Badai Rusty Hancurkan Infrastruktur Kelistrikan di NTT

Badai Rusty Hancurkan Infrastruktur Kelistrikan di NTT
GM PLN Wilayah NTT mengamati kabel TM yang putus di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat. ( Foto: SP / Yoseph A Kelen )
YOS Kamis, 28 Februari 2013 | 07:58 WIB

Kupang – Badai Siklon tropis Rusty yang menerjang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa hari terakhir ini -- berupa hujan deras dan angin kencang -- menghantam infrastruktur kelistrikan di NTT.

Kondisi ini menyebabkan pohon tumbang menghancurkan aset Pembangkit Listrik Negara (PLN) berupa kabel tegangan menengah, tegangan rendah, tiang dan sambungan rumah. Akibatnya, listrik padam terjadi di semua kabupaten.

Kota Kupang mengalami padam semalam. Hujan dan angin yang menghajar jaringan listrik bagai efek domino yang menghantam mesin pembangkit listrik di  Pusat Listrik. Hal ini diungkapkan oleh Manajer Rayon Kupang, Arif Kurniawan, Manajer Area Kupang, BI Putu Priatna dan Manajer Sektor, Edison Rajagukguk.

“Tim kami bekerja keras untuk memulihkan secepatnya,” kata Arif yang diamini oleh Rajagukguk.

Seperti diberitakan sebelumnya,  Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Saiful Hadi, mengatakan, cuaca buruk yang melanda NTT sepekan terakhir ini disebabkan badai siklon tropis Rusty yang menyebabkan hujan dengan intensitas rendah dan sedang.

Namun, katanya, siklon tropis ini mulai bergerak ke wilayah Timur tenggara dengan kecepatan dua kilometer per jam menjauhi Indonesia.

Di Kabupaten Manggarai Barat, dampak cuaca ekstrem langsung dialami Direktur Perencanaan dan Manajemen Resiko (Dir PMR), Murtaqi Syamsuddin, saat melakukan perjalanan darat Labuan Bajo – Ruteng, pergi pulang. Ia didampingi Kepala Divisi Energi Terbarukan, Sofyan, General Manager PLN Wilayah NTT, Richard Safkaur, dan Manajer Area Flores Bagian Barat, Leo Buntoro .

Tepat di desa Bambor, sekitar 40 kilometer dari Labuan Bajo menuju Ruteng, sebuah pohon Kemiri besar tumbang menutupi ruas jalan trans Flores, dan menumbangkan tiang listrik dan memutuskan jaringan tegangan menengah (TM) sepanjang dua gawang. Petugas Pemda Manggarai Barat dibantu masyarakat memotong pohon yang menghambat arus lalu lintas, dan petugas PLN Rayon Labuanbajo, sejak Selasa (26/2) pagi, bekerja keras di tengah derasnya hujan hingga listrik bisa dipulihkan jam 21.00 Wita.

Di lokasi tiang listrik roboh, Murtaqi, Sofyan dan Safkaur, turun dari mobil, menemui petugas PLN dan memberi dukungan, serta memberikan makanan. Selama setengah jam Dir PMR berada di lokasi bencana, untuk mengingatkan para petugas PLN agar bekerja hati-hati, sesuai SOP keselamatan kerja.

Manajer Rayon Lembata, FX Suharto, didampingi Supervisor Distribusi, Anton Wibisono, menjelaskan, petugas PLN dari Rayon Labuan Bajo dibantu siswa praktik, mulai mengatasi musibah di Bambor mulai jam 10.00 Wita. Mereka sempat berhenti sejenak, akibat hujan yang sangat lebat, kemudian melanjutkan pekerjaan hingga listrik pulih.

Laporan dari Manajer Rayon Waingapu, Sumba Timur, Andreas Djuku Mehang, sebanyak lima tiang atau lima gawang roboh, kabel tegangan menengah (TM) putus di dua lokasi, jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 5 kilometer pada 69 lokasi. Dan sekitar 125 rumah mengalami putus sambungan rumah (SR).

“Banjir bandang di Kecamatan Haharu membuat sejumlah tiang miring. Sedangkan kabel TM yang putus sejak pagi Kamis, (28/2) di wilayah Lambanapu akibat pohon tumbang sudah bisa kami pulihkan,” jelas Andreas Djuku Mehang.

Manajer Rayon Lembata, Reni Djuma, mengaku, angin kencang dan hujan deras itu, menyebabkan gangguan terjadi di penyulang  luar kota Lewoleba, sehingga sempat pada jam 20.00 wita hingga pagi hari. Lokasi padam di wilayah Hadakewa  dan Kecamatan Ile Ape. “Sekarang listrik sudah aman,” jelasnya.

Akrab dengan Bencana


 


Di Kabupaten Ngada,  korban paling parah akibat cuaca ekstrem di beberapa  kecamatan,  yakni di Kecamatan Jerebu’u, Kecamatan Aimere, Kecamatan Golewa Langa dan Kecamatan Soa. “Sampai saat ini kami masih bekerja keras untuk memulihkan gangguan tersebut,” jelas Nursyamsu Rodja, Manajer Rayon Bajawa, semalam jam 20.00 Wita.

Di Rayon Kalabahi sebagai berikut, untuk penyulang kota gangguan berlokasi di Bogenga SUTM (saluran udara tegangan menengah) sepanjang 550 meter, SUTR (saluran udara tegangan rendah) sepanjang 100 meter. Sambungan rumah (SR) yang putus sebanyak 25 rumah. Lokasi Ngara Ale, gangguan SUTM 1,2 kilometer sirkuit (KMS), SUTR 500 meter, memutuskan SR 31 pelanggan. Lokasi penyulang Golewa kerusakan pada 45 KMS SUTM, 25 KMS SUTR, yang memadamkan SR 125 pelanggan.

Lokasi Mauponggo SUTM sepanjang  25 KMS, dan SUTM 15 KMS terkena bencana yang memadam 83 rumah. Penyulang Soa di lokasi Pape SUTM sepanjang 8 KMS dan SUTR 4 KMS memutuskan SR  17 rumah. Lokasi Soa, SUTM 16 KMS dan SUTR 8 KMS, memadamkan SR 65 rumah. Lokasi Wolomeze SUTM 10 KMS, SUTR 5 KMS memutuskan SR di 42 rumah.

Di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Manajer Rayon SoE, Ika Patria, melaporkan, Kota SoE dan sekitarnya juga terkena dampak cuaca ekstrim. Gangguan terjadi di banyak tempat, tetapi tidak menimbulkan kerusakan parah. Gangguan-ganagguan segera bisa ditangani.

Di Pulau Adonara, Manajer Rayon Adonara, Supryadi, melaporkan tanah longsor merobohkan lima gawang jaringan tegangan menengah (JTM) sekitar 250 meter, menyebabkan listrik padam di tiga gardu di desa Hokohoruwura. “Kondisi yang belum memungkin karena hujanmasih turun deras, hingga Kamis (28/2) kami akan bekerja mendirikan kembali tiang yang roboh,” kata Supryadi.

Menanggapi dampak cuaca ekstrem yang merusak infrastruktur kelistrikan, Dir PMR, Mutaqi Syamsuddin, mengatakan “saya sudah melihat sendiri jaringan di sepanjang jalan trans Flores, memang rawan terkena tumbangnya pohon dan rawan dari tanah longsong yang bisa merobohkan tiang listrik. Kondisi lapangan memang sangat riskan, tetapi PLN tetap harus siaga untuk memulihkan kembali listrik yang padam secapatnya.”

Wakil Bupati Manggarai, Deno Kamilus, mengatakan masyarakat Manggarai sudah sangat akrab dengan bencana, termasuk akibat cuaca ekstrem seperti yang terjadi dalam beberapa terakhir ini. Bencananya, jika tidak karena banjir, pasti tanah longsor.

General Manager PLN Wilayah NTT, Richard Safkaur, berpesan kepada unit PLN di semua kabupaten agar bersiaga dan cepat bereaksi memulihkan listrik yang menyebabkan listrik padam. “Atas nama PLN Wilayah NTT, kami meminta maaf jika cuaca ekstrem yang menghantam infrastruktur PLN menyebabkan listrik padam, sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat,” katanya.

Meski cuaca hujan deras, lanjut Safkaur, petugas PLN akan tetap berusaha bekerja keras memulihkan listrik yang padam, seperti yang dilakukan teman-teman dari PLN Rayon Labuanbajo.