Logo BeritaSatu

Pasca-Gempa Cianjur, BNPB Ajak Warga yang Rumah Masih Layak Huni Kembali

Senin, 28 November 2022 | 04:47 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan pemerintah akan segera membangun rumah warga yang rusak berat dan tidak layak huni akibat gempa Cianjur. Namun, untuk rumah rusak ringan dan sedang, jika situasi sudah aman warga diharapkan kembali ke rumah masing-masing.

“Yang masih bagus (rumahnya) ini kalau sudah tidak ada lagi gempa bisa ditempati,” ucapnya pada konferensi pers terkait “Update Penanganan Gempa M5,6 Cianjur Hari ke-6”, Minggu (27/11/2022).

Advertisement

Suharyanto menuturkan, warga kembali ke lingkungan rumahnya agar dapat membersihkan puing-puing, menyelamatkan harta dan benda yang masih bisa diselamatkan.

“Kalaupun hancur total, tanahnya diratakan walaupun kami dari BNPB akan bekerja sama dengan TNI mengerahkan untuk membersihkan rumah tersebut, tetapi alangkah lebih cepat yang punya rumah juga bantu,’’ paparnya.

Suharyanto juga menuturkan, bagi warga yang rumahnya masih layak huni ini, jika mempunyai ruangan kosong dapat membantu warga lain yang rumahnya tidak dapat dihuni karena rusak berat sembari menunggu rumah dibangun.

Warga yang menampung tetangga yang tidak memiliki rumah ini, kata Suharyanto, akan mendapatkan uang sewa. Sebagaimana diketahui, BNPB melaporkan hingga hari ini, Minggu (27/11/2022), telah terdaftar 62.628 rumah yang rusak akibat gempa Cianjur. Namun, jumlah ini akan terus bertambah selama pendataan masih berlangsung.

Suharyanto mengatakan, pemerintah akan membangun rumah warga yang masuk kategori rusak berat. Sedangkan untuk rumah rusak ringan dan sedang akan diperbaiki dengan pemberian uang perbaikan senilai Rp 25 juta untuk rusak sedang dan Rp 10 juta untuk rusak ringan.

Sementara bagi warga yang rumahnya tergolong rusak berat ini, selain disarankan sewa kontrakan atau menumpang di warga lain. Pemerintah juga menyediakan tenda keluarga. Tenda ini akan dibangun di sekitar rumah warga yang sedang dibangun.

Mengharapkan warga kembali ke rumahnya, kata Suharyanto, hal tersebut dilakukan pascabencana di wilayah lainnya. Pasalnya, pascabencana dan tanggap darurat selesai, dan pascapemulihan tentu kehidupan masih terus berlangsung.

Sebagaimana diketahui, data per Minggu (27/11/2022), total 62.628 rumah rusak ini terdiri dari 27.434 rumah, rusak sedang ada 13.070 dan rusak ringan 22.124 rumah, Kemudian, infrastruktur yakni sekolah ada 398, tempat ibadah 160, fasilitas kesehatan 14, dan gedung kantor 16.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ayah Bejat Pelaku Pencabulan Anak Kandung Dibekuk Polisi

Sungguh keji dan biadab prilaku seorang ayah di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung ini, mengaku khilaf dan tidak kuat menahan hawa nafsu, Ia tega mencabuli putri kandungnya sendiri yang masih berusia 6 tahun.

NEWS | 4 Februari 2023

Orang Tak Dikenal Bakar Rumah, Mobil, dan Motor di Kendari

Satu unit rumah dan 2 kendaraan mobil serta motor diduga dibakar orang tak dikenal (OTK) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra)

NEWS | 4 Februari 2023

Diduga Cabuli Siswa SD, Rumah Pensiunan ASN di Parepare Dilempari Batu

Seorang pensiunan ASN dipukuli massa dan rumahnya dilempari batu lantaran diduga menjadi pelaku pencabulan siswa SD di Parepare Sulawesi Selatan (Sulsel).

NEWS | 4 Februari 2023

Dewan Pers Sebut 97 Persen Pelanggaran Dipicu Kualitas Jurnalisme yang Kurang Baik

Dewan Pers menyebutkan 97 persen pelanggaran pers sepanjang 2022 dilakukan oleh media-media online. 

NEWS | 4 Februari 2023

Produksi UMKM di Makassar Terganjal Kelangkaan Minyakita

Kelangkaan minyak goreng Minyakita menyebabkan sejumlah pelaku UMKM di Makassar kesulitan mendapatkan pasokan.

NEWS | 4 Februari 2023

Fenomena Clickbait, Dunia Pers Dinilai dalam Kondisi Darurat

Ketua Forum Pemred Arifin Asydhad menyatakan, dunia pers Indonesia dalam kondisi darurat karena maraknya judul pemberitaan yang clickbait

NEWS | 4 Februari 2023

Tiongkok Tuduh Politisi dan Media AS Bikin Gaduh Soal Balon Mata-mata

Kemenlu Tiongkok pada Sabtu (4/2/2023) menyatakan, terjadi insiden force majeure yang membuat benda terbang Tiongkok berada di wilayah Amerika Serikat.

NEWS | 4 Februari 2023

Budidaya Melon Golden, Mantan TKI di Lombok Ini Raup Omzet Puluhan Juta

Mantan TKI asal Desa Kebon Ayu Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat NTB berhasil membudidayakan melon golden dan meraup omzet puluhan juta rupiah.

NEWS | 4 Februari 2023

Calon Anggota DPD Dapil Bengkulu Ditembak OTK, Hidayat Nur Wahid: Biadab

Wakil Ketua MPR Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid mengecam penembakan mantan Sekum Pemuda Muhammadiyah dan calon anggota DPD dapil Bengkulu, Rahimandani. 

NEWS | 4 Februari 2023

Dua Pekan Terakhir, Minyakita Langka di Tulang Bawang

Hampir dua pekan lamanya, Minyakita menghilang dari peredaran di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.

NEWS | 4 Februari 2023


TAG POPULER

# Transmart


# Perayaan dan Sejarah Cap Go Meh


# Mutasi Perwira


# Kawasan Halal di Jakarta


# Eliezer


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
2 Jam Diskusi, Nasdem-PKS Sebut Tak Bicarakan Cawapres

2 Jam Diskusi, Nasdem-PKS Sebut Tak Bicarakan Cawapres

BERSATU KAWAL PEMILU | 7 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE