Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Terungkap, Perintah Ferdy Sambo agar Kasus Brigadir J Tak Dibuat Ramai

Senin, 21 November 2022 | 12:18 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / FFS
Sejumlah saksi diantaranya, mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit (berdiri) bersiap memberikan menjalani sidang lanjutan dengan terdakwa Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin 21 November 2022. 

Jakarta, Beritasatu.com - Ferdy Sambo yang saat itu menjabat Kadiv Propam Polri sempat memerintahkan AKBP Ridwan Soplanit selaku Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel agar kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J tidak dibuat ramai. Sambo berdalih kasus tewasnya Brigadir J merupakan aib keluarganya, sehingga meminta isunya tidak menyebar ke berbagai pihak.

Hal itu disampaikan Ridwan saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (21/11/2022). Duduk sebagai terdakwa dalam persidangan kali ini, yakni Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

Mulanya Ridwan menyampaikan, dirinya tengah berada di TKP tewasnya Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo di Jalan Duren Tiga, Jakarta Selatan. Ketika Ridwan akan meninggalkan TKP, Ferdy Sambo memberi perintah agar kasus tewasnya Brigadir J tidak dibuat ramai.

"Pak FS (Ferdy Sambo) sempat sampaikan bahwa 'ini kamu untuk kejadian ini jangan ramai-ramai. Jangan dulu ngomong ke mana-mana, karena ini terkait dengan aib keluarga, masalah pelecehan istri saya.' Itu yang sempat ditekankan ke saya dengan nada yang sangat tegas Yang Mulia," ungkap Ridwan.

Majelis hakim sempat menanyakan kepada Ridwan soal yang dia mengerti dari instruksi eks Kadiv Propam Polri itu. Dia mengaku memahami perintah Sambo itu supaya kasus tewasnya Brigadir J tidak disampaikan di luar garis komando kepolisian.

Kemudian, Ridwan mengaku menghubungi jajarannya di Polres Jaksel untuk melakukan olah TKP. Ridwan ketika itu belum menghubungi Polda Metro Jaya maupun Bareskrim Polri terkait kasus tewasnya Brigadir J.

Diketahui, Bharada E, Kuat, dan Ricky didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Selain ketiganya, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi didakwa ikut terlibat dalam pembunuhan tersebut. Mereka didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI