur tetap diminta membayar uang kerohiman kepada dua mantan TKI di Hong Kong dalam bisnis tabung tanah karena upaya mediasi menemui kegagalan.

Sidang lanjutan kasus pelanggaran hukum terkait bisnis tabung tanah yang dilakukan Jam'an Nurchotib Mansur alias Ustaz Yusuf Mansur (UMY) terhadap dua TKI Hong Kong kembali digelar dengan agenda mediasi yang digelar di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu (26/1/2022).

Dalam mediasi hari ini, pihak penggugat dan tergugat hanya diwakili masing-masing kuasa hukumnya dan hasilnya, sidang tersebut berakhir gagal dan penggugat tetap meminta Yusuf Mansur membayar uang kerohiman pada dua korban bisnis tabung tanahnya ini. Hal itu diungkapkan kuasa hukum penggugat, Asfa Davy Bya saat ditemui di PN Tangerang, Rabu (26/1/2022).

"Sidang hari ini agendanya mediasi. Di mana kami dari tim kuasa hukum ibu Sri Sukarsih dan Marsiti yang merupakan mantan TKI di Hong Kong berupaya untuk meminta pertanggung jawaban atas bisnis tabung tanah tersebut namun gagal. Artinya sidang berikutnya akan masuk ke pokok perkara," ungkap Asfa Davy.

Ditambahkan Asfa, gagalnya mediasi itu lantaran pihak UYM meminta bukti pelanggaran hukum yang diperbuat kliennya sehingga membuat dua mantan TKI di Hong Kong ini mengajukan gugatan secara perdata.

"Mereka (kuasa hukum UYM) dalam sidang mediasi tersebut meminta bukti. Nah kalau bukti-bukti pelanggaran hukum yang dilakukan UYM ya bukan di sidang mediasi tetapi sudah masuk dalam prinsipal materi pokok perkara persidangan dan itu yang sudah kita siapkan," lanjutnya.

"Pada prinsipnya dalam sidang ini berharap majelis hakim menetapkan bahwa UYM telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan mengambil dana dari masyarakat untuk kepentingan koperasi Indonesia Berjamaah dan tanpa izin perbankan dan menyalahi UU Perbankan. Sehingga kita minta UYM mengganti rugi sebesar Rp 190 juta dan Rp 140 juta untuk dua klien kami akibat dana yang disetor untuk bisnis tabung tanah tersebut," tambahnya.

Pihaknya penggugat sendiri menyatakan telah mempersiapkan bukti-bukti pelanggaran hukum yang dilakukan UYM terkait bisnis ini. Dan yang pasti, pihaknya ingin adanya keadilan dari bisnis yang mereka investasikan.

"Sebenarnya, kedua penggugat sendiri sebenarnya sudah menerima kembali uang pokok yang mereka setor dari UYM pada 2018 dan itu juga dikembalikan dengan perjuangan yang berat. Dan uang kerohiman yang kita mintakan ini berdasarkan perjanjian saat mereka melakukan bisnis itu di mana mereka menyebut akan ada keuntungan 8 persen keuntungan yang didapat kalau mereka menginvestasikan. Uang kerohiman itu kita hitung dari mereka menginvestasikan uangnya itu sampai sekarang," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

HUT Ke-22 Apeksi, Momentum Kepala Daerah Bertukar Gagasan

Ketua Apeksi Bima Arya menyebut HUT ke-22 Apeksi merupakan momentum berharga bagi setiap kepala daerah untuk bertukar gagasan

NEWS | 26 Mei 2022

Kemendagri Apresiasi Daerah yang Raih WTP Gunakan SIPD

Kemendagri mengapresiasi pemerintah daerah (pemda) yang mendapatkan opini WTP dengan menggunakan SIPD.

NEWS | 26 Mei 2022

PBB Minta Taliban Batalkan Pembatasan terhadap Perempuan

Utusan HAM PBB di Afghanistan meminta otoritas Taliban untuk membatalkan berbagai pembatasan terhadap perempuan.

NEWS | 26 Mei 2022

Biden Bakal Undang BTS Bahas Kebencian pada Orang Asia

Presiden AS Joe Biden bakal mengundang grup K-pop BTS ke Gedung Putih untuk membahas cara penanganan kebencian pada orang Asia.

NEWS | 26 Mei 2022

Letakkan Pancasila Sebagai Nilai Dasar dan Universal

memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni,MPR-Institut Filsafat Pancasila mengadakan sarasehan bertajuk Pancasila sebagai Dasar Filsafat Negara dan relevansinya

NEWS | 26 Mei 2022

Bahas Rusia-Ukraina, GMKI Adakan Webinar Internasional

GMKI akan melaksanakan webinar internasional pada Jumat. Tema yang akan dibahas adalah terkait konflik Rusia dan Ukraina.

NEWS | 26 Mei 2022

Cegah PMK di Lampung, Apkasi Setop Pasokan Sapi dari Luar Daerah

Mencegah merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah Lampung, Apkasi sepakat menyetop pasokan sapi dari luar daerah.

NEWS | 26 Mei 2022

Puan: Saatnya Kaum Perempuan Lebih Berperan dalam Politik

Ketua DPR Puan Maharani menegaskan sudah saatnya kini kaum perempuan lebih berperan dalam bidang politik.

NEWS | 26 Mei 2022

Pemkab Bogor Telusuri Asal Penyakit Mulut dan Kuku pada Sapi

Jumlah sapi yang terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah Jonggol, Kabupaten Bogor, sudah mencapai 14 ekor.

NEWS | 26 Mei 2022

Saran Guru Besar Unpad soal Polemik Penjabat Kepala Daerah

Guru Besar Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Muradi berharap agar polemik penunjukan penjabat kepala daerah dapat dihentikan.

NEWS | 26 Mei 2022


TAG POPULER

# Adik Jokowi Menikah


# Yeremia Rambitan


# Joe Biden


# Alex Noerdin


# KRL


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
HUT Ke-22 Apeksi, Momentum Kepala Daerah Bertukar Gagasan

HUT Ke-22 Apeksi, Momentum Kepala Daerah Bertukar Gagasan

NEWS | 5 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings