Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Terlambat ke TKP Penembakan, Arif Rachman Dituding Sambo Apatis

Senin, 28 November 2022 | 15:19 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / BW
Sidang LanjutanTerdakwa kasus obstruction of justice atau merintangi penyidikan pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat, AKBP Arif Rachman Arifin menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jumat (25/11/2022). Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan menghadirkan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan hingga Mabes Polri untuk memberikan keterangan di persidangan. B Universe Photo/David Gita Roza

Jakarta, Beritasatu.com - Arif Rachman Arifin mengungkapkan momen saat dirinya dimarahi oleh Ferdy Sambo. Dia mengaku dituding apatis oleh Sambo karena terlambat datang ke TKP (tempat kejadian perkara) kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas Sambo di Kompleks Polri, Jalan Duren Tiga.

Hal itu disampaikan AKBP Arif Rachman Arifin saat dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus dugaan pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir J.

Duduk sebagai terdakwa dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/11/2022) kali ini yakni Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

Sebagai informasi, Arif juga merupakan terdakwa dalam kasus obstruction of justice atau perintangan penyidikan kasus tewasnya Brigadir J.

Mulanya Arif menerangkan, dia tiba di TKP pada Sabtu (9/7/2022). Arif lalu diomeli Ferdy Sambo.

"Beliau nanya 'kamu ke mana dari kemarin? Kamu tidak tahu kejadian di sini', saya bilang 'siap, belum tahu, baru tahu hari ini.' Beliau sampaikan apatis, (Arif respons) 'siap salah'," ungkap Arif.

Ferdy Sambo kemudian memerintahkan Arif untuk ke Polres Jakarta Selatan. Arif diminta Sambo untuk mengarahkan penyidik Polres Jakarta Selatan agar melakukan pemeriksaan terhadap Putri Candrawathi di kediaman pribadi pada Jalan Saguling.

Bharada E, Kuat, dan Ricky didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Selain ketiganya, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi didakwa ikut terlibat dalam pembunuhan tersebut. Mereka didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP.

Bharada E disebut jaksa sebagai sosok yang menembak Brigadir J. “’Woy! Kau tembak! Kau tembak cepat! Cepat woy kau tembak!’,” ungkap JPU soal perintah Ferdy Sambo ke Bharada E.

Bharada E lalu menembak memakai Glock 17 sebanyak tiga atau empat kali ke Brigadir J yang membuatnya terjatuh dan bersimbah darah. Tak lupa, Sambo menembak sebanyak satu kali ke kepala Brigadir J untuk memastikan sudah tewas.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI