Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Bisnis Kopi Rempah Milik Polisi di Blitar Tembus Mancanegara

Minggu, 27 November 2022 | 07:44 WIB
Oleh : Didik Fibrianto / WBP
Seorang anggota Polisi Polsek Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Aipda Jauhari Fitrianto (40) sukses menggeluti bisnis olahan kopi rempah.

Blitar, Beritasatu.com - Seorang anggota Polisi Polsek Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Aipda Jauhari Fitrianto (40) sukses menggeluti bisnis olahan kopi rempah. Olahan kopi Aipda Jauhari selain sudah dikenal masyarakat, ternyata berhasil menembus pasar mancanegara.

Jauhari mengatakan bisnis kopi ini berawal saat dirinya mengetahui tanaman rempah-rempah banyak ditanam di pekarangaan warga. Dari situlah akhirnya Jauhari mencoba meramu rempah-rempah dengan biji kopi dan menghasilkan produk kopi rempah.

"Awalnya saya melihat di pekarangan warga Kawedusan banyak yang menanam rempah-rempah seperti jahe, serai dan kapulaga yang tidak dikelola secara maksimal. Dari situlah saya terinspirasi untuk membuat kopi rempah," katanya kepada wartawan, di Blitar, Sabtu (26/11/2022).

Dengan modal secukupnya, bapak empat anak ini mencoba membuat ramuan kopi rempah. Hasilnya, bisnis yang sudah berjalan 3 tahun ini banyak disukai masyarakat dan menerima pesanan dari teman-teman sekantornya maupun pesanan melalui online. "Saya memasarkan kopi rempah secara online dan ternyata bisa ke seluruh Indonesia. Bahkan pesanan juga ada yang dari luar negeri (Malaysia dan Singapura)," ujarnya.

Kopi rempah Jauhari ini diproduksi di rumah miliknya di Dusun Semanding, Desa Kawedusan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Bahan bakunya kopi, jahe, secang, pala, kayu manis, hingga kapulaga.

Proses membuatnya juga khusus. Awalnya, kopi disangrai menggunakan mesin roasting. Selanjutnya, beragam campuran rempah-rempah juga dimasukkan. Seluruh rempah itu juga dalam keadaan kering.

Seluruh kopi dan rempah itu kemudian disangrai di dalam mesin hingga hampir 2 jam. Setelah matang, kopi kemudian digiling dan siap untuk dikemas.

Selama menjalani bisnis kopi rempah ini, Jauhari mengatakan omzetnya cukup bagus. Dalam 1 bulan, dirinya bisa menjual antara 50 kilogram hingga 80 kilogram bubuk kopi rempah.

Secara nominal, dirinya bisa mengantongi pendapatan antara Rp 10 juta hingga Rp 20 juta per bulan.

Pemasaran kopi rempah itu pun dilakukan ke berbagai lini. Bahkan, saat ini sudah mampu menembus pasar ekspor selain untuk memenuhi permintaan pasar lokal. "1 bulan bisa menjual 50 kilogram bubuk kopi rempah. Kami juga menjual ke psar luar negeri," jelas Jauhari.

Harga jual kopi rempah buatan Jauhari cukup terjangkau. Satu bungkus kopi rempah ukuran 30 gram dijual seharga Rp 20.000.

Kopi buatan Jauhari juga sangat digemari. Bahkan, di musim pancaroba seperti sekarang ini, kopi rempah buatannya sangat dicari pelanggan. Selain menambah imun dan daya tahan tubuh, kopi rempah diklaim para pelanggannya berkhasiat untuk menghangatkan tubuh.

Wiwik misalnya, salah seorang pelanggan warga Kabupaten Blitar ini mengaku ketagihan dengan kopi rempah buatan Jauhari. Ia pun sudah berlangganan membeli kopi rempah. "Iya saya beli kopi rempah kan ini musim pancaroba jadi buat imun tubuh," kata Wiwik.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI