Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Cak Imin Sebut Pemilu Setelah 1999 Sudah Rusak Gegara Politik Uang

Selasa, 22 November 2022 | 01:30 WIB
Oleh : Yustinus Paat / CAR
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Kantor DPP PKB, Jakarta, Senin, 21 November 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin menyebutkan bahwa pemilu paling demokratis adalah Pemilu 1999. Sementara, kata Cak Imin, pemilu pasca-1999 telah rusak karena didominasi oleh politik uang.

“Iya, pemilu kita agak rusak setelah pilkada secara langsung. Karena kompetisinya semua hal, maka money politics menjadi sangat dominan, money politics terutama langsung ke pemilih dan bisa jadi money politics sampai pada penghitungan suara," ujar Cak Imin usai acara launching Lembaga Saksi Pemenangan Nasional DPP PKB di kantor DPP PKB, Jakarta, Senin (21/11/2022).

Menurut Cak Imin, contoh yang paling nyata adalah pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Dia mengaku pernah mendengar dan melihat satu suara untuk pemilihan gubernur seharga Rp 500.000.

“Saya melihat ada pemilihan gubernur, satu suara dihargai sampai Rp 500.000, sebegitu mahalkah pemilihan umum yang kita kelola, ini tanggung jawab PKB memperbaiki melalui pengawasan,” katanya.

Cak Imin mengingatkan bahwa pemilu yang diwarnai dengan politik uang akan menghasilkan pemimpin yang jorok dan korup. Pasalnya, pemimpin terpilih akan berupaya dengan segala cara untuk mengembalikan uang yang sudah digunakan untuk membeli suara saat pemilu.

“Itu terbukti di beberapa pilkada yang merusak sistem. Akhirnya, setelah money politics menjadi pemilihan itu teracuni oleh keruangan manipulasi penghitungan yang ngawur tidak sesuai yang dicoblos,” pungkas Cak Imin.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI