Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Saksi Duga Ada Teroris Saat Disuruh Bawa Senjata ke Rumah Ferdy Sambo

Senin, 28 November 2022 | 15:47 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / BW
Terdakwa Ferdy Sambo memberikan salam saat memasuki ruang sidang dengan agenda lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa 8 November 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Kombes Susanto Haris sempat menduga ada teroris saat disuruh bawa senjata ke rumah dinas Ferdy Sambo.

Susanto Haris menerima perintah untuk datang ke rumah dinas Ferdy Sambo seusai Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J tewas. Dia awalnya sempat menduga ada teroris, karena disuruh membawa senjata laras panjang dan body vest.

Hal itu diungkapkan Susanto Haris saat dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus dugaan pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir J.

Duduk sebagai terdakwa dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/11/2022) kali ini yakni Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

Mulanya Susanto menerangkan, pada pukul 17.20 WIB, Jumat (8/7/2022), dia diminta untuk menghadap Brigjen Benny Ali selaku Karo Provost Polri. Dia lalu diminta ke rumah dinas Sambo dengan membawa senjata panjang dan body vest karena telah terjadi penembakan.

"Saya pikir kok bawa senjata panjang dan body vest? Apa ada teroris, apa ada anggota yang marah," kata Susanto dalam persidangan.

Susanto lalu mempersiapkan perlengkapan baik senjata maupun body vest untuk meluncur ke rumah dinas Ferdy Sambo. Namun demikian, dia mengaku tak tahu-menahu soal jenis senjata panjang yang dibawa.

"Kami kurang paham, kalau senjata tidak salah kami juga tidak paham jenisnya, tetapi bawa senjata panjang dan body vest," tutur Susanto.

Bharada E, Kuat, dan Ricky didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Selain ketiganya, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi didakwa ikut terlibat dalam pembunuhan tersebut. Mereka didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP.

Bharada E disebut jaksa sebagai sosok yang menembak Brigadir J. “’Woy! Kau tembak! Kau tembak cepat! Cepat woy kau tembak!’,” ungkap JPU soal perintah Ferdy Sambo ke Bharada E.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI