Logo BeritaSatu

Henry Yosodiningrat Klaim Irfan Widyanto Jadi Korban Dusta Ferdy Sambo

Kamis, 24 November 2022 | 20:46 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Henry Yosodiningrat, pengacara terdakwa Irfan Widyanto berharap majelis hakim dapat menilai kliennya sebagai korban kebohongan atau dusta Ferdy Sambo terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Demikian disampaikan Henry setelah menghadiri sidang perkara obstruction of justice atau perintangan penyidikan kasus pembunuhan Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Kamis (24/11/2022).

Sidang kali ini mengagendakan pemeriksaan saksi, yakni Ketua RT Kompleks Polri Duren Tiga, Seno Sukarto serta asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo, Diryanto alias Kodir.

Henry memandang, kliennya telah jelas tidak melakukan pidana bila mengacu pada keterangan sejumlah saksi dan bukti-bukti yang ada.

"Dari awal sidang saksi semua meringankan, membantu, dan menjelaskan yang sebenarnya bahwa fakta seperti ini (korban kebohongan), mudah-mudahan majelis hakim juga melihat ternyata klien kami ini juga bisa sebetulnya adalah korban," ujar Henry.

Henry mengeklaim, Irfan Widyanto hanya melaksanakan perintah atasan untuk mengganti DVR CCTV yang menjadi bukti kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Dia menyebut, kliennya tidak tahu DVR yang diganti adalah bukti kasus tewasnya Brigadir J.

Hal itu dia jelaskan ketika merujuk kembali kepada kesaksian AKBP Ari Cahya Nugraha alias Acay yang merupakan atasan Irfan dalam persidangan yang lalu.

"Maka yang dipahami oleh orang reserse (Irfan) adalah 'ambil dan serahkan pada penyidik'. Apa pun perintahnya dimaknai seperti itu dan dilaksanakan oleh terdakwa Irfan itu tidak salah dan sangat benar," tutur Henry.

Henry turut mengungkit soal adanya tekanan psikis bila merujuk pada hierarki di kepolisian. Hal itu berbentuk perintah Ferdy Sambo yang ketika itu masih menjabat Kadiv Propam Polri. Dia menyebutkan, Irfan tak kuasa menolak perintah Sambo mengingat pangkatnya hanya AKP.

"Bahwa perintah yang katanya dari Agus kepada Irfan untuk mengamankan, kan kita sudah uji. Pengertian mengamankan itu, mengambil, menyerahkan kepada penyidik. Jadi bukan mengamankan terus dia berdiri, pegang senjata itu bukan. Jadi betul tidak ada kaitannya dengan dakwaan," ungkap Henry.

Dalam persidangan perkara ini, Ferdy Sambo didakwa melakukan perintangan penyidikan tewasnya Brigadir J. Hal tersebut dia lakukan bersama dengan Hendra Kurniawan, Arif Rachman Arifin, Chuck Putranto, Baiquni Wibowo, Agus Nurpatria, dan Irfan Widyanto.

Mereka didakwa melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 subsider Pasal 48 juncto Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Gawat, Indonesia Masuk di 25 Negara Paling Mematikan untuk Wisatawan

The Swiftest baru saja mengeluarkan daftar 50 negara paling mematikan untuk wisatawan, di mana Indonesia termasuk dalam 25 negara teratas.

NEWS | 6 Desember 2022

MUI Jabar Buat Surat Edaran Tegaskan Bencana Bukan Azab

MUI Jabar membuat surat edaran yang berisi penegasan bahwa musibah atau bencana alam bukanlah azab dari Tuhan Yang Maha Esa.

NEWS | 6 Desember 2022

Menkumham: RKUHP yang Disahkan Efektif Berlaku Setelah 3 Tahun

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H. Laoly mengungkapkan, Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP)

NEWS | 6 Desember 2022

Ismail Bolong Jalani Pemeriksaan Kasus Tambang Ilegal Kaltim

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri tengah memeriksa Ismail Bolong terkait kasus tambang ilegal Kalimantan Timur (Kaltim)

NEWS | 6 Desember 2022

Dituduh Hancurkan Barang Bukti Tragedi Itaewon, 2 Mantan Polisi Ditangkap

Dua mantan polisi Korea Selatan ditangkap pada hari Senin (5/12/2022), dengan tuduhan menghancurkan barang bukti dari tragedi Itaewon.

NEWS | 6 Desember 2022

Hendra Sebut Kapolri Minta Kasus Brigadir J Ditangani secara Profesional

Hendra Kurniawan menyebutkan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta agar kasus Brigadir J ditangani secara profesional.

NEWS | 6 Desember 2022

Cerita Kaesang Pangarep Ajak Menikah Erina: Der Ketemu, Terus Jadian...

Kaesang Pangarep kini tengah menghitung hari untuk menikahi kekasihnya Erina Gudono yang akan digelar Sabtu (10/12/2022).

NEWS | 6 Desember 2022

Malaysia Bakal Impor Telur untuk Atasi Kekurangan Pasokan

Malaysia akan impor telur sebagai tindakan jangka pendek untuk mengatasi kekurangan pasokan lokal.

NEWS | 6 Desember 2022

Sidang Sambo, Agus Nurpatria Tepis Berita Negatif tentang Hendra Kurniawan

Agus Nurpatria, dalam sidang Sambo, menepis berita negatif Karopaminal Divpropam Polri Hendra Kurniawan.

NEWS | 6 Desember 2022

Anwar Ibrahim Ingatkan Muhyiddin Tak Menantangnya untuk Ungkap Pelanggaran

Anwar Ibrahim meminta pemimpin sebelumnya Muhyiddin Yassin agar tidak menantangnya untuk mengungkapkan dugaan pelanggaran.

NEWS | 6 Desember 2022


TAG POPULER

# Ricky Rizal


# Kecelakaan Beruntun di Jaktim


# Pernikahan Kaesang


# Piala Dunia 2022


# Gempa Cianjur


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Liga 1: Drama Lima Gol Terjadi Saat Persebaya Lawan Barito

Liga 1: Drama Lima Gol Terjadi Saat Persebaya Lawan Barito

BOLA | 17 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE