Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Korban Gempa Cianjur Akan Direlokasi ke 3 Wilayah Ini

Senin, 28 November 2022 | 19:43 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / YUD
Foto udara suasana pasca gempa berkekuatan 5,6 SR dengan Pusat Gempa 10 Km Barat Daya Kabupaten Cianjur, Praktis membuat Desa Sukamulya Kec. Cugenang Kab. Cianjur nyaris terisolir, pasalnya selain akses jalan yang buruk juga minim signal internet ditambah padamnya aliran listrik ke desa tersebut. Rabu 23 November 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan terdapat tiga wilayah yang menjadi bakal calon lokasi untuk memindahkan rumah-rumah warga yang rusak akibat gempa Cianjur, Jawa Barat. Ketiga lokasi dinilai memiliki risiko lebih kecil terhadap ancaman gempa bumi.

“Sudah tersedia calon tiga wilayah relokasi yang saat ini kita tunggu persetujuannya dari BMKG dan Badan Geologi, yang pasti khusus untuk Cianjur kalau kita mencari daerah yang benar-benar tidak rawan gempa itu, mungkin tidak ada,” ungkap Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari pada konferensi pers virtual, Senin (28/11/2022).

Pria yang akrab disapa Aam itu menjelaskan lokasi yang dipilih sedikit potensi gempa. BNPB akan memilih lokasi yang paling sedikit potensi risikonya dari kawasan yang ada saat ini.

"Kemudian struktur bangunan lainnya yang kita buat dan kita pastikan itu tahan gempa, prinsip demikian,” kata dia.

Bupati Cianjur Herman Suherman melaporkan tiga wilayah yang akan menjadi tempat relokasi rumah-rumah warga yang rusak. Wilayah pertama yakni Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku seluas 2,5 hektare. Kemudian Desa Mande Kecamatan Mande seluas 4 hektare, dan Desa Cipendawa Kecamatan Pacet seluas 10 hektare.

"Jadi ada tiga lokasi yang kami siapkan untuk relokasi. Hal ini sudah kami sampaikan melalui Kepala BNPB,” jelas dia.

Bahkan, kata Herman, tidak akan lama lagi akan dimulai percepatan proses relokasi dengan perataan-perataan tanah sehingga segera bisa dilakukan percepatan pembangunan.

“Alhamdulillah yang di Kecamatan Cilaku Sirnagalih tidak akan lama lagi tim akan eksyen untuk perataan-perataan tanah. Mudah-mudahan, dari Kementerian PU ini bisa dipercepat untuk pembangunan-pembangunannya,” ungkap Bupati Herman.

Pemerintah, lanjutnya, memprioritaskan hunian di tempat relokasi bagi warga yang lahan bangunan rumahnya berada di daerah rawan. Artinya, lahan permukiman warga itu berada tepat di jalur lempengan.

"Prioritas yang lokasinya tidak boleh dibangun karena berada di lempengan. Titik lempengan patahan gempa itu berada di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang. Di Desa Sarampad itu tidak boleh dibangun kembali. Harus direlokasi," ucapnya.

Untuk jumlahnya, sebut Herman, belum ada data pasti. Sebab, katanya, saat ini pendataan masih pada tahap verifikasi yang dilakukan tim.

Tim pendataan gabungan juga sedang memverifikasi dan mengklasifikasi tingkat kerusakan rumah. Nanti, setiap rumah rusak berat mendapatkan bantuan sebesar Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta, dan rusak ringan Rp 10 juta.

"Kami juga sedang mengajukan santunan kerohiman ke Kementerian Sosial. Bagi korban luka-luka dijamin biaya pengobatan dan perawatannya. Semua digratiskan. Bagi yang meninggal dunia, keluarganya dijamin kehidupannya oleh pemerintah," pungkas Bupati Herman.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI