Bandara Haliwen Atambua Ganti Nama

Bandara Haliwen Atambua Ganti Nama
Ilustrasi bandara (Foto: JG Photo)
YOS / FMB Minggu, 24 Februari 2013 | 20:38 WIB

Kupang - Pergantian bandara Haliwen Atambua menjadi bandara A. A. Bere Tallo, salah satu nama pejuang dan Bupati pertama di Belu, Kupang, akhirnya ditetapkan oleh DPRD Belu.


“Urusan bandara sudah selesai dan hasil rapatnya delapan Fraksi sepakat bandara Haliwen akan diganti dengan nama A.A.Bere Tallo,” demikian dikatakan Ketua DPRD Belu, Simon Guido Seran, Minggu (24/2) kepada SP melalui telepon dari Atambua.


Menurut Simon, dalam rapat internal tersebut ada empat nama yang diusulkan oleh kesembilan Fraksi DPRD Belu diantaranya yakni, A. A. Bere Tallo, Arnoldus Manek Siku, L. A. Bone dan Mgr. Gabriel Manek, SVD. Namun dalam perundingan ada delapan Fraksi yang setuju dengan nama mantan Bupati kabupaten Belu pertama.


“Delapan Fraksinya dukung dan setuju dengan nama mantan Bupati Belu A. A. Bere Tallo sementara satu Fraksi tidak setuju karena dukung Mgr. Gabriel Manek, SVD,” ungkapnya.


Simon menjelaskan, sebelumnya pihak DPRD Belu bersama dengan Pemerintah Daerah, telah mengundang tokoh adat dan masyarakat untuk membahas pergantian nama bandara Haliwen. “Kita sudah undang masyarakat sebelumnya untuk nama yang tepat untuk bandara itu,” jelas Simon Guido Seran.


Pergantian nama bandara dengan memakai nama pahlawan, sesuai dengan penjelasan pemerintah pusat. Sebab sesuai dengan peraturan yang ada, nama pahlawan menjadi dasar untuk dipakai pada setiap bandara.


“Penjelasan pemerintah pusat sudah  ada dan nama pahlawan sebagai dasar untuk dipakai pada bandara, bukan nama wilayah,” tegasnya.


Ditambahkan, DPRD Belu telah menyiapkan surat persetujuan dan akan diserahkan ke pihak eksekutif. Sementara untuk ketiga nama lainnya, DPRD mengusulkan untuk dipakai pada tempat-tempat strategi lainnya di wilayah Atambua.


“Surat dari kita sudah ada, isinya kita sepakat dan setuju dengan nama dan tinggal kita berikan pada pemerintah. Kita juga ajukan permohonan untuk tiga nama lainnya agar pakai pada tempat yang strategis,” tambah, Guido Seran.

Sumber: Suara Pembaruan