Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Dukung Aksi Protes, Pesepakbola Mantan Pemain Timnas Iran Ditangkap

Jumat, 25 November 2022 | 11:05 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Voria Ghafouri mantan pemain timnas Iran.

Teheran, Beritasatu.com - Iran pada Kamis (24/11/2022) menangkap seorang pesepakbola profesional asal Kurdi, Voria Ghafouri yang mendukung aksi protes yang telah mengguncang negara itu sejak September, kata kantor berita Fars.

Voria Ghafouri, seorang tokoh blak-blakan yang telah 28 kali membela timnas Iran hingga 2019, ditangkap setelah sesi latihan klub atas tuduhan bahwa dia menyebarkan "propaganda" melawan republik Islam itu, lapor kantor berita Fars.

Dia adalah salah satu tokoh paling menonjol yang ditangkap dalam penumpasan protes berskala luas, di tengah pengawasan ketat terhadap perilaku tim nasional di Piala Dunia Qatar.

Timnas Iran menahan diri dari menyanyikan lagu kebangsaan pada pertandingan pertama mereka melawan Inggris pada hari Senin lalu.

Tapi kekhawatiran juga tumbuh atas tindakan keras pihak berwenang di wilayah Kurdi, barat Iran dari mana Ghafouri berasal, dengan kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan puluhan telah tewas selama seminggu terakhir saja.

Ghafouri ditahan setelah sesi latihan dengan klubnya Foolad Khuzestan dengan tuduhan "menodai reputasi tim nasional dan menyebarkan propaganda melawan negara", kata kantor baru Fars.

Kelompok hak asasi yang berfokus pada Kurdi, Hengaw, yang berbasis di Norwegia, juga mengatakan dia telah ditangkap, memposting foto pemain tersebut dengan pakaian tradisional Kurdi.

Mantan pemain sepak bola internasional Iran Ali Karimi, pendukung protes yang blak-blakan lainnya, juga mengunggah foto Ghafouri yang sama di akun Twitternya untuk mendukung pemain tersebut.

"Untuk Voria yang terhormat," tulisnya.

Tindakan keras Iran menjadi sorotan di dewan HAM PBB

Iran telah menyaksikan lebih dari dua bulan demonstrasi yang dipicu oleh kematian dalam tahanan wanita muda Mahsa Amini, 22 tahun, yang berasal dari Kurdi, setelah dia ditangkap polisi susila karena dugaan pelanggaran aturan berpakaian ketat negara untuk wanita.

Protes telah membesar menjadi gerakan luas melawan teokrasi yang berkuasa.

Ghafouri di akun media sosialnya sangat mendukung protes tersebut dan juga dilaporkan mengunjungi daerah berpenduduk Kurdi di Iran untuk mengungkapkan solidaritas dengan keluarga korban tindakan keras.

Dia mendapat pujian khusus karena mengunjungi putri muda seorang wanita yang terbunuh dalam protes dan memberinya tablet sebagai hadiah.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: AFP


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI