Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Pedangdut Dewi Perssik Laporkan Haters ke Polres Depok

Sabtu, 19 November 2022 | 14:00 WIB
Oleh : Achmad Fauzi / FFS
Pedangdut Dewi Perssik melaporkan haters ke Polres Metro Depok, Jumat, 18 November 2022. 

Depok, Beritasatu.com – Penyanyi dangdut Dewi Perssik atau Dewi Persik bersama tim kuasa hukumnya, mendatangi Polres Metro Depok, Jumat (18/11/22) sore. Kedatangan Dewi sendiri untuk melaporkan pencemaran nama baik atau penghinaan yang dilakukan oleh sejumlah orang.

Wanita bernama lengkap Dewi Murya Agung ini mengatakan, laporannya di Polres Metro Depok berbeda dengan yang dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.

“Beda-beda, kalau yang di sana (Polres Jakarta Selatan) masih proses,” kata Dewi Perssik usai membuat laporan, Jumat (18/11/22).

Wanita yang akrab disapa Depe itu mengaku tidak mengenal pelaku yang menghina dirinya. Namun yang jelas orangnya lebih dari satu. Menurut Dewi Perssik, langkahnya melapor ke polisi karena kelakuan haters ini sudah keterlaluan.

“Ya kalau aku sebagai warga negara yang baik dan merasa terganggu pada statement yang tidak baik dan mengarah ke penghinaan, fitnah, saya wajib untuk lapor ya,” ujarnya.

Adapun bentuk hinaan yang membuat Dewi Perssik sakit hati di antaranya adalah tentang masalah rumah tangga. Termasuk mengenai kondisinya yang belum memiliki anak kandung.

“Iya kaya mandul, itu kan perlu dibuktikan ya sayang. Terus masalah rumah. Sebenarnya itu enggak masalah ya, tetapi ini terus-terusan gitu ya. Saya sudah mencoba mengikuti istilah diam itu emas, tetapi sepertinya saya perlu juga berbuat tegas,” tegasnya.

Dewi Perssik menyebut, ada beberapa akun yang sudah dilaporkannya ke polisi. Depe berharap aparat kepolisian menindaklanjuti laporannya.

“Ada beberapa, nyebut nyebut nama aku Dewi Muria Agung alias Dewi Perssik bla bla bla, nyinggung soal mandul, nyinggung soal tiga kali janda. Enggak apa-apa itu fakta, aku tiga kali janda, tetapi aku sebagai perempuan juga enggak pengen pernikahan itu gagal.

Dewi menyatakan, keputusannya untuk bercerai bukan menandakan dirinya perempuan yang tidak baik. Dikatakan, perceraian yang ditempuhnya karena dirinya menjadi korban perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

"Bukan berarti saya perempuan yang tanda kutip tidak baik. Saya cuma enggak mau aja jadi pelampiasan dengan tangan, kaki, dicekik, nanti suatu saat saya akan keluarkan foto saya zaman dulu, kenapa saya bisa bicara soal KDRT,” ungkapnya.

Dewi menekankan, pernyataannya tersebut bukan untuk menyindir orang lain.

“Tetapi ini bukan tentang Lesti-Billar loh. Dari kemarin teman-teman nanya soal KDRT, tetapi seolah-olah saya bicara tentang dua orang itu, jadi saya diserang,” ujarnya.

Dewi pun mengakui dirinya sudah pernah menegur sejumlah akun yang menghinanya itu. Namun, para haters tetap melancarkan hinaan kepada dirinya. Untuk itu, Dewi memutuskan

Dikatakan Dewi, dirinya melapor di Polres Metro Depok karena penghinaan itu terjadi saat dirinya sedang berada di kota tersebut.

“Karena waktu saya tahu penghinaan itu saya lagi syuting di Depok,” katanya.

Di lokasi yang sama, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan, pihaknya masih mendalami laporan ini meski telah mengetahui pemilik akun haters tersebut.

"Kepemilikan akun haters tersebut ada di daerah Sumatera ya, masih kita dalami pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

"Nanti apabila dinyatakan terbukti, pemilik akun-akun haters tersebut disangkakan Pasal 27 dan Pasal 36 terkait UU ITE," katanya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI