Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Ketua DPR Nilai ASEAN Perlu Bantu Pulihkan Situasi di Myanmar

Kamis, 24 November 2022 | 16:55 WIB
Oleh : CAR
Ketua DPR Puan Maharani bertemu Perdana Menteri (PM) Kamboja Hun Sen.

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPR Puan Maharani menilai krisis yang terjadi di Myanmar menilai negara-negara ASEAN perlu membantu memulihkan situasi di Myanmar. Puan menyatakan krisis Myanmar berpotensi mengganggu stabilitas di tingkat kawasan.

“Situasi di Myanmar mengkhawatirkan, sehingga kita harus bekerja sama membantu memulihkan demokrasi di Myanmar. Dalam kaitan ini, krisis di Myanmar juga berpotensi untuk mengganggu stabilitas kawasan,” kata Puan saat melakukan kunjungan kehormatan dengan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen di Distrik Doun Penh, Pnom Penh, Kamboja, Kamis (24/11/2022).

Puan ke Kamboja untuk menghadiri Sidang Umum Forum Parlemen ASEAN (AIPA) ke-43. Dalam pertemuan itu, PM Hun Sen sempat membahas isu konflik Laut China Selatan dan krisis di Myanmar. Puan lalu menyinggung soal implementasi lima butir Konsensus ASEAN terkait Myanmar yang tidak berjalan dengan lancar, serta kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terus terjadi di negara tersebut.

“Kami tidak ingin stabilitas kawasan terganggu karena berlanjutnya krisis di Myanmar. Stabilitas kawasan merupakan prasyarat utama bagi pemulihan dan pembangunan ekonomi, sehingga dukungan parlemen dalam penyelesaian krisis di Myanmar sangat dibutuhkan,” tuturnya.

Dalam pertemuan tersebut, Puan menyatakan bahwa Kamboja merupakan salah satu negara yang cukup dekat dengan keluarganya. Dia mengaku Presiden pertama Soekarno dan Raja Norodom Sihanouk merupakan sahabat, bahkan seperti keluarga yang bertemu secara rutin.

“Kamboja seperti rumah kedua bagi Presiden Soekarno saat itu. Hubungan baik di masa lalu tersebut merupakan modal berharga bagi pengembangan kerja sama masa depan,” katanya.

Hun Sen juga menceritakan kenangannya terhadap Soekarno. Hun Sen mengaku sempat menjadi penyambut saat Bung Karno datang ke Kamboja.

Dia mengungkapkan rasa bangga dan senangnya karena dapat bekerja sama dengan keturunan Soekarno saat Megawati Soekarnoputri menjadi presiden kelima dan saat ini dengan Puan sebagai ketua DPR.

“Dulu, waktu saya kecil berdiri, kibar-kibarkan bendera ketika Presiden Soekarno berkunjung. Kemudian saya bekerja sama dengan anak Presiden Soekarno, ketika Bu Mega menjabat presiden, dan sekarang bisa bertemu dan berbicara dengan cucu Presiden Soekarno,” kata Hun Sen.

Dia mengapresiasi hubungan baik Indonesia dan Kamboja yang sudah berlangsung sejak lama. Hun Sen juga menitipkan harapannya kepada Puan agar Indonesia melakukan investasi pada sektor beras karena padi merupakan hasil pertanian utama di Kamboja.

“Kami ingin Indonesia investasi di rantai produksi beras, dari pengolahan padi sampai menjadi beras,” ujar Hun Sen.

Puan memastikan akan menyampaikan harapan Hun Sen tersebut kepada pemerintah dan para investor Indonesia.

Dalam pertemuan dengan Hun Sen, Puan didampingi Ketua BKSAP DPR Fadli Zon, Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris, Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Gilang Dhielafararez, dan Anggota BKSAP Irene Yusiana Roba Putri.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: ANTARA


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI