Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Tak Mau Kritik Langsung Pemerintahnya, AS Dukung Hak untuk Protes di Tiongkok

Selasa, 29 November 2022 | 11:21 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Petugas polisi Tiongkok memblokir jalan untuk mencegah aksi demo memprotes kebijakan nol-Covid di Shanghai pada 27 November 2022.

Washington, Beritasatu.com – Amerika Serikat atau AS dukung hak untuk protes di Tiongkok secara damai, namun Gedung Putih memilih menghindar untuk mengkritik langsung kebijakan Covid-19 yang dijalankan Beijing yang telah membuat terjadinya aksi protes warga.

Polisi Tiongkok pada Senin memperketat keamanan di lokasi protes akhir pekan di Shanghai dan Beijing, setelah kerumunan di sana dan di kota-kota Tiongkok lainnya dan di lusinan kampus universitas menunjukkan pembangkangan sipil yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak pemimpin Xi Jinping mengambil alih kekuasaan satu dekade lalu.

"Kami sudah lama mengatakan setiap orang memiliki hak untuk melakukan protes secara damai, di sini di Amerika Serikat dan di seluruh dunia. Ini termasuk di RRT (Republik Rakyat Tiongkok)," kata Dewan Keamanan Nasional (NSC) Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

Dikatakan, Amerika Serikat fokus pada "apa yang berhasil" untuk memerangi virus corona, termasuk dengan meningkatkan tingkat vaksinasi.

"Kami pikir akan sangat sulit bagi Republik Rakyat Tiongkok untuk dapat menahan virus ini melalui strategi nol-Covid mereka," kata NSC.

Awal bulan ini, Presiden Joe Biden mengadakan pembicaraan langsung dengan Xi Jinping di Bali, Indonesia dan tanggapan Gedung Putih tampaknya menunjukkan keinginan untuk mengambil jalan yang hati-hati dan menghindari memperburuk situasi.

Diminta reaksi Biden terhadap pengunjuk rasa yang menyerukan Xi Jinping untuk mundur, juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby kemudian mengatakan dalam jumpa pers: "Presiden tidak akan berbicara untuk pengunjuk rasa. Mereka berbicara untuk diri mereka sendiri."

Sebaliknya, Kirby mengatakan di awal bulan bahwa Joe Biden mengekspresikan solidaritas dengan pengunjuk rasa di Iran dengan mengatakan pada rapat umum politik bahwa "kami akan membebaskan Iran".

Kirby mengatakan Joe Biden selalu mendapatkan informasi terbaru tentang apa yang terjadi di dalam Tiongkok dan "tetap memperhatikan aktivitas protes". Dia mengatakan pemerintah mengawasi demonstrasi dengan cermat.

Beijing dan Washington telah menangani penyebaran pandemi virus corona dengan cara yang sangat berbeda, perpecahan yang mengubah persaingan antara dua ekonomi terkemuka dunia.

Kebijakan nol-Covid Beijing telah membuat jumlah kematian resmi Covid-19 Tiongkok hanya mencapai ribuan, dibandingkan lebih dari satu juta di Amerika Serikat, tetapi harus dibayar dengan mengurung jutaan orang untuk waktu yang lama di rumah, menyebabkan gangguan dan kerusakan yang luas pada ekonomi Tiongkok.

Sebelumnya di masa pandemi, kedua negara berusaha untuk memperkuat pengaruh geopolitik mereka melalui distribusi vaksin.

Selama masa jabatannya, Xi Jinping telah meredam berbagai perbedaan pendapat dan memperluas sistem pengawasan sosial yang membuat protes menjadi lebih sulit, dan lebih berisiko.

Beberapa anggota Kongres AS mengutuk Xi, termasuk Michael McCaul, pemimpin Partai Republik di Komite Urusan Luar Negeri DPR, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa protes tersebut adalah pengingat bahwa "pemerintahan dystopian Partai Komunis Tiongkok tidak populer."

"Saya salut dengan keberanian mereka yang mempertaruhkan segalanya untuk menentang PKT," kata McCaul.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: CNA/Reuters


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI