Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Bharada E Beberkan Ferdy Sambo dan Putri Pisah Rumah

Rabu, 30 November 2022 | 11:18 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / FFS
Richard Eliezer Pudihang Lumiu.

Jakarta, Beritasatu.com - Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E membeberkan soal kebiasaan Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi pisah rumah. Bharada E menyatakan, dirinya dan para ajudan Ferdy Sambo mengetahui hal tersebut.

Demikian disampaikan Bharada E saat duduk sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan pembunuhan berencana Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Rabu (30/11/2022). Duduk sebagai terdakwa dalam persidangan kali ini, yaitu Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal atau Bripka RR.

Bharada E sendiri diketahui juga merupakan terdakwa di kasus ini. Hanya saja, untuk persidangan kali ini dia diminta keterangan sebagai saksi.

Mulanya, majelis hakim PN Jaksel menanyakan kebiasaan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi pisah rumah. Terungkap di persidangan kali ini, Sambo biasa tinggal di rumahnya di Jalan Bangka. Dia hanya sesekali menyambangi rumah pribadi di Jalan Saguling. Bharada E mengaku mengetahui sendiri soal kebiasaan tersebut.

"Iya tahu semua (ajudan soal kebiasaan Sambo dan Putri pisah rumah)," ujar Bharada E dalam persidangan.

Hakim juga mencecar Bharada E soal kebiasaan eks Kadiv Propam Polri itu pulang hingga larut malam. Bharada E mengungkapkan, Sambo kerap pulang di atas pukul 21.00 WIB, bahkan pernah sampai waktu subuh.

Terkait kebiasaan pulang malam, Bharada E menyampaikan Ferdy Sambo kerap dijemput oleh rekannya. Kemudian, para ajudan diperintah Sambo untuk menunggu di kantornya.

"Jadi ajudan ditunggu di kantor, FS (Ferdy Sambo) dijemput oleh rekannya?," tanya hakim.

"Siap Yang Mulia," respons Bharada E.

"Baik rekan polisi atau rekan lain?," cecar hakim.

"Siap Yang Mulia," timpal Bharada E.

"Sepanjang FS belum balik, para ajudan tinggal di kantor?," tanya hakim yang dibenarkan oleh Bharada E.

Bharada E, Kuat Ma'ruf, dan Bripka RR didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Selain ketiganya, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi didakwa ikut terlibat dalam pembunuhan tersebut. Mereka didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP.

Bharada E disebut jaksa sebagai sosok yang menembak Brigadir J. “’Woy! Kau tembak! Kau tembak cepat! Cepat woy kau tembak!’,” ungkap JPU soal perintah Ferdy Sambo ke Bharada E.

Bharada E lalu menembak memakai Glock 17 sebanyak tiga atau empat kali ke Brigadir J yang membuatnya terjatuh dan bersimbah darah. Kemudian, Sambo menembak sebanyak satu kali ke bagian kepala Brigadir J untuk memastikannya sudah tewas.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI