Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Belum Sepakat, Cak Imin dan Prabowo Ngotot Jadi Capres

Senin, 21 November 2022 | 15:43 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FFS
Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar.

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengungkapkan alasan Koalisi PKB dan Gerindra hingga kini belum memutuskan pasangan capres-cawapres di Pilpres 2024. Menurut Cak Imin, dirinya dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sama-sama masih ngotot menjadi capres.

"Belum, kita akan duduk berdua (dengan Prabowo), karena sampai detik ini masing-masing ngotot jadi capres," ujar Cak Imin di acara peluncuran Lembaga Saksi Pemenangan Nasional DPP PKB di Kantor DPP PKB, Jakarta, Senin (21/11/2022).

Cak Imin mengaku belum pernah bertemu Prabowo Subianto lagi belakangan ini untuk membahas soal capres dan cawapres dari koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) bentukan PKB dan Gerindra. Pihaknya masih menunggu momentum yang tepat dalam menentukan capres 2024.

"Ya pokoknya kita harus menentukan pilihan di momentum yang tepat dan diskusinya belum tuntas. Kita internal berdua belum sepakat untuk satu nama capres," tegasnya.

Lebih lanjut, Cak Imin mengungkapkan jika dirinya tak menjadi capres 2024, PKB akan menggelar muktamar ulang. Hal ini karena hasil muktamar PKB pada 2019 mengamanatkan Cak Imin menjadi Capres.

"Ya kalau nanti negosiasi terjadi perkembangan baru, saya bikin muktamar untuk mengubah," kata Cak Imin.

Diketahui, Gerindra dan PKB telah bersepakat untuk membangun koalisi setelah Prabowo Subianto dan Cak Imin resmi menandatangani piagam koalisi di Sentul, Jawa Barat pada 13 Agustus 2022. Piagam koalisi tersebut memuat lima hal. Pertama, dalam rangka mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berkesinambungan Gerindra dan PKB bekerja sama dalam Pemilu 2024.

Kedua, kerja sama Gerindra dan PKB didasarkan pada visi bersama agar terjadi percepatan pembangunan untuk Indonesia secara berdaulat, adil, makmur, sejahtera, dan aktif mendorong terciptanya perdamaian dunia. Ketiga, kerja sama Gerindra dan PKB dilatarbelakangi keinginan menyatukan dua kekuatan besar di Indonesia, yakni nasionalis dan religius untuk menghindari polarisasi masyarakat pada Pemilu 2024 dan dapat membuka koalisi dengan partai politik lain atas persetujuan kedua belah pihak.

Keempat, capres dan cawapres yang akan diusung oleh kerja sama politik Gerindra dan PKB akan ditentukan secara bersama-sama oleh Prabowo dan Cak imin. Kelima, kesepakatan kerja sama Gerindra dan PKB ditindaklanjuti dengan kerja politik bersama untuk memenangkan pasangan capres dan cawapres yang disepakati.

Koalisi Gerindra dan PKB juga melampaui persyaratan presidential threshold karena total kursinya 136 atau 23,65 persen. Gerindra memiliki 78 kursi dan PKB mempunyai 58 kursi di DPR.

Koalisi Gerindra-PKB sudah memiliki dua tokoh sentral untuk dijadikan pasangan capres dan cawapres. Hal ini karena masing-masing partai sudah memutuskan Prabowo dan Cak Imin menjadi bakal capres. Apalagi, elektabilitas Prabowo selalu masuk tiga besar. Hanya saja elektabilitas Cak Imin masih rendah.

Koalisi Gerindra-PKB juga belum memutuskan pasangan capres-cawapres yang akan diusung. Namun, sudah disepakati bahwa pasangan capres-cawapres yang diusung berdasarkan kesempatan Prabowo dan Cak Imin.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI