Logo BeritaSatu

Pakar Hukum Soroti Tujuan Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura

Kamis, 27 Januari 2022 | 22:51 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Pakar hukum pidana, Abdul Fickar Hadjar menyoroti maksud dan tujuan perjanjian ekstradisi antara pemerintah Indonesia dengan Singapura. Menurutnya, perjanjian hanya sebatas memulangkan buronan yang sudah dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Menurut Fickar, ketimbang perjanjian ekstradisi, mutual legal assistance (MLA) atau bantuan hukum timbal balik memiliki cakupan lebih luas dalam upaya penegakan hukum.

"Seharusnya jika ekstradisi dimaksudkan sebagai bagian dari upaya penegakan hukum, seharusnya yang diperjanjikan itu mutual legal assistance. Bantuan hukum timbal balik," kata Abdul Fickar saat dihubungi, Kamis (27/1/2022).

Abdul FIckar menilai MLA sebagai perjanjian yang lebih baik. Hal ini karena MLA akan mewajibkan para pihak yang menyepakatinya untuk saling membantu baik dalam tahap penyidikan, penuntutan, hingga eksekusi perkara pidana.

"Kalau ekstradisi itu hanya terbatas pada mereka yang lari tapi sudah diputus pengadilan bersalah baru bisa dipulangkan," tuturnya.

Selain itu, dia juga menyoroti soal perampasan aset buronan di luar negeri. Menurutnya, MLA dapat menyita dan merampas aset dari para buronan tersebut.

"(Sementara) ekstradisi hanya pengembalian orang," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, perjanjian ekstradisi antara Indonesia dan Singapura ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dalam acara Leader's Retreat di Bintan, Kepulauan Riau, Selasa (25/1/2022) lalu. Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong ikut menyaksikan penandatanganan dokumen kesepakatan.

Lewat perjanjian ini, kedua negara dapat mencegah dan memberantas tindak pidana yang bersifat lintas batas negara seperti korupsi, pencucian uang, suap, perbankan, narkotika, terorisme dan pendanaan kegiatan yang terkait dengan terorisme.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Besok, KBRI Swiss Sampaikan Update Pencarian Anak Ridwan Kamil

KBRI Swiss berencana menyampaikan update pencarian anak sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yakni Emmeril Khan Mumtadz besok

NEWS | 27 Mei 2022

Khofifah Ajak Warga Jatim Salat Ghaib untuk Syafii Maarif

Khofifah mengatakan kepergiaan Syafii Maarif dirasakan seluruh rakyat Indonesia karena almarhum merupakan salah satu putra terbaik bangsa.

NEWS | 27 Mei 2022

Besok, KBRI Swiss Akan Sampaikan Update Pencarian Anak Ridwan Kamil

KBRI Swiss rencananya akan menyampaikan update pencarian anak sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yakni Emmeril Khan Mumtadz besok siang waktu Indonesia.

NEWS | 27 Mei 2022

Megawati Berharap PBB Kuatkan Fungsi BMKG Internasional

Megawati mengajak seluruh negara dunia yang tergabung dalam PBB bahu-membahu memperkuat mitigasi bencana melalui penguatan fungsi BMKG Internasional.

NEWS | 27 Mei 2022

Menlu: Putra Gubernur Ridwan Kamil Belum Ditemukan

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan bahwa anak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Emmeril Kahn Mumtadz belum ditemukan.

NEWS | 27 Mei 2022

Kenangan Din Syamsuddin Mengenai Sosok Buya Syafii Maarif

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, M Din Syamsuddin menceritakan berbagai kenangannya bersama Buya Ahmad Syafii Maarif yang meninggal dunia hari ini.

NEWS | 27 Mei 2022

Polisi Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan Urine Sopir Pajero

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan urine terhadap pengemudi mobil Pajero berinisial JRS (23) yang terlibat kecelakaan maut di Jalan MT Haryono, Jaksel

NEWS | 27 Mei 2022

Soal Anak Ridwan Kamil, Keluarga: Belum Ada Informasi Baru

Pihak keluarga belum menerima informasi terbaru mengenai anak pertama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz.

NEWS | 27 Mei 2022

Bima Arya Pimpin Doa untuk Keselamatan Anak Ridwan Kamil

Wali Kota Bogor Bima Arya memimpin doa untuk keselamatan anak sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

NEWS | 27 Mei 2022

KPK: Kasus Heli AW-101 Bukti Korupsi Sangat Rugikan Negara

KPK menyatakan kasus pengadaan helikopter Agusta Westland (AW)-101 atau heli AW-101 di TNI AU tahun 2016-2017 merupakan bukti korupsi sangat merugikan negara.

NEWS | 27 Mei 2022


TAG POPULER

# Adik Jokowi Menikah


# Yeremia Rambitan


# Joe Biden


# Alex Noerdin


# KRL


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Besok, KBRI Swiss Sampaikan Update Pencarian Anak Ridwan Kamil

Besok, KBRI Swiss Sampaikan Update Pencarian Anak Ridwan Kamil

NEWS | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings