Pengamat: Poso akan Terus Bergejolak
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pengamat: Poso akan Terus Bergejolak

Rabu, 26 Desember 2012 | 09:30 WIB
Oleh : B1

Isu teror terkait perayaan natal dituding sebagai permainan dari intelijen Indonesia.

Wilayah Poso, Sulawesi Selatan, kembali bergejolak pascatemuan satu paket bom berdaya ledak tinggi. Jadi, meski kepolisian menyatakan seluruh daerah di Indonesia dinyatakan aman, tidak bagi Poso.

Pengamat teroris Noor Huda Ismail menyatakan, ke depannya, wilayah Poso masih akan terus bergejolak, dengan serentetan aksi teror. Kondisi tersebut tidak bisa dielakkan, karena sejarah Poso terdahulu.

"Masalah Poso itu bagian dari sejarah. Harus diingat peristiwa 2007, dimana dilakukan pembersihan oleh kepolisian, yang dilakukan secara represif. Polisi menghabisi para pemimpin mereka, di mana yang saat ini yang bermain, pada saat itu merekam apa tindakan yang dilakukan terhadap pemimpinnya," katanya di Semarang.

Noor Huda menyatakan, mereka yang kini berkutat dan bermain dengan serangkaian aksi teror, merupakan rekrutan baru dari kelompok lama, yaitu kelompok Santoso dan kawan-kawan.

Mereka, menurut Noor Huda, termasuk pecahan kelompok jaringan Santoso cs yang tidak berhasil terintegrasi. Santoso cs sendiri dulunya merupakan anggota Jamaah Islamiyah, kemudian bergabung di Jamaah Anshorud Tauhid, tapi tidak diakui sehingga Santoso bergerak sendiri.

"Tujuan mereka untuk balas dendam teman-teman mereka yang ditembak, disikat habis oleh polisi. Arahnya ke polisi. Saat itu pembersihan dilakukan dalam rangka mengungkap pelaku pembunuhan tiga anak sekolah, saat bulan puasa," tambahnya.

Diduga permainan intelijen

Disinggung adanya isu yang mencoba disebar, tentang adanya ancaman teror yang akan dilakukan oleh beberapa orang, pada malam perayaan natal, Noor Huda yang juga petinggi Yayasan Prasasti Perdamaian mengatakan secara tegas bahwa itu merupakan permainan dari pihak intelijen Indonesia.

"Tren kelompok sekarang ini, tidak ada satu komando yang kuat seperti era Imam Samudra. Yang ada anak-anak kecil yang kuat, dengan semangat kuat dan besar. Tapi kemampuan mereka standard. Yang justru dikhawatirkan mereka bangkit, karena kerap dipojokkan oleh institusi kepolisian, dan selalu dikait-kaitkan dengan serangkaian aksi teror yang muncul ke permukaan," tukasnya.

Disinggung adanya by design dari polisi atas serangkaian aksi teror yang terjadi, Noor Huda mengakui bahwa hal tersebut tidak hanya dilakukan oleh pihak kepolisian, juga termasuk dilakukan oleh institusi keamanan lainnya, seperti BIN dan BAIS.

"Radikalisasi yang terjadi murni terjadi atau murni dibuat, saya tidak mengetahuinya. Tapi yang jelas, radikalisasi menjadi hal yang supersensitif, dan menjadi komoditas institusi keamanan negara, karena menjadi lahan garap. Masyarakat dunia pun mengapresiasi tinggi keberhasilan polisi Indonesia dalam penanganan teroris, namun tidak untuk kasus internal, seperti korupsi, penindakan anggota, salah tangkap, dan lain-lain. Hanya teroris, di teroris mereka moncer," tutupnya.


Sumber: Beritasatu TV


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tenggak Koktail, Seorang Wisatawan Tewas

"Malam itu semuanya telah berakhir".

NASIONAL | 26 Desember 2012

Longsor di Solok Selatan Disebabkan Hujan Lebat

Menelan tiga korban.

NASIONAL | 26 Desember 2012

Meski Ada Teror, Namun Umat Rayakan Natal Dengan Damai

Guna menngantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seluruh gereja dijaga aparat.

NASIONAL | 26 Desember 2012

Sambut Hari Jadi, UGM Gelar Sunatan Massal Gratis

"Sunatan massal akan dilaksanakan di RSA UGM pada 27 Desember 2012".

NASIONAL | 26 Desember 2012

Arus Penyeberangan ke Bali Kembali Normal

"Untuk arus balik kami persiapkan total 30 unit kapal".

NASIONAL | 26 Desember 2012

Pengamanan Natal Berlebihan

Pihak kepolisian tidak mau mengambil risiko dalam pengamanan Hari Raya Natal dan Tahun Baru kali ini.

NASIONAL | 26 Desember 2012

Banjir di Jambi Rendam Ribuan Rumah Tinggal

"Ketinggian air antara 1-2 meter lebih".

NASIONAL | 26 Desember 2012

Warga Inginkan PNS Terlibat Narkoba Dipecat

"Mereka aparatur negara yang harusnya memberikan contoh".

NASIONAL | 25 Desember 2012

Hujan Deras Picu Lahar Dingin Merapi

Hujan deras yang terjadi hampir merata di beberapa wilayah di Jawa Tengah menyebabkan bencana banjir lahar dingin di Magelang.

NASIONAL | 25 Desember 2012

Diprotes Tugu PON Senilai Rp 7,5 Miliar

Anggota DPRD Riau menyetujui membangun tugu PON XVIII/2012 di Pekanbaru yang rencananya dibuat Juni 2013.

NASIONAL | 25 Desember 2012


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS