Logo BeritaSatu

Korupsi Rahmat Effendi, KPK Telusuri Pengadaan Lahan Grand Kota Bintang Bekasi

Jumat, 28 Januari 2022 | 18:54 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / WM

Jakarta, Beritasatu.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telusuri proses pengadaan lahan dalam pembangunan Grand Kota Bintang Bekasi. Adapun penelusuran tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana suap yang menjerat Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi.

Dalam penelusuran kali ini, KPK memeriksa Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi Nadih Arifin. Diketahui, pemeriksaan dilangsungkan hari ini di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

“Nadih Arifin (Kepala BPKAD Kota Bekasi), yang bersangkutan hadir dan dikonfirmasi, antara lain, terkait dengan proses pengadaan lahan untuk pembangunan Grand Kota Bintang Bekasi,” kata Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (28/1/2022).

Selain itu, KPK memeriksa ASN yang juga merupakan Kepala Dinas Tata Ruang Pemkot Bekasi Junaedi. KPK menyatakan yang bersangkutan hadir dan dikonfirmasi soal usulan pengadaan lahan dan dugaan adanya aliran uang ke Rahmat Effendi. Aliran uang tersebut diduga digunakan oleh Rahmat Effendi untuk membeli sejumlah aset.

Diketahui, KPK menetapkan Rahmat Effendi dan 8 orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek dan jual beli jabatan di lingkungan Pemkot Bekasi. Penetapan tersangka terhadap sembilan orang ini dilakukan KPK setelah memeriksa intensif 14 orang yang diciduk dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (5/1/2022) lalu.

Selain Rahmat Effendi, delapan orang lainnya yang dijerat KPK dalam kasus suap ini, yaitu Direktur PT MAM Energindo, Ali Amril; Lai Bui Min alias Anen selaku pihak swasta serta Direktur PT Kota Bintang Rayatri dan PT HS Hanaveri Sentosa, Suryadi.

KPK turut menjerat Camat Rawalumbu, Makhfud Saifudin; Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP, M. Bunyamin; Lurah Kati Sari, Mulyadi alias Bayong; Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan Kota Bekasi, Jumhana Lutfi; dan Camat Jatisampurna, Wahyudin.

KPK menduga, Rahmat Effendi menerima suap terkait fee ganti rugi serta pengerjaan proyek dan juga terkait jual beli jabatan di Pemkot Bekasi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Demo Hari Ini, Polisi: Rekayasa Lalu Lintas Situasional

Dalam demo yang akan dilakukan hari ini, Sabtu 21 Mei 2022, polisi akan merekayasa lalu lintas secara situasional.

NEWS | 21 Mei 2022

Bahas Cacar Monyet, WHO Gelar Pertemuan Darurat

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggelar pertemuan darurat pada Jumat (20/5/2022) untuk membahas wabah cacar monyet baru-baru ini.

NEWS | 21 Mei 2022

Pemprov DKI Jakarta Ekspor 19 Ton Beras ke Arab Saudi

Pemprov DKI Jakarta mengekspor 19 ton beras FS Yasamin ke Riyadh, Arab Saudi, Jumat 20 Mei 2022.

NEWS | 21 Mei 2022

Jerman dan Qatar Sepakati Perjanjian Kemitraan Energi

Jerman dan Qatar menandatangani perjanjian kemitraan energi. Kesepakatan  membuat Doha dan Berlin fokus pada hubungan perdagangan dalam gas alam cair,

NEWS | 21 Mei 2022

Rwanda Segera Terima Kedatangan Pencari Suaka Inggris

Rwanda akan menerima gelombang pertama pencari suaka dari Inggris pada Mei ini. Kelompok pertama terdiri dari 50 pencari suaka.

NEWS | 21 Mei 2022

Bogor Berpotensi Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang

Bogor berpotensi hujan disertai petir dan angin kencang dari siang hingga malam pada hari Sabtu. 

NEWS | 21 Mei 2022

Pasien Covid-19 Dirawat di RSDC Wisma Atlet Bertambah

Pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, bertambah tiga orang.

NEWS | 21 Mei 2022

Sanksi Barat pada Rusia Dapat Berlangsung Beberapa Dekade

Sanksi Barat pada Rusia tampaknya akan tetap berlaku untuk waktu yang sangat lama, bahkan mungkin beberapa dekade.

NEWS | 21 Mei 2022

BMKG: Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Disertai Petir

BMKG menginformasikan, Jakarta berpotensi diguyur hujan dengan disertai petir dan angin kencang pada siang dan sore hari ini, Sabtu (21/5/2022).

NEWS | 21 Mei 2022

Wabah Cacar Monyet, AS Beli Jutaan Dosis Vaksin

Amerika Serikat (AS) membeli jutaan dosis vaksin untuk virus berbahaya saat wabah cacar monyet melanda.

NEWS | 21 Mei 2022


TAG POPULER

# DNA Pro


# CPO


# PDSI


# SEA Games


# Hari Kebangkitan Nasional


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Demo Hari Ini, Polisi: Rekayasa Lalu Lintas Situasional

Demo Hari Ini, Polisi: Rekayasa Lalu Lintas Situasional

NEWS | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings