Logo BeritaSatu

Ini Pertimbangan Organisasi Profesi Tolak RUU Kesehatan Omnibus Law

Senin, 28 November 2022 | 13:54 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / WIR

Jakarta, Beritasatu.com – Sejumlah organisasi profesi mempunyai beragam alasan untuk menolak penyusunan RUU Kesehatan Omnibus Law oleh Badan Legislasi DPR. Pada Senin (28/11/2022), organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) beserta organisasi kesehatan lainnya menggelar aksi damai bersama di depan Depan Gedung DPR RI.

Dalam aksi damai bersama tersebut, Juru Bicara PB IDI, Mahesa Pranadipa Mikael menjelaskan tujuan aksi yang dilakukan adalah menolak keberadaan RUU Kesehatan Omnibus Law yang saat ini masuk dalam dari program legislasi nasional (prolegnas) prioritas 2022.

Advertisement

“Kenapa penolakan ini, karena proses-proses yang terjadi dalam prolegnas ini terkesan sembunyi-sembunyi, tertutup, dan terburu-buru tanpa adanya naskah akademik yang kuat menjelaskan apa dasar filosofis, apa dasar yuridis dan sosiologis,” kata Mahesa di depan gedung MPR/DPR RI, Senin (28/11/2022).

Mahesa menegaskan, tidak ada naskah akademik yang menjelaskan apa dasar filosofis, dasar yuridis, dan sosiologis. Menurutnya, penyusunan RUU Kesehatan harus melibatkan semua komponen bangsa. Mulai dari organisasi profesi, ikatan mahasiswa kedokteran, dan institusi lain seharusnya dilibatkan.

“Tetapi yang terjadi, ini tidak dilibatkan. Padahal kita akan mengurus kesehatan masyarakat kita. Kami mendapatkan banyak informasi soal substansi yang akan didorong dalam RUU ini yang mengancam keselamatan dan kesehatan seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya.

Untuk itu, lanjut Mahesa, IDI sebagai organisasi profesi merasa punya tugas untuk menyelamatkan rakyat. Salah satunya dengan menggelar aksi damai bersama menolak RUU Kesehatan tersebut.

Mahesa menilai, penyusunan RUU Kesehatan ini tidak ada keterbukaan dan transparan. “Jika transparan, maka semua pihak akan tahu apa saja yang akan didorong dalam RUU ini,” ucapnya.

Selanjutnya, Mahesa juga menuturkan, RUU Kesehatan ini ada upaya-upaya liberalisasi dan kapitalisasi kesehatan.

“Kalau semuanya dibebaskan tanpa kontrol sama sekali, tanpa memerhatikan mutu pelayanan kesehatan maka bisa mengancam seluruh rakyat,” ucapnya.

Kemudian, Mahesa juga menyoroti substansi yang lain, yakni penghapusan peran organisasi profesi dalam pengawasan, pembinaan, penerbitan rekomendasi, dan surat tanda registrasi (STR). Adapun STR sejauh ini berfungsi untuk meregistrasi tenaga kesehatan (nakes). Dalam hal ini, setiap nakes wajib memiliki STR pada konsilnya masing-masing.

“Dan itu seharusnya dievaluasi setiap lima tahun. Tapi dalam substansi rancangan undang-undang, kami membaca ada upaya untuk menjadikan STR ini berlaku seumur hidup,” paparnya.

“Bisa dibayangkan kalau dokter dan tenaga kesehatan praktiknya tidak diawasi dan tidak dievaluasi selama 5 tahun, itu gimana mutunya, itu ancaman bagi keselamatan seluruh rakyat kalau tidak diawasi,” tukasnya.

Mahesa juga menegaskan, di seluruh negara tidak ada izin STR seumur hidup, melainkan harus dievaluasi. Hal ini bertujuan untuk keselamatan pasien dan rakyat. Pada kesempatan sama, Ketua Umum IDI Adib Khumaidi dalam orasinya menolak tegas RUU Kesehatan. Ia menuturkan, IDI sebagai organisasi profesi sudah lama memberikan kontribusi untuk rakyat Indonesia.

“Kami adalah profesi yang selama ini sudah memberikan kontribusi untuk rakyat Indonesia. Pandemi belum selesai, negara masih membutuhkan tenaga kesehatan Indonesia, jangan tempatkan organisasi profesi menjadi marjinal,” ujar Adib saat menyampaikan orasinya.

Dalam orasi tersebut, Adib berharap organisasi profesi dapat dikuatkan eksistensinya. Pasalnya, ia merasa bahwa organisasi profesi dilahirkan untuk rakyat Indonesia. Dalam hal ini, IDI selalu ingin menjadi mitra pemerintah. Namun, untuk kepentingan masyarakat Indonesia, IDI berharap RUU Kesehatan dikeluarkan dari prolegnas 2022.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ganjar Targetkan Masjid Agung Jawa Tengah Rampung Akhir 2023

Ganjar Pranowo mengatakan, Masjid Agung Jawa Tengah atau MAJT di Magelang yang dimulai pembangunanya hari ini diharapkan rampung akhir 2023.

NEWS | 31 Januari 2023

Jokowi Berikan Kebebasan Kaesang Bila Ingin Maju ke Dunia Politik

Keinginan putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep untuk terjun ke dunia politik mendapat restu dari ayahnya.

NEWS | 31 Januari 2023

Kisah Bocah Perempuan 11 Tahun Lolos dari Penculikan di Semarang

Seorang bocah perempuan berusia 11 tahun lolos dari upaya penculikan dua orang tak dikenal seusai berbelanja di sebuah warung kelontong di Semarang,

NEWS | 31 Januari 2023

Data Pangan Sering Berbeda, Jokowi: Di Era Digital Harusnya Tidak Terjadi

Presiden RI Joko Widodo menyoroti masalah data produksi dan stok pangan yang kerap berbeda antara kementerian atau lembaga terkait.

NEWS | 31 Januari 2023

Presidensi G20 Indonesia Sukses, Jokowi: Modalnya Membangun Trust

Indonesia pada 2022 telah sukses memegang Presidensi Group of 20 (G20), forum kerja sama 20 ekonomi utama dunia.

NEWS | 31 Januari 2023

Turunnya Nilai Manfaat Dana Haji, Penyebab Biaya Haji Naik

Pakar kebijakan publik UPN Veteran, Achmad Nur Hidayat mengatakan, rencana kenaikan biaya haji dipicu turunnya nilai manfaat dana haji yang semakin kecil.

NEWS | 31 Januari 2023

Jadi Ketua ASEAN 2023, Jokowi: Ini Fokus Indonesia

Indonesia kembali menjadi ketua ASEAN tahun 2023 di tengah rivalitas antarnegara yang semakin tajam. Presiden Jokowi menegaskan, dalam kepemimpinan di ASEAN

NEWS | 31 Januari 2023

Keluarga Ungkap Sosok Selvi, Mahasiswi Korban Tabrak Lari di Cianjur

Eva Patimah, bibi mahasiswi Cianjur Selvi Amelia Nuraini, mengungkap sosok ponakannya yang menjadi korban tabrak lari di Cianjur

NEWS | 31 Januari 2023

Minyakita Langka di Rangkasbitung, Harga Naik Rp 1.000

Minyak goreng Minyakita sudah tidak lagi ditemukan di sejumlah pasar tradisional yang ada di wilayah Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.

NEWS | 31 Januari 2023

Bareskrim Polri Berhasil Tangkap DPO Kasus Narkoba dari Malaysia

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil menangkap satu daftar pencarian orang (DPO) atas nama Akbar Antoni (AA) dari Malaysia

NEWS | 31 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ini Daftar Lengkap Sementara Calon Ketum, Waketum, dan Exco PSSI yang Lolos

Ini Daftar Lengkap Sementara Calon Ketum, Waketum, dan Exco PSSI yang Lolos

BOLA | 14 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE