Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Putri Terus Menangis Saat Beberkan Skenario Ferdy Sambo

Senin, 28 November 2022 | 17:01 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / BW
Terdakwa Ferdy Sambo, memeluk istrinya yang juga terdakwa Putri Candrawathi (kiri) saat menjalani sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa 8 November 2022. 

Jakarta, Beritasatu.com – Putri Candrawathi terus menangis saat membeberkan skenario Ferdy Sambo terkait peristiwa tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Hal itu dikatakan Kombes Susanto Haris saat memberikan kesaksian dalam sidang di PN Jaksel, Senin (28/11/2022).

Duduk sebagai terdakwa dalam sidang hari ini, adalah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

Mulanya, Susanto menerangkan soal Karo Provost Polri Irjen Benny Ali yang memerintahkannya untuk menginterogasi Putri. Upaya tersebut dilakukan usai tewasnya Brigadir J, sekitar pukul 18.17 WIB, 8 Juli 2022. Interogasi terhadap Putri dilakukan di kediaman pribadi Ferdy Sambo pada Jalan Saguling, Jakarta Selatan.

"Sampai di Saguling sekitar 5 menit, kemudian Pak Benny Ali tanya kepada Ibu, 'bu apa kejadian sesungguhnya?' Begitu cerita 'oh kami baru pulang dari Magelang, kemudian saya baru istirahat', (lalu Putri) nangis," ungkap Susanto dalam persidangan.

Putri sempat berhenti menangis. Dia lalu ditanyakan kembali soal peristiwa tewasnya Brigadir J.

"Ditanya lagi, 'sebetulnya ada kejadian apa Bu?' 'Saya sedang istirahat, ada yang masuk.' Nangis lagi, berhenti lagi," ungkap Susanto.

Putri lalu sempat menyampaikan, dia berteriak karena ada yang memasuki kamarnya. Dia ketika itu lupa memanggil siapa, apakah Bharada E atau Ricky Rizal.

"Tetapi berhenti lagi, nangis lagi," tutur Susanto.

Putri terus menangis saat diinterogasi. Oleh karenanya, Benny Ali memutuskan agar interogasinya dihentikan dulu. Benny menilai ketika itu Putri masih trauma.

Hal yang disampaikan Putri itu diketahui merupakan skenario yang direkayasa Ferdy Sambo. Skenario Sambo menyebutkan telah terjadi pelecehan seksual terhadap Putri, sehingga memicu terjadinya baku tembak yang menewaskan Brigadir J.

Bharada E, Kuat, dan Ricky didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Selain ketiganya, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi didakwa ikut terlibat dalam pembunuhan tersebut. Mereka didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI