Logo BeritaSatu

Kasus Gagal Ginjal Akut, Bareskrim Mungkin Tetapkan Tersangka Perorangan

Senin, 21 November 2022 | 15:14 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / WIR

Jakarta, Beritasatu.com - Bareskrim Polri mungkin akan menetapkan tersangka perorangan dalam kasus gagal ginjal akut. Setelah dua perusahaan farmasi masih menjadi tersangka korporasi, polisi masih terus mendalami unsur pidana terkait kasus gagal ginjal akut.

Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto mengungkapkan, tidak menutup kemungkinan adanya tersangka perorangan mengenai kasus tersebut.

Advertisement

"Kita kan sedang dalami ya, apakah peran itu dilakukan oleh perorangan atau korporasi. Kita harus bisa membedakan itu," kata Pipit saat dihubungi, Senin (21/11/2022).

Dikatakan Pipit, mekanismenya yaitu dari dua perusahaan yang telah ditetapkan sebagai tersangka, penyidik masih melakukan pendalaman mengenai tindak pidana yang dilakukan secara perorangan.

"Contoh, CV Samudra Chemical misalnya dia mengoplos itu, itu yang melakukan itu badan usaha, tapi yang membuat kebijakan itu siapa, lah itu bisa masuk perorangan," ucapnya.

"Kita lihat sistem atau sistem pengawasan proses produksi dengan adanya sistem pengawasannya seperti apa, apakah itu kebijakan terstruktur oleh regulasi atau disitu ada kesengajaan untuk menyimpang itu atau kebijakannya oleh pejabatnya, nah itu nanti baru kita lihat. Karena kita harus dalami dulu ya," sambungnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan dua perusahaan, yaitu PT Afi Farma dan CV Samudera Chemical (SC), sebagai tersangka kasus gagal ginjal akut.

Kedua perusahaan itu sebagai tersangka dalam kasus dugaan obat sirop tercemar zat kimia berbahaya yang diduga kuat sebagai penyebab kejadian gagal ginjal akut anak di Indonesia.

Penetapan tersangka ini disampaikan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (17/11/2022).

“Yang ditetapkan tersangka itu korporasi (perusahaan),” kata Dedi.

Jenderal bintang dua itu menjelaskan. kedua perusahaan itu diduga melakukan tindak pidana memproduksi obat atau mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan dan mutu.

Modus PT Afi Farma, yakni dengan sengaja tidak melakukan pengujian bahan tambahan propilen glikol (PG) yang ternyata mengandung etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) melebihi ambang batas.

“PT A hanya menyalin data yang diberikan oleh suplier (pemasok) tanpa dilakukan pengujian dan quality control untuk memastikan bahan tersebut dapat digunakan untuk produksi," katanya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Polisi Temukan Puluhan Video Dewasa Milik Pelaku Pencabulan Belasan Anak di Jambi

Polisi menemukan foto dan video dewasa dari telepon genggam milik perempuan muda pelaku pencabulan belasan anak di Jambi.

NUSANTARA | 8 Februari 2023

Menkes Sebut Biaya Vaksin Berbayar Rp 100.000 Masuk Akal

Menkes Budi Gunadi mengatakan, harga vaksin berbayar bagi masyarakat kurang mampu akan ditanggung negara melalui mekanisme Penerima Bantuan Iuran (PBI).

NASIONAL | 8 Februari 2023

Sosialisasi KUHP, Ahli Hukum Berikan Edukasi di Manokwari

Masyarakat Hukum Pidana dan Kriminologi Indonesia (Mahupiki), kembali melakukan sosialisasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

NASIONAL | 8 Februari 2023

Cari Pilot Susi Air, Aparat Gabungan Telusuri Hutan di Nduga Papua

Aparat gabungan TNI/Polri melakukan penelusuran hutan di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan guna melacak keberadaan pilot Susi Air.

NASIONAL | 8 Februari 2023

Indonesia Emas 2045, BUMN Diharapkan Jadi Pemeran Utama

BUMN diharapkan bisa menjadi pemeran utama dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045.

NASIONAL | 9 Februari 2023

Usut Kasus Lahan yang Libatkan Bripka Madih, Polda Metro Gandeng BPN

Polda Metro Jaya menggandeng Badan Pertanahan Nasional atau BPN untuk mengusut kasus lahan yang melibatkan Provost Polsek Jatinegara Bripka Madih.

MEGAPOLITAN | 8 Februari 2023

Menteri Luhut Tegaskan Bakal Tindak Pelaku Penimbunan MinyaKita

Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bakal menindak tegas oknum yang berani menimbun MinyaKita melalui Satgas Pangan Polri.

NASIONAL | 9 Februari 2023

9-10 Februari, Waspadai Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan

Masyarakat pesisir diminta agar waspada gelombang tinggi hingga empat meter yang berpotensi terjadi pada 9-10 Februari 2023.

NUSANTARA | 9 Februari 2023

Menkes: Hanya 1 Anak yang Terkonfirmasi Gagal Ginjal Akut

Menurut Menkes Budi Gunadi, terdapat 2 anak yang dicurigai terkena gagal ginjal akut, namun hanya satu yang terbukti mengidap penyakit tersebut.

NASIONAL | 8 Februari 2023

Satu Bulan, Wapres Ma'ruf Amin Berkantor di Tanah Papua

Wakil Presiden Ma'ruf Amin dijadwalkan berkantor di Tanah Papua selama sekitar satu bulan guna memantau pelaksanaan sejumlah program pembangunan.

NASIONAL | 8 Februari 2023


TAG POPULER

# Lee Da In


# 1 Abad NU


# Christine Hakim


# Susi Air


# Praxion


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Polisi Temukan Puluhan Video Dewasa Milik Pelaku Pencabulan Belasan Anak di Jambi

Polisi Temukan Puluhan Video Dewasa Milik Pelaku Pencabulan Belasan Anak di Jambi

NUSANTARA | 8 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE