Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Ferdy Sambo Emosional Saat Beberkan Skenario Baku Tembak

Senin, 21 November 2022 | 17:32 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / WIR
Pekerja harian lepas (PHL) pada Divisi Propam Polri Ariyanto dihadirkan JPU sebagai saksi dalam sidang perkara obstruction of justice atas pembunuhan berencana Brigadir J di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis, 10 November 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Ferdy Sambo sempat emosional saat membeberkan skenario baku tembak yang mengakibatkan kematian Brigadir J. Sambo sempat mengatur skenario baku tembak antara Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dengan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E kepada mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit.

Hal tersebut disampaikan Ridwan saat menjadi saksi dalam persidangan kasus dugaan pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir J. Duduk sebagai terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (21/11/2022) kali ini yakni Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

Awalnya, Ridwan menerangkan soal dirinya yang tiba di TKP tewasnya Brigadir J pada rumah dinas Ferdy Sambo, Jalan Duren Tiga, Jakarta Selatan. Kepada Ridwan, Sambo lalu menjelaskan soal skenario baku tembak akibat Brigadir J melecehkan istrinya, Putri Candrawathi.

"Kemudian FS (Ferdy Sambo) menyampaikan bahwa 'ini tadi saya baru dapat informasi ada tembak-menembak antara anggota saya'," tutur Ridwan.

Ketika itu, Ridwan mengaku tersentak saat Sambo tiba-tiba menepuk tembok. Mantan Kadiv Propam Polri itu menjelaskan, peristiwa pelecehan terhadap Putri terjadi di Magelang.

"Kemudian dia menepuk tembok agak keras, saya agak kaget juga. Kemudian kepalanya nunduk ke tembok. Kemudian dia melihat saya terus sambil menggeleng-gelengkan kepala. Matanya agak berkaca-kaca dan dia bilang kejadian ini sebelumnya terjadi di Magelang," ungkap Ridwan.

Diketahui, Bharada E, Kuat, dan Ricky didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Selain ketiganya, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi didakwa ikut terlibat dalam pembunuhan tersebut. Mereka didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI