Minggu, 26 Maret 2023

15 Juta Warganet Memilih, Elon Musk Cabut Larangan Akun Donald Trump

Surya Lesmana / LES
Senin, 21 November 2022 | 15:51 WIB

San Francisco, Beritasatu.com – Elon Musk mengumumkan, ia mencabut larangan akun Twitter Donald Trump, setelah suara terbanyak dari 15 juta warganet yang mengikuti jajak pendapat, menginginkan mantan presiden AS tersebut bisa kembali berkicau di media sosial.

Padahal Trump sempat mencemooh hasil jajak pendapat tersebut. “Saya dengar kami mendapat suara besar untuk kembali ke Twitter. Saya tidak melihatnya karena saya tidak melihat alasan untuk itu.”

Komentar Trump muncul ketika sekitar 15 juta pengguna Twitter memberikan suara dalam jajak pendapat yang diselenggarakan oleh Elon Musk Twitter, dengan 51,8% memilih untuk mengaktifkan kembali akunnya.

Setelah hasilnya diumumkan, Elon Musk mencuir, "Rakyat telah berbicara."

Twitter sebelumnya melarang akun Donald Trump pada Januari 2021 karena menghasut kekerasan, menyusul serangan Capitol AS.

Donald Trump kemudian mengembangkan aplikasi Truth Social miliknya sendiri dan menjadikannya sumber utama komunikasi langsung dengan para pengikutnya.

Berbicara melalui tautan video pada pertemuan Koalisi Yahudi Republik pada hari Sabtu sebelumnya,Donald Trump mengatakan dia yakin platformnya memiliki keterlibatan yang lebih baik daripada Twitter dan akan tetap menggunakannya.

“Mereka memiliki banyak masalah di Twitter. Anda melihat apa yang terjadi. Mungkin berhasil, mungkin tidak berhasil, Masalahnya luar biasa dan keterlibatannya negatif. Dan Anda memiliki banyak akun palsu, yang menurut saya harus mereka gunakan. Tapi Truth Social telah mengambil tempat untuk banyak orang dan saya tidak melihat mereka kembali ke Twitter.”

Twitter tidak menanggapi permintaan komentar.

Elon Musk pertama kali mengatakan pada bulan Mei bahwa dia berencana untuk membatalkan larangan terhadap Donald Trump.

Namun setelah itu berusaha meredakan kekhawatiran pengiklan dengan mengatakan dia akan membentuk dewan moderasi konten, yang terdiri dari orang-orang dengan "sudut pandang yang sangat beragam".

Elon Musk mengatakan tidak ada akun yang akan dipulihkan sebelum dewan bersidang dan sampai ada "proses yang jelas untuk melakukannya."

Belum ada informasi baru tentang dewan atau proses.



Sumber: Yahoo News/Reuters

Saksikan live streaming program-program BTV di sini


Bagikan

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

1034767
1034764
1034766
1034765
1034762
1034763
1034760
1034761
1034759
1034757
Loading..
Terpopuler Text

Foto Update Icon