Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Tak Hadiri Pemeriksaan, Pengacara Lukas Enembe Diingatkan KPK

Sabtu, 19 November 2022 | 09:08 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / CAR
Tim Hukum dan Advokasi Gubernur Papua yang terdiri dari Drs. Aloysius Renwarin, SH, MH (tengah), Dr. S. Roy Rening, SH, MH (kiri), Petrus Bala Pattyona, SH, MH (kanan) sebagai Kuasa hukum dari Yulice Wenda dan Astract Bona Timoramo Enembe mendatangi KPK dan menyerahkan Surat Menolak/Mengundurkan Diri menjadi saksi karena undang-undang, dari klien mereka yakni Yulice Wenda dan Astract Bona Timoramo Enembe atas pemanggilan Penyidik KPK, Jakarta, Senin 10 Oktober 2022

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan peringatan ke pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe, Aloysius Renwarin. KPK meminta Aloysius untuk menghadiri agenda pemeriksaan saksi dalam kesempatan berikutnya.

“Kami ingatkan yang bersangkutan (Aloysius) kooperatif hadir sebagai ketaatan terhadap hukum. Silakan hadir dan terangkan langsung di hadapan penyidik,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, dikutip Sabtu (19/11/2022).

KPK sebetulnya mengagendakan pemanggilan terhadap Aloysius pada Kamis (17/11/2022) untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjadikan Lukas Enembe tersangka. Dia tidak hadir di agenda pemeriksaan tersebut lalu malah mengirimkan surat memohon penjelasan ke KPK atas pemanggilannya itu.

Ali menekankan langkah yang ditempuh tersebut tidak tepat. Aloysius semestinya menghadiri agenda pemeriksaan penyidik KPK dalam rangka mengusut tuntas kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat kliennya itu.

“Kami panggil dalam kapasitas sebagai warga negara untuk menjadi saksi karena ada kebutuhan penyidikan agar lebih jelas perbuatan para tersangka. Tentu bukan soal tugas pokok fungsi dia sebagai penasihat hukum LE (Lukas Enembe),” tutur Ali.

Sebelumnya, pengacara Lukas lainnya Stefanus Roy Rening mengaku turut dipanggil KPK. Sementara itu, KPK hanya menyebut Aloysius sebagai pihak yang dipanggil bersama dengan sopir bernama Darwis.

“Kami minta klarifikasi pada KPK terlebih dahulu terkait dengan pemanggilan kami berdua, sebagai saksi dalam kasus yang menjadikan klien kami (Lukas Enembe) sebagai tersangka,” ungkap Stefanus dalam keterangannya, Jumat (18/11/2022).

Stefanus menerangkan KPK telah menerima surat tersebut. Dia juga mengungkapkan pihaknya telah mengadukan pemanggilan KPK dimaksud ke organisasi advokat DPN Peradi pimpinan Luhut MP Pangaribuan. Langkah itu ditempuh dalam rangka memohon petunjuk dan perlindungan terkait pemanggilan KPK.

Diungkapkan Stefanus, Peradi pimpinan Luhut sedang mengkaji permohonan dari pihaknya. Peradi juga mendukung langkah Stefanus meminta klarifikasi dahulu ke KPK.

“Semua bentuk pendampingan dan advokasi hukum terhadap klien kami, semata-mata untuk menegakkan supremasi hukum dan hak asasi manusia dan sesuai standar profesi yang dijamin oleh undang-undang dan kode etik,” ujar Stefanus.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI