Logo BeritaSatu

DPR Pastikan Segera Ratifikasi Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura

Kamis, 27 Januari 2022 | 17:15 WIB
Oleh : Yustinus Paat / CAR

Jakarta, Beritasatu.comDPR memastikan akan segera melakukan ratifikasi perjanjian estradisi antara Indonesia dan Singapura. Demikian jugua perjanjian hukum mengenai pengelolaan ruang udara atau flight information region (FIR), dan pertahanan atau defence cooperation agreement (DCA). Apabila Presiden Joko Widodo (Jokowi) cepat mengirimkan surat presiden (surpres) pembahasan perjanjian Indonesia dan Singapura tersebut, maka DPR juga bakal membahas dalam waktu singkat.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar Dave Akbarshah Fikarno Laksono mengatakan proses pembahasan ratifikasi perjanjian internasional dilakukan seperti membahas rancangan undang-undang (RUU). Namun, menurutnya, ratifikasi perjanjian internasional tidak perlu masuk dalam prolegnas dan biasanya dibahas dalam waktu tidak terlalu lama.

“Tidak usah (masuk prolegnas), karena ini kan ratifikasi, ini cepat dibahasnya, paling banyak tiga kali rapat atau minimal satu kali rapat, terus langsung disetujui,” ujar Dave di Jakarta, Kamis (27/1/2022).

Dave mengatakan saat ini DPR menunggu surpres untuk membahas ratifikasi perjanjian antara Indonesia dan Singapura. “Saya tidak tahu apakah nanti akan dibahas di Komisi III atau Komisi I, tetapi biasanya perjanjian internasional dibahas di Komisi I. Namun, karena ini juga terkait perjanjian hukum, bisa jadi dibahas di Komisi III atau juga dibahas bersama-sama komisi I dan komisi III,” ucap Dave.

Hal senada disampaikan anggota Komisi I dari Fraksi PKS Sukamta. Menurutnya, proses ratifikasi perjanjian internasional sama seperti proses pembahasan dan pengesahan RUU.

“Setelah pemerintah mengantarkan ke DPR, maka akan dilakukan penjadwalan dan pembahasan sesuai dengan penugasan di Bamus (Badan Musyawarah), biasanya didelegasikan ke Komisi I. Ini termasuk RUU yang cepat dan mestinya simpel. Yang penting segera dikirim ke DPR,” kata Sukamta.

Sukamta juga menuturkan Indonesia dan Singapura sebenarnya sudah pernah menandatangani perjanjian ekstradisi dan DCA pada 2007. Namun, perjanjian itu tak kunjung diratifikasi, karena selalu terhenti di parlemen.

“Kalau saat ini konstelasi politiknya sudah berbeda dengan dulu. Yang penting pencermatan atas pasal-pasal perjanjian perlu dilakukan mendalam, guna memastikan keuntungan bagi Indonesia dan tetap prioritaskan keamanan kedaulatan wilayah Indonesia,” ujar Sukamta.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Hasto Bantah Hubungan PDIP dan Ganjar Pranowo Renggang

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto membantah isu soal renggangnya hubungan antara PDIP dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

NEWS | 27 Mei 2022

Panggung Perayaan Kenaikan Isa Almasih di JIS Tak Gunakan Area Rumput

Panggung perayaan Kebangkitan dan Kenaikan Isa Almasih di JIS yang dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Jumat, tidak menggunakan area rumput

NEWS | 27 Mei 2022

Banjir Rob, 185 Peti Kemas di Tanjung Emas Terdampak

Sebanyak 185 peti kemas terdampak banjir rob yang melanda kawasan pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

NEWS | 27 Mei 2022

Polisi Berupaya Kembalikan Dana Korban DNA Pro

Polisi secepatnya menuntaskan perkara penipuan robot trading aplikasi DNA Pro dan menelusuri seluruh aset para tersangka untuk dikembalikan kepada korban

NEWS | 27 Mei 2022

Khofifah Ajak Warga Jatim Salat Ghaib untuk Syafii Maarif

Khofifah mengatakan kepergiaan Syafii Maarif dirasakan seluruh rakyat Indonesia karena almarhum merupakan salah satu putra terbaik bangsa.

NEWS | 27 Mei 2022

Besok, KBRI Swiss Akan Sampaikan Update Pencarian Anak Ridwan Kamil

KBRI Swiss rencananya akan menyampaikan update pencarian anak sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yakni Emmeril Khan Mumtadz besok siang waktu Indonesia.

NEWS | 27 Mei 2022

Megawati Berharap PBB Kuatkan Fungsi BMKG Internasional

Megawati mengajak seluruh negara dunia yang tergabung dalam PBB bahu-membahu memperkuat mitigasi bencana melalui penguatan fungsi BMKG Internasional.

NEWS | 27 Mei 2022

Menlu: Putra Gubernur Ridwan Kamil Belum Ditemukan

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan bahwa anak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Emmeril Kahn Mumtadz belum ditemukan.

NEWS | 27 Mei 2022

Kenangan Din Syamsuddin Mengenai Sosok Buya Syafii Maarif

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, M Din Syamsuddin menceritakan berbagai kenangannya bersama Buya Ahmad Syafii Maarif yang meninggal dunia hari ini.

NEWS | 27 Mei 2022

Polisi Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan Urine Sopir Pajero

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan urine terhadap pengemudi mobil Pajero berinisial JRS (23) yang terlibat kecelakaan maut di Jalan MT Haryono, Jaksel

NEWS | 27 Mei 2022


TAG POPULER

# Adik Jokowi Menikah


# Yeremia Rambitan


# Joe Biden


# Alex Noerdin


# KRL


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
CNAF Tingkatkan Target Pembiayaan Baru Jadi Rp 10 Triliun

CNAF Tingkatkan Target Pembiayaan Baru Jadi Rp 10 Triliun

EKONOMI | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings