Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Akan Datangi Bareskrim Polri, Ada Apa?

Kamis, 17 November 2022 | 07:31 WIB
Oleh : Didik Fibrianto / CAH
Keluarga korban persiapan berangkat ke Jakarta dan berkumpul di Posko Tim Gabungan Aremania (TGA) di Gedung KNPI Kota Malang, Rabu 16 November 2022.

Malang, Beritasatu.com - Sekitar 50 orang dari keluarga dan korban tragedi Kanjuruhan, Rabu malam (16/11/22) bertolak ke Jakarta. Direncanakan mereka akan mendatangi Bareskrim Mabes Polri untuk membuat laporan atas peristiwa kerusuhan usai pertandingan Arema melawan Persebaya, pada 1 Oktober 2022.

Tragedi tersebut menewaskan 135 suporter Arema dan menyebabkan ratusan korban mengalami luka - luka hingga cacat permanen.

Selain mendatangi Mabes Polri, mereka juga akan mendatangi KPAI, Komnas HAM, dan Komisi 3 DPR RI.

"Kita berangkat bersama 50 korban ke Jakarta untuk mencari keadilan," kata Koordinator Paguyuban Keluarga Korban, Astrid Puji Rahayu, di Malang.

Menurut Astrid kedatangannya ke Mabes Polri yakni untuk membuat laporan ke Bareskrim atas tindakan kekerasan oknum aparat kepolisian yang menembakkan gas air mata ke arah tribun suporter. Dia menilai polisi belum adil dalam menangani tragedi Kanjuruhan.

"Selama ini kami belum menerima keadilan. Jadi kita bertekad bersatu, satu suara kita mencari keadilan," tegasnya.

Selain ke Bareskrim, kata Astrid, para korban juga akan mendatangi KPAI untuk mengadukan tindakan kekerasan aparat terhadap anak saat peristiwa Kanjuruhan meletus. "Kita mau ke KPAI karena 60 persen korban di bawah umur," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Koordinator Paguyuban Keluarga Korban Vincentiusari menambahkan kedatangannya ke Bareskrim Mabes Polri yakni mendesak penanganan tragedi Kanjuruhan dilakukan Mabes Polri. Pasalnya, para korban tidak puas dengan penanganan yang dilakukan Polda Jatim.

"Intinya kami tidak puas, karena ini permasalahan di Polda Jatim. Apabila ditangani Polda Jatim saya kira ini kurang relevan. Jadi ini harus ditangani Mabes Polri," harap dia.

Vincentiusari menegaskan keberangkatannya ke Bareskrim Mabes Polri bukan untuk melakukan aksi demomstrasi, tapi untuk mencari keadilan. "Bukan tidak percaya dengan institusi kepolisian, tetapi permasalahannya belum terselesaikan, jadi kita harus ke Jakarta," tandasnya.

Ia menjelaskan keluarga korban bersatu dalam menuntut keadilan, karena kebersamaan untuk saling menguatkan setelah mereka kehilangan keluarga maupun buah hatinya. Vincentius adalah ayah dari korban meninggal dunia tragedi Kanjuruhan Yohanes Stevanus Prasetyo. Sedangkan, Astrid merupakan ibu dari korban Kanjuruhan, Salsa Yonas Oktavia yang turut meninggal dalam petaka Kanjuruhan.

Sementara itu, Kuasa Hukum Tim Gabungan Aremania (TGA) Ahmad Agus Muin menyatakan bahwa keinginan keluarga korban berangkat ke Bareskrim Mabes Polri sempat mendapat intervensi dari Intelkam Polda Jatim, agar pelaporan dilakukan di Polda Jatim. Namun, dirinya dengan tegas menolak saran yang diberikan petugas Intelkam Polda Jatim tersebut.

"Jadi tadi ada yang datang dari Intelkam Polda Jatim yang memberikan saran supaya proses pelaporan ah dilakukan di Kepolisian Daerah Jawa Timur. Ya kami sampaikan yang kita lakukan ini berbasis pada kuasa hukum keluarga korban, artinya tidak ada yang bisa menghalangi proses hukum atau upaya hukum kemanapun keluarga korban akan lakukan, termasuk rencana berangkat ke Jakarta hari ini," demikian kata Kuasa Hukum Tim Gabungan Aremania.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Tim Gabungan Aremania, keluarga korban yang menuntut keadilan tidak hanya dari Malang, tetapi juga para korban yang berasal dari daerah lain di Jawa Timur, seperti Pasuruan, Blitar, dan Tulungagung



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI