Logo BeritaSatu

Konflik Ancam Warga Perbatasan Indonesia-Timor Leste

Rabu, 30 Januari 2013 | 07:49 WIB
Oleh : WBP

Warga Pasabe, Timor Leste, melakukan aktivitas pertanian diatas lahan yang dijadikan zona netral antar kedua negara.

Kupang - Pelanggaran perjanjian adat yang terjadi setelah disepakati antara warga Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Republik Indonesia (RI) dan warga Passabe, Distrik Oekusi, Republik Demokratic Timor Leste (RDTL), terkait dengan masalah batas tanah pada 19 November 2011 lalu, sehingga membuat situasi di perbatasan itu memanas. Hal tersebut dikhawatirkan akan terjadi bentrok berdarah.

Camat Bikomi Nilulat, Ludovikus Lake mengatakan, ancaman konflik itu, karena warga Pasabe, Distrik Oeccuse telah melanggar kesepakatan bersama karena tidak melakukan aktivitas apa pun di zona netral, di Desa Sunkaen dan Nenaban di kecamatan itu.

"Kesepakatan yang di buat sejak tahun 2011 lalu telah dilanggar oleh Timor Leste,” kata Ludovikus, Rabu,( 30/1).

Warga Pasabe, Timor Leste, menurut Lake, telah melakukan aktivitas pertanian diatas lahan yang dijadikan zona netral antar kedua negara. Mereka menanam jagung dan umbi-umbian diatas lahan itu, sehingga membuat warga naik pitam.

Akibatnya, warga Haumeni Ana kesal dan mengancam akan membabat habis tanaman pertanian yang ditanam diatas lahan zona netral itu. “Jika pembabatan itu terjadi, maka konflik antar warga tidak akan terhindarkan,” kata Ludovikus Lake.

Dia juga menyesalkan sikap warga Timor Leste yang melanggar kesepakatan yang telah ditandai dengan sumpah adat antar kedua belah pihak. “Kami sesalkan adanya aktivitas di zona itu. Warga juga kecewa, karena sudah ada sumpah adat,” katanya.

Bahkan, menurut Ludovikus Lake, tua adat asal Desa Pasabe, Timor Leste yang melakukan sumpah adat telah meninggal beberapa waktu lalu, karena melanggar sumpah adat yang telah disepakati bersama. “Sumpah adat itu ditandai dengan pemotongan hewan yang harus diatati semua pihak,” katanya.

Diketahui masih terdapat lima titik batas antar Indonesia-Timor Leste di Distrik Oecuse yang belum terselesaikan. Lima titik itu yakni Subina di Desa Inbate, Pistana di Desa Nainaban dan Desa Sunkaen, Tububanat di Desa Nilulat, Oben di Desa Tubu, dan Nefonunpo di Desa Haumeni Ana.

Sementara Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandez, sejak berita ini di turunkan belum berhasil dihubungi via telepon genggamnya.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Rakernas I PKN: Pasek Ingatkan Kader Jangan Turun Gunung

Ketum PKN Gede Pasek Suardika menyemangati ribuan kader untuk bekerja lebih keras agar lolos verifikasi faktual menuju Pemilu 2024.

NEWS | 7 Oktober 2022

Cuaca Ekstrem, BMKG Peringatkan Waspadai Gelombang Tinggi hingga 6 Meter di Wilayah Ini

BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada hari ini dan besok.

NEWS | 7 Oktober 2022

3 Siswa MTsN 19 Jakarta Meninggal Tertimpa Tembok Roboh, Menag Beri Santunan

Menag Yaqut Cholil Qoumas menyatakan rasa belasungkawa atas kejadian yang menimpa MTsN 19 Jakarta menyebabkan tiga korban tewas.

NEWS | 7 Oktober 2022

Analisis BPBD DKI, Tembok MTsN 19 Tak Mampu Menahan Air

Berdasarkan hasil kaji cepat sementara oleh BPBD DKI Jakarta, robohnya tembok MTsN 19 Pondok Labu.

NEWS | 7 Oktober 2022

Awas, Cuaca Hari Ini, Jaksel dan Jaktim Diprediksi Hujan Disertai Petir

Cuaca hari ini, BMKG memprakirakan cuaca Jakarta Selatan dan Jakarta Timur alami hujan disertai petir pada Jumat (7/10/2022) siang.

NEWS | 7 Oktober 2022

Kemenag Beri Santunan Korban Banjir di MTsN 19 Pondok Labu

Kementerian Agama (Kemenag) akan memberi santunan bagi korban meninggal dunia dan luka-luka akibat banjir MTsN 19, Pondok Labu, Jakarta Selatan

NEWS | 7 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Momen Perdamaian Suporter di Indonesia

Tragedi Kanjuruhan bisa menjadi momen bagi perdamaian suporter dan menghilangkan permusuhan serta kebencian.

NEWS | 7 Oktober 2022

Kunjungi Korban Musibah MTsN 19, Anies: Peristiwa Ini Pembelajaran

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengunjungi keluarga korban meninggal dunia akibat musibah MTsN 19 Jakarta yang roboh akibat banjir, Kamis malam.

NEWS | 7 Oktober 2022

Anies: Pemprov DKI Akan Perbaiki Fasilitas Gedung MTsN 19

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan Pemprov DKI akan memperbaiki fasilitas Gedung MTsN 19 yang rusak akibat robohnya tembok.

NEWS | 7 Oktober 2022

Kamis Malam, Anies Kunjungi Korban Tembok Roboh MTsN 19

Anies mengatakan sebelumnya Wali Kota Jakarta sudah mendatangi lokasi dan bertemu dengan keluarga korban MTsN 19. 

NEWS | 7 Oktober 2022


TAG POPULER

# Jokowi tak salami kapolri


# Banjir Jakarta


# MTsN 19 Jakarta


# Tersangka Tragedi Kanjuruhan


# Mamat Alkatiri


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Harga Minyak Naik karena Pemotongan Produksi OPEC+

Harga Minyak Naik karena Pemotongan Produksi OPEC+

EKONOMI | 6 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings