Logo BeritaSatu

Korban Tragedi Kanjuruhan Bakal Melapor ke Propam Polri, Adukan Siapa?

Sabtu, 19 November 2022 | 19:37 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Anjar Nawan Yusky selaku kuasa hukum Tim Gabungan Aremania (TGA) mengungkapkan soal rencana pihak korban dan penyintas tragedi Kanjuruhan untuk melapor ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam) Polri. Laporan tersebut dalam rangka mengadukan petugas Polri yang diduga melakukan pelanggaran sehingga berujung terjadinya tragedi Kanjuruhan.

"Ke Propam kita rencananya mau melaporkan dugaan pelanggaran disiplin maupun etik terhadap petugas Polri yang kami duga melakukan tindakan di luar SOP melakukan tindakan kepolisian yang berlebihan. Melakukan kekerasan yang tidak terukur. Dalam hal ini penembakan gas air mata ke arah tribun," kata Anjar di Bareskrim Polri, Sabtu (19/11/2022).

Advertisement

Anjar menerangkan, para korban jiwa di tragedi Kanjuruhan bukan merupakan pelaku kericuhan. Mereka juga tidak menyerang petugas dan merusak fasilitas umum di Stadion Kanjuruhan saat peristiwa yang menewaskan 135 orang itu terjadi.

"Tapi kenapa ditembak gas sehingga terjadi dampak sedemikian rupa," tutur Anjar.

Oleh sebab itu, Anjar menjelaskan pihaknya memandang kepolisian telah melakukan tindakan berlebihan yang berujung pada tragedi Kanjuruhan. Atas dasar itu kemudian pihaknya bakal melapor ke Divpropam Polri pada Senin (21/11/2022) lusa.

Anjar menambahkan, pihak kepolisian yang dilaporkan mulai dari level terbawah sampai komando tertinggi pada saat tragedi Kanjuruhan terjadi.

"Kalau soal perintah pengamanan di Stadion Kanjuruhan melibatkan banyak Mapolres selain Polres Malang Raya juga meliibatkan satuan Brimob. Brimob yang punya Polda, maka pucuk pimpinan Polda yang juga akan kami laporkan nanti," tutur Anjar.

Sebelumnya, perwakilan keluarga korban tragedi Kanjuruhan Malang mendatangi Bareskrim Mabes Polri untuk melaporkan mantan Kapolda Jawa Timur (Jatim), Irjen Pol Nico Afinta dan sejumlah pihak lain, Jumat (18/11/2022). Keluarga korban menilai Nico Afinta dan sejumlah pihak lain bertanggung jawab atas peristiwa di Stadion Kanjuruhan Malang pada awal Oktober 2022 lalu itu.

Anjar Nawan Yusky selaku kuasa hukum Tim Gabungan Aremania (TGA) menyatakan kedatangan mereka ke Bareskrim adalah membuat laporan terkait tragedi Kanjuruhan yang merenggut nyawa ratusan suporter Aremania itu.

"Kedatangan kami bersama 50 orang baik dari keluarga maupun korban tragedi Kanjuruhan adalah untuk membuat laporan terkait peristiwa kelam 1 Oktober 2022 lalu di Stadion Kanjuruhan," tegas Anwar.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bocah Telantar di Depok Mengaku Dipukul Ibu dengan Tongkat Bisbol

Bocah yang ditemukan telantar di pinggir rel di Dewi Sartika Depok mengaku dipukuli ibu kandungnya dengan tongkat bisbol. 

NEWS | 6 Februari 2023

Mantan Winger Chelsea Christian Atsu Dilaporkan Terperangkap di Reruntuhan Gempa Turki

Christian Atsu, mantan pemain sayap Chelsea dan Newcastle yang kini berusia 31 tahun, menjadi salah satu korban yang terperangkap di reruntuhan gempa Turki.

NEWS | 6 Februari 2023

Besok, Kemenag Gelar Ujian Nasional bagi 6.727 Santri

Kemenag akan menggelar Ujian Akhir Pendidikan Diniyah Formal Berstandar Nasional atau yang disebut dengan Imtihan Wathani bagi santri, Rabu (7/2/2023).

NEWS | 6 Februari 2023

Gunting Jari Bayi 7 Bulan, Perawat di Palembang Jadi Tersangka

Polrestabes Palembang menetapkan perawat RS Muhammadiyah sebagai tersangka. Perawat itu gunting jari bayi berusia 7 bulan hingga putus. 

NEWS | 6 Februari 2023

Taruna Poltekpel Surabaya Tewas Dianiaya Senior

Muhammad Rio Ferdinan Anwar (19), seorang taruna Politeknik Pelayaran atau Poltekpel Surabaya tewas diduga dianiaya oleh sejumlah seniornya. 

NEWS | 6 Februari 2023

Mitos Jus Jambu Bisa Sembuhkan DBD, Ini Pendapat Ahli

Mengonsumsi jus jambu, sari kurma dan air daun pepaya ternyata bukan upaya untuk menyembuhkan demam berdarah.

NEWS | 7 Februari 2023

Salju, Cuaca Buruk Hambat Upaya Penyelamatan Korban Gempa Turki

Kondisi salju, hujan, dan beku menghambat operasi pencarian dan penyelamatan korban tewas akibat gempa Turki yang diperkirakan mencapai 1.800 orang.

NEWS | 6 Februari 2023

Waspada, Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter di Sejumlah Perairan!

BMKG menyampaikan bahwa gelombang tinggi hingga 6 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan Indonesia pada 7-8 Februari 2023.

NEWS | 7 Februari 2023

Prabowo Tegaskan Pujian kepada Jokowi Bukan untuk Menjilat

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan pujiannya kepada Presiden Jokowi bukan untuk menjilat. 

NEWS | 6 Februari 2023

Update: Jumlah Korban Gempa Turki Melebihi 1.800 Orang

Lebih dari 1.800 orang telah tewas dan ribuan lainnya terluka setelah gempa dengan magnitudo 7,8 melanda kawasan Turki dan Suriah pada Senin (6/2/2023) pagi.

NEWS | 6 Februari 2023


TAG POPULER

# Pelecehan Anak


# Liga Spanyol


# Hasya Athallah


# Bripka Madih


# Pemilu 2024


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Bocah Telantar di Depok Mengaku Dipukul Ibu dengan Tongkat Bisbol

Bocah Telantar di Depok Mengaku Dipukul Ibu dengan Tongkat Bisbol

NEWS | 4 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE