Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Twitter Tutup Kantor di Brussels, Uni Eropa Minta Klarifikasi

Jumat, 25 November 2022 | 10:18 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Logo Twitter

Brussels, Beritasatu.com - Keputusan Twitter untuk menutup kantornya di Brussel dan memberhentikan ribuan karyawan menimbulkan kekhawatiran dari Uni Eropa, yang meminta klarifikasi kepada perwakilan platform media sosial tersebut di Eropa.

Uni Eropa ingin perusahaan yang bermarkas di San Francisco, AS ini dapat mematuhi aturan baru Uni Eropa yang keras terhadap konten online ilegal, kata kepala kehakiman Uni Eropa Didier Reynders, Kamis (24/11/2022).

Reynders, yang bertemu dengan perwakilan Twitter di markas platform media sosial Eropa di Dublin, meminta klarifikasi dari perusahaan tersebut, kata seorang pejabat Komisi Eropa kepada Reuters.

"Perwakilan Twitter menegaskan kembali komitmen perusahaan untuk memastikan kepatuhan penuh terhadap aturan UE. Komisaris Reynders mencatatnya dan meminta Twitter untuk mewujudkan komitmen ini menjadi tindakan nyata," kata pejabat itu, yang berbicara tanpa menyebut nama.

Aturan baru yang dikenal sebagai Undang-Undang Layanan Digital, yang akan berlaku mulai Februari 2024, mengharuskan platform online berbuat lebih banyak untuk mengawasi internet terhadap konten ilegal atau berisiko didenda sebanyak 6 persen dari omzet global tahunan mereka.

Twitter telah memecat eksekutif puncak dan memberlakukan pemutusan hubungan kerja yang tajam dengan sedikit peringatan menyusul pengambilalihan perusahaan oleh miliarder Elon Musk bulan lalu. Sekitar setengah dari tenaga kerja, sekitar 3.700 karyawan, telah di-PHK sementara lebih dari 1.000 telah mengundurkan diri.

Dua karyawan terakhir Twitter yang berbasis di Brussel tidak lagi bekerja dengan perusahaan, kata seseorang yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters, yang berbicara tanpa menyebut nama. Tim yang berinteraksi dengan pejabat Komisi terkait masalah kebijakan dan regulasi, awalnya berjumlah enam orang.

Reynders juga memperingatkan Twitter dan perusahaan teknologi lainnya untuk berbuat lebih banyak untuk mengatasi ujaran kebencian di online setelah data terbaru menunjukkan bahwa mereka telah menghapus lebih sedikit konten tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: CNA/Reuters


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI