Logo BeritaSatu

Desak Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan, Massa Geruduk Bareskrim Polri

Sabtu, 19 November 2022 | 14:45 WIB
Oleh : Muhammad Aulia/ Anisa Fauziah / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Ratusan orang menggeruduk Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Sabtu (19/11/2022) siang. Mereka mendesak kepolisian mengusu tuntas tragedi Kanjuruhan.

Massa yang terdiri dari penyintas dan keluarga korban tragedi Kanjuruhan kali ini menyambangi Bareskrim Polri untuk menanyakan kejelasan laporan yang mereka sampaikan beberapa waktu lalu terkait peristiwa kemanusiaan itu.

Advertisement

Berdasarkan pantauan BeritaSatu.com di lokasi, massa mulai berdatangan sekitar pukul 13.40 WIB. Mereka nampak menampilkan sejumlah poster yang meminta sejumlah pihak untuk ikut bertanggung jawab atas tragedi Kanjuruhan, mulai dari Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau Iwan Bule sampai mantan Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta.

Tampak juga di lokasi sejumlah peserta aksi yang menangis histeris saat menyambangi Bareskrim Polri. Mereka menuntut agar tragedi Kanjuruhan yang secara total menewaskan 135 orang itu untuk diusut tuntas. Kini, sejumlah perwakilan dari massa telah diperbolehkan masuk ke Bareskrim Polri untuk menyampaikan aspirasinya.

Sebelumnya, perwakilan keluarga korban tragedi Kanjuruhan Malang melaporkan mantan Kapolda Jawa Timur (Jatim), Irjen Pol Nico Afinta dan sejumlah pihak lain ke Bareskrim Mabes Polri, Jumat (18/11/2022). Keluarga korban menilai Nico Afinta dan sejumlah pihak lain bertanggung jawab atas peristiwa di Stadion Kanjuruhan Malang pada awal Oktober 2022 lalu itu.

Anjar Nawan Yusky selaku kuasa hukum Tim Gabungan Aremania (TGA) menyatakan kedatangan mereka ke Bareskrim adalah membuat laporan terkait tragedi Kanjuruhan yang merenggut nyawa ratusan suporter Aremania itu.

"Kedatangan kami bersama 50 orang baik dari keluarga maupun korban tragedi Kanjuruhan adalah untuk membuat laporan terkait peristiwa kelam 1 Oktober 2022 lalu di Stadion Kanjuruhan," tegas Anwar.

Dikatakan, langkah melaporkan Nico Afinta ke Bareskrim Polri merupakan upaya mereka untuk meminta keadilan dari pemerintah. Hal ini lantaran Polda Jatim yang menangani tragedi Kanjuruhan tidak mengakomodasi perspektif korban. Polda Jatim juga dinilai tidak memberikan keadilan pada keluarga korban yang meninggal dan orang-orang yang menjadi korban dengan hanya menetapkan enam orang sebagai tersangka.

"Karena tidak sesuai fakta yang sebenarnya. Untuk itulah kami hadir di sini buat laporan. Korban sendiri yang buat laporan, dengan harapan akan lebih membuka perspektif korban. Apa yang terjadi di tribun itu yang bisa lihat korban. Pihak kepolisian yang di tengah lapangan stadion tidak mengakomodasi keinginan suporter malah mereka menembakinya," paparnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

MUI Desak Pemerintah Swedia Tangkap Pelaku Pembakaran Al Qur'an

Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas menilai sikap politisi swedia yang membakar Al-Qur'an merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab.

NEWS | 30 Januari 2023

Mahasiswi Ditabrak di Cianjur, Kuasa Hukum Sopir Audi Akan Mengadu ke Provos

Yudi Junadi, kuasa hukum sopir Audi A6, Sugeng Guruh, akan membuat aduan ke provos. Namun, Yudi tak menjelaskan kapan aduan itu akan dibuat.

NEWS | 30 Januari 2023

BPJS Kesehatan Siapkan Rp 9 T untuk Skrining dan Temuan Penyakit

BPJS Kesehatan pada 2023 ini mengalokasikan anggaran hampir Rp 9 triliun untuk kebutuhan skrining kesehatan dan juga penanganan penyakit.

NEWS | 30 Januari 2023

Mahasiswa UI Tewas Ditabrak, Mahfud MD Serahkan ke Polisi

Mahfud MD menyerahkan sepenuhnya kasus kecelakaan lalu lintas yang menimpa mahasiswa Universitas Indonesia, Hasya Athallah Saputra kepada polisi.

NEWS | 30 Januari 2023

Soal Reshuffle, Pramono Anung Tahu Tetapi Enggan Bocorkan

Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Jakarta, Senin (30/1/2023), mengaku telah mengetahui soal isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Joko Widodo.

NEWS | 30 Januari 2023

Kasus Perampokan Rumah Dinas, Eks Walkot Blitar Ajukan Praperadilan

Samanhudi Anwar mengajukan praperadllan terkait penetapan dirinya sebagai tersangka dugaan kasus perampokan rumah Santoso oleh Polda Jawa Timur.

NEWS | 30 Januari 2023

Perppu Ciptaker Solusi Agar Tidak Terjadi Penyalahgunaan Kekuasaan

Perppu Ciptaker dinilai merupakan solusi lain UU Ciptaker yang dinyatakan Mahkamah Konstitusi tahun 2020 inkonstitusional bersyarat.

NEWS | 31 Januari 2023

Istilah ART Diminta Tak Lagi Digunakan, Pekerja Rumah Tangga Lebih Tepat

Dibanding ART, istilah pekerja rumah tangga (PRT) dipandang lebih tepat, sehingga PRT juga bisa mendapatkan hak-hak normatif seperti pekerja lainnya.

NEWS | 31 Januari 2023

Tukang Becak Bobol Rekening BCA Dituntut 1 Tahun Penjara

Setu Bin Kasbari, tukang becak yang membobol rekening BCA milik Muin Zachry dituntut 1 tahun penjara oleh JPU di PN Surabaya.

NEWS | 30 Januari 2023

Jaksa: Situasi yang Dihadapi Bharada E Timbulkan Dilema Yuridis

Jaksa Sugeng Hariadi mengatakan, situasi yang dihadapi terdakwa Bharada E dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J, menimbulkan dilema yuridis.

NEWS | 30 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
MUI Desak Pemerintah Swedia Tangkap Pelaku Pembakaran Al Qur an

MUI Desak Pemerintah Swedia Tangkap Pelaku Pembakaran Al Qur'an

NEWS | 10 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE