Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Akui Tidak Jujur dari Awal, Ferdy Sambo Minta Maaf

Selasa, 29 November 2022 | 23:42 WIB
Oleh : Maria Gabrielle/ Ichsan Ali / BW
Terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Ferdy Sambo, memasuki ruangan sidang untuk menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa 29 November 2022.

Jakarta, Beritasatu.com – Ferdy Sambo mengaku tidak jujur sejak awal dalam kasus pembunuhan Brigadir J, oleh karena itu dia meminta maaf. Hal itu dia sampaikan dalam keterangan penutup pada sidang pemeriksaan saksi yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2022).

Ferdy Sambo adalah mantan Kadiv Propam Polri sekaligus terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Permintaan maaf Ferdy Sambo ditujukan kepada para saksi dari Polres Metro Jakarta Selatan. Dengan suara bergetar sambil menahan tangis, Ferdy Sambo mengaku sudah tidak jujur sejak awal dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

"Terkait dengan pernyataan kenapa saya harus mengorbankan para penyidik saya, ya ini menyangkut permohonan maaf kepada adik-adik saya, karena saya sudah memberikan keterangan tidak benar di awal," ungkap Ferdy Sambo di muka persidangan.

Ferdy Sambo mengakui kasus ini malah menyeret pihak yang tidak bersalah dan membawa mereka dalam hukuman.

"Dan pada sidang kode etik di semua proses pemeriksaan saya sudah sampaikan adik-adik ini tidak salah, saya yang salah. Tetapi kenapa mereka juga harus dihukum, karena tidak tahu peristiwa ini," ujar Ferdy Sambo.

Diketahui, sebanyak 9 saksi dari Polres Jakarta Selatan hadir dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Salah satu saksi merupakan eks Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Ridwan Soplanit dan eks Kanit I Satreskrim Polres Jaksel AKP Rifaizal Samual.

"Jadi sekali lagi atas nama pribadi dan keluarga menyampaikan memohon maaf kepada adik-adik saya. Saya sangat menyesal, jadi saya sekali lagi mohon maaf," ujarnya dengan suara pelan.

Ferdy Sambo juga menyesal akibat kasus ini membuat para polisi tersebut terkena hukuman berupa mutasi dan demosi. Padahal, saat pemeriksaan di Komisi Kode Etik, Ferdy Sambo menyampaikan kalau mereka tidak bersalah.

Tak hanya itu, saat di sidang etik, Sambo mengaku akan bertanggung jawab atas semua perbuatannya. Namun, kata Sambo, para polisi Polres Jaksel itu tetap dimutasi dan dikenai sanksi demosi.

"Saya sudah sampaikan ini di depan komisi kode etik yang mulia. Mereka tidak salah, mereka secara psikologis pasti akan tertekan dalam proses gelar perkara," tutur Ferdy Sambo.

Selain itu, Ferdy Sambo juga mengaku siap akan bertanggung jawab atas hasil perbuatannya yang telah berkata bohong dengan membuat skenario sendiri atas pembunuhan Brigadir J.

"Saya akan bertanggung jawab, saya sudah sampaikan tetapi mereka tetap diproses, dimutasi dan demosi sehingga setiap kali berhubungan dengan penyidik mereka adik-adik, saya sekali lagi mohon maaf," tambah Ferdy Sambo.

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi bersama Richard Eliezer, Kuat Ma’ruf, dan Ricky Rizal, didakwa Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 56 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI