Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Cegah Tragedi Kanjuruhan Terulang, Exco PSSI Minta Sistem Pengamanan Diubah

Rabu, 23 November 2022 | 16:16 WIB
Oleh : Herman / WIR
Anggota Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Hasani Abdulgani dalam konferensi pers hasil polling “Suksesi dan Kinerja PSSI: Persepsi dan Evaluasi Publik”, Rabu 23 November 2022.

Jakarta, Beritasatu.com – Anggota Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Hasani Abdulgani mengusulkan adanya perubahan sistem pengamanan di dalam stadion saat pertandingan. Usulan itu disampaikan agar tragedi Kanjuruhan di Malang yang menewaskan lebih dari 130 orang tidak lagi terulang.

Menurut Hasagi, petugas keamanan dalam pertandingan sepakbola harus benar-benar dilatih untuk menjaga keamanan pertandingan sepak bola, tidak sekedar aparat kepolisian.

“Kejadian Kanjuruhan ini jangan sampai terulang lagi. Maka, siapapun pengurus sepak bola ke depan, mereka harus berani mengambil sikap untuk mengubah kebijakan agar pihak keamanan yang hadir di pertandingan sepak bola benar-benar pihak keamanan yang dilatih untuk (pengamanan) pertandingan sepak bola,” kata Hasani dalam konferensi pers hasil polling “Suksesi dan Kinerja PSSI: Persepsi dan Evaluasi Publik” yang digelar Polling Institute, Rabu (23/11/2022).

Hasani menyampaikan, selama ini pengamanan pertandingan sepak bola banyak dilakukan oleh aparat kepolisian. Di sisi lain, polisi tidak banyak dilatih cara menangani suporter sepak bola, lebih banyak dilatih untuk menangani kerusuhan yang terjadi di masyarakat. Padahal dua kondisi ini memiliki karakter yang berbeda. Karenanya, perlu petugas keamanan khusus yang ditugaskan untuk mengamankan pertandingan sepak bola.

“Polisi lebih banyak dilatih untuk menangani kerusuhan di masyarakat, misalnya ada demonstrasi, ada teroris, itu polisi sangat jago dan kita harus bangga pada institusi polisi kita. Banyak kejadian teroris dan segala macam yang bisa ditangani,” kata Hasani.

Dalam survei yang dilakukan Polling Institute, aparat kepolisian dinilai jadi sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terhadap tragedi Kanjuruhan. Di antara yang mengetahui tragedi tersebut, sebagian besar menunjuk aparat kepolisian (36,9%) dan penyelenggara liga (22,2%) sebagai pihak yang bertanggung jawab. Kemudian suporter 11,5%, PSSI 7,9%, TNI 1,6%, dan selebihnya pihak lainnya atau tidak menjawab.

Menyusul tragedi Kanjuruhan tersebut, Kongres Luar Biasa (KLB) terhadap PSSI akan segera digelar. Dari publik yang disurvei oleh Polling Institute, mayoritasnya atau 62,5% setuju dengan diadakannya KLB untuk mengganti ketua umum dan kepengurusan PSSI.

Namun, mayoritasnya atau 52,5% tidak setuju jika PSSI dibekukan hingga KLB segera dilaksanakan. Survei yang dilakukan Polling Institute pada 10-15 November 2022 ini melibatkan 1.205 responden.

“Meski hanya sedikit warga yang menuding PSSI sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas tragedi Kanjuruhan, tetapi mayoritas setuju jika PSSI segera melakukan KLB untuk pergantian ketua umum dan kepengurusan. Selain itu, mayoritas publik tidak berharap PSSI dibekukan yang berakibat pada absennya liga sepak bola di Indonesia,” kata peneliti Polling Institute Muhammad Akib.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI