Logo BeritaSatu

Pemetaan demi Pembenahan Kualitas Pendidikan di Indonesia

Selasa, 29 November 2022 | 07:30 WIB
Oleh : JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Ada beragam upaya dan pendekatan yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran anak. Guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Febri Nirmala, misalnya, menjadikan ruang kelas sebagai rumah kedua demi mendorong kemampuan belajar para siswanya. Febri ingin menghadirkan rasa nyaman, aman, dan menyenangkan, sehingga sekolah terasa bagai rumah kedua bagi anak-anak.

Febri menjelaskan bahwa sekolah sebagai rumah kedua merupakan upaya untuk membantu anak-anak yang tidak tinggal dengan orang tua atau kurang mendapat perhatian dari keluarga. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menghambat perkembangan proses belajar siswa di sekolah.

Advertisement

"Kasih sayang bagi anak-anak memang sangat penting. Kurangnya kasih sayang bagi anak tak jarang membuat anak enggan masuk sekolah, suka murung dalam kelas, dan jarang bicara dengan temannya. Akhirnya, saya sebagai guru harus bisa menggantikan sosok keluarga atau menjadikan ruang kelas sebagai rumah ternyamannya,” tutur Febri.

Febri melakukan pendekatan satu-persatu kepada anak-anak, sebuah upaya yang memerlukan kesabaran dan perjuangan panjang. Dari pendekatan tersebut, Febri dapat menggali masalah yang anak-anak hadapi dan bagaimana karakter mereka.

"Alhamdulillah ada perubahan. Anaknya jadi rajin. Saya merasa mereka seperti anak sendiri. Saat mereka masuk SMP, saya merasa bagaimana (kehilangan-red), tapi alhamdulillah anak-anak tetap tanya kabar," kisah Febri.

Di daerah lain, Guru SDN Lawinu Tanarara, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Siti Saudah, memiliki upaya dan pendekatan yang tak kalah gigih. Demi memajukan pendidikan Indonesia, ia rela meninggalkan karirnya di Pati, Jawa Tengah, lalu mengabdi untuk anak-anak di timur Indonesia.

Guru lulusan Universitas Negeri Semarang (UNNES) ini tergerak hatinya dan mengikuti program pengabdian di daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T) yang ditawarkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada 2015.

“Di kota pasti banyak yang mau mengisi posisi saya, tapi kalau saya tidak mau datang ke sana (daerah pedalaman), ya pasti tidak ada yang mau,” ungkap Siti.

Sekolah tempat Siti mengajar belum memiliki fasilitas yang memadai dan lokasinya pun berada di atas bukit. Kondisi tersebut membuat anak-anak perlu berjalan selama satu jam atau lebih, mendaki bukit-bukit tandus dari kampung mereka dengan bertelanjang kaki. Namun, Siti terlanjur mencintai pekerjaan dan anak-anak di tempatnya mengabdi.

“Saya langsung jatuh hati melihat mereka. Saya hanya ingin bersyukur dengan keberuntunganku melalui pengabdian buat anak-anak ini,” cerita Siti dengan suara bergetar.

Selain mengajar, Siti tertarik dengan kondisi pelaporan keuangan di sekolahnya yang masih perlu mendapatkan perhatian dalam proses penyusunannya. Siti menyadari bahwa pelaporan keuangan yang baik menjadi poin penting dalam operasional sekolah, agar manajemen sekolah dapat berjalan dengan baik dan sesuai aturan.

Siti juga tergerak untuk membuka wawasan guru-guru agar memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran. Selain kepala sekolah dan dirinya, aku Siti, para guru masih enggan menyentuh laptop karena takut rusak dan belum menguasai pengoperasian perangkat tersebut.

Pemetaan demi Pembenahan Kualitas Pendidikan di Indonesia
Siti Saudah, Guru SDN Lawinu Tanarara, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. (Dok. Kemendikbudristek)

Kisah perjuangan para guru tersebut merupakan gambaran nyata di lapangan tentang masih perlunya perhatian pemerintah, disertai intervensi yang tepat, untuk dapat membenahi kualitas pendidikan secara menyeluruh di pelosok Indonesia.

Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) 2022, terdapat lebih dari 52 juta siswa dalam sistem pendidikan Indonesia. Artinya, ada lebih dari 10 kali lipat populasi warga Singapura yang perlu pemerintah Indonesia layani. Selain siswa, ada lebih dari 3 juta guru yang memerlukan perhatian pemerintah. Hal tersebut ditambah fakta bahwa Indonesia terbagi dalam tiga daerah waktu dan wilayah, yakni Indonesia barat, tengah, dan timur.

Dengan besar dan masifnya sistem pendidikan Indonesia, Indonesia memerlukan suatu instrumen yang dapat memetakan tantangan, kendala, dan mutu seluruh satuan pendidikan. Oleh karena itu, Kemendikbudristek menyelenggarakan survei nasional melalui Asesmen Nasional (AN).

Data hasil AN tersebut kemudian diintegrasikan dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), data pendidikan dari Kementerian Agama (EMIS), platform digital guru dan kepala sekolah, tracer study SMK, data Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), data akreditasi sekolah, dan Badan Pusat Statistik (BPS), serta berbagai sumber data pokok lain terkait pendidikan ke dalam sebuah platform digital, yakni Rapor Pendidikan.

Saat peluncuran Merdeka Belajar Episode Kesembilan Belas: Rapor Pendidikan Indonesia, pada 1 April 2022, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyampaikan bahwa platform Rapor Pendidikan dirancang untuk memudahkan kepala satuan pendidikan dan dinas pendidikan dalam memetakan kondisi pendidikan di satuan atau daerahnya.

Dengan memanfaatkan Rapor Pendidikan, dinas pendidikan dan satuan pendidikan dapat mengidentifikasi kondisi daerah dan satuan pendidikannya secara riil. Data tersebut bukan hanya sebagai ‘pemberitahuan’ kepada daerah dan satuan pendidikan, melainkan sebagai titik mula untuk merefleksikan dan membenahi kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Melalui pemanfaatan Rapor Pendidikan, pemerintah pusat dan daerah dapat memetakan dan memberikan bantuan serta intervensi yang sesuai dengan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah.

Untuk mengoptimalisasi pemanfaatan Platform Rapor Pendidikan, Kemendikbudristek telah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan kementerian lembaga lainnya sejak bulan Oktober 2021 dan membuahkan kesepakatan untuk menggunakan data
Rapor Pendidikan dalam mengukur pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM).

“Data Rapor Pendidikan digunakan sebagai indikator kinerja pemda di bidang pendidikan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 59 tahun 2021 tentang SPM,” ujar Nadiem.

Tiap dinas dan satuan pendidikan dapat mengakses laman raporpendidikan.kemdikbud.go.id untuk mengetahui hasil asesmen dan survei nasionalnya. Publik pun secara umum dapat mengakses data yang sifatnya terbuka bagi publik mengenai hasil Asesmen Nasional melalui pusmendik.kemdikbud.go.id/profil_pendidikan.




Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: PR

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pemprov DKI Tambah 6 Lokasi Parkir Tarif Tertinggi, Rp 7.500 per Jam!

Pemprov DKI menambah enam lokasi parkir tarif tertinggi sebesar Rp 7.500 per jam berlaku progresif untuk kendaraan bermotor yang tidak lulus uji emisi.

NEWS | 3 Februari 2023

Masa Jabatan Kades Terlalu Lama Dinilai Tak Cocok di Era Modern

Masa jabatan kepala desa yang diusulkan hingga sembilan tahun dipandang terlalu lama dan tidak cocok pada era modern seperti saat ini.

NEWS | 4 Februari 2023

Bertemu Tersangka, Rizky Billar Beri Maaf dan Berpelukan

Rizky Billar menyambangi Polda Metro Jaya bersama istri, Lesty Kejora. Kedatangan mereka guna bertemu dengan haternya, yang sudah jadi tersangka.

NEWS | 3 Februari 2023

Penderita Kanker Datang ke RS Rata-rata Stadium Lanjut

Penderita penyakit kanker yang datang ke rumah sakit, rata-rata sudah mengidap stadium lanjut.

NEWS | 3 Februari 2023

Sero Survei Buktikan Kadar Perlindungan Vaksin Tak Berkurang dalam 6 Bulan

Analisa tentang penurunan kadar perlindungan vaksin Covid-19 dalam enam bulan tidak terbukti dalam studi Serologi Survei (Serosurvei) antibodi di Indonesia.

NEWS | 4 Februari 2023

Lapor Kasus Tanah ke Polisi, Provost Polsek Jatinegara Klaim Dimintai Rp 100 Juta

Seorang anggota provost Polsek Jatinegara Jakarta Timur, Bripka Madih merasa kecewa dengan institusinya.

NEWS | 3 Februari 2023

Polri Ungkap Peran 6 Tersangka Kasus Asusila dan Pornografi Online Jaringan Internasional

Bareskrim Polri mengungkap peran 6 tersangka kasus asusila, pornografi, dan judi online jaringan internasional.

NEWS | 3 Februari 2023

Vaksinasi Jadi Syarat Mudik Lebaran? Ini Kata Kemenkes

Masyarakat dapat mudik Lebaran pada tahun 2022 lalu dengan syarat sudah menerima vaksinasi Covid-19 dosis kedua dan ketiga atau booster.

NEWS | 3 Februari 2023

Menkes Targetkan Akhir Tahun Stunting Turun hingga 17%

Kementerian Kesehatan menargetkan penurunan angka stunting hingga 17% pada akhir tahun 2023.

NEWS | 3 Februari 2023

Kasus Obstruction of Justice, Istri Arif Rachman Pernah Ingin Sembunyikan Anaknya

Istri terdakwa kasus obstruction of justice Arif Rachman Arifin mengaku ingin menyembunyikan anak-anaknya.

NEWS | 3 Februari 2023


TAG POPULER

# Transmart


# Perayaan dan Sejarah Cap Go Meh


# Mutasi Perwira


# Kawasan Halal di Jakarta


# Eliezer


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
‘Love Fun Taiwan’ Kembali Mengudara, Kerja Sama dengan India, Thailand, dan Filipina

‘Love Fun Taiwan’ Kembali Mengudara, Kerja Sama dengan India, Thailand, dan Filipina

LIFESTYLE | 20 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE